Jakarta – Marcus Vinicius Oliveira de Almeida—lebih dikenal dunia sebagai Marcus “Buchecha” Almeida—adalah salah satu fenomena paling besar dalam sejarah Brazilian Jiu-Jitsu modern. Lahir pada 8 Januari 1990 di Santos, São Paulo, Brasil, Buchecha tumbuh dari lingkungan yang akrab dengan seni bela diri, kompetisi, dan determinasi. Berkat kerja kerasnya, ia menjelma menjadi grappler terhebat sepanjang masa, sebelum akhirnya membuat lompatan besar ke dunia Mixed Martial Arts dan kini bertarung di divisi heavyweight UFC.
Dengan rekor 5–2 pada tahun 2025, Buchecha membawa jejak panjang sebagai ikon BJJ dengan gelar dunia bertumpuk, reputasi ADCC tingkat elite, serta kemampuan submission yang membuatnya menjadi salah satu ancaman terbesar di kelas berat UFC.
Profil Marcus “Buchecha” Almeida
-
- Nama Lengkap: Marcus Vinicius Oliveira de Almeida
- Julukan: Buchecha
- Tanggal Lahir: 8 Januari 1990
- Tempat Lahir: Santos, São Paulo, Brasil
- Kebangsaan: Brasil
- Disiplin Dasar: Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ)
- Organisasi Saat Ini: Ultimate Fighting Championship (UFC)
- Divisi: Heavyweight (120+ kg)
- Rekor MMA (2025): 5 kemenangan – 2 kekalahan
- Gaya Bertarung: Grappling dominan, submission chain, pressure passing, ground control
Dari Santos Menuju Puncak Dunia BJJ
Buchecha mulai mempelajari Brazilian Jiu-Jitsu sejak kecil. Ia tumbuh di kota Santos—tempat yang melahirkan banyak legenda olahraga Brasil. Apa yang membedakan Buchecha sejak awal bukan hanya fisiknya yang kuat, tetapi kapasitas mental dan dedikasi ekstrem dalam latihan.
Pelatih dan rekan sesama BJJ mengenalnya sebagai anak muda yang menghabiskan waktu berjam-jam di tatami, menganalisis teknik, mempelajari transisi, dan mengembangkan gaya pressure passing yang kelak menjadi ciri khasnya.
Ia mendapatkan sabuk hitam pada usia muda dan segera menjadi fenomena internasional.
Dominasi di Dunia Brazilian Jiu-Jitsu
Tidak berlebihan jika Buchecha disebut sebagai praktisi BJJ paling sukses sepanjang sejarah. Rekornya benar-benar luar biasa:
Prestasi Prestisius Buchecha di BJJ:
-
- 13x Juara Dunia IBJJF (rekor terbanyak sepanjang masa)
- Juara Dunia ADCC (kompetisi grappling paling bergengsi)
- Juara Pan-American
- Juara Brasileiro
- Juara World No-Gi Championship
Teknik yang paling dikenal darinya termasuk:
-
- pressure passing super kuat
- transisi cepat menuju back control
- rear-naked choke yang sangat presisi
- permainan half guard destruktif
- kecepatan scramble yang tidak lazim untuk ukuran heavyweight
Dominasi Buchecha bukan hanya dari teknik, tetapi juga dari mentalitas: ia selalu mencari penyelesaian. Dalam kompetisi, ia jarang bermain aman—ia selalu maju untuk tap out.
Sebuah Langkah Berani Sang Legenda
Setelah menaklukkan hampir semua gelar yang bisa diraih dalam BJJ, Buchecha memutuskan untuk mencoba dunia MMA—keputusan yang membuat komunitas martial arts global terkejut sekaligus antusias.
Pada tahun 2021 ia mengumumkan bergabung dengan ONE Championship, organisasi yang menonjolkan grappling elite dalam setiap pertarungan mereka.
Di ONE, Buchecha langsung menunjukkan bagaimana seorang legenda BJJ mendominasi lawan:
-
- Submission heel hook
- Ground-and-pound eksplosif
- Rear-naked choke sempurna
- KO cepat berkat tekanan ground yang tak tertahankan
Penampilan-penampilan ini menjadi bukti bahwa transisinya ke MMA bukan hanya eksperimen—tetapi evolusi nyata seorang juara.
Dari ONE Championship ke Panggung Terbesar Dunia
Keberhasilan Buchecha di ONE Championship membuka mata banyak promotor MMA dunia. Prestasinya sebagai legenda BJJ ditambah kemampuan finishing di MMA membuatnya menjadi salah satu “free agent” paling berharga saat kontraknya berakhir.
UFC akhirnya mengambil langkah besar:
Buchecha direkrut ke divisi heavyweight UFC sebagai salah satu grappler paling berbahaya dalam sejarah kompetisi.
Pada tahun 2025, ia resmi tercatat sebagai petarung aktif dengan rekor 5–2, menghadapi lawan-lawan:
-
- bertubuh besar,
- berpengalaman,
- dan memiliki pukulan mematikan.
Namun Buchecha membuktikan bahwa grappling elite masih menjadi salah satu ancaman terbesar di kelas berat.
Grappling Monster yang Menakutkan
Meski kini bertarung dalam format MMA yang lengkap, Buchecha tetap menjadikan grappling sebagai senjata utama.
Ciri Khas Gaya Bertarung Buchecha:
-
- Dominasi Ground Control. Begitu pertarungan menyentuh matras, peluang lawan untuk bangkit menjadi kecil.
- Submission Chain yang Panjang. Buchecha tidak hanya mencari satu submission—ia mengalir dari kuncian ke kuncian, memaksa lawan melakukan kesalahan.
- Pressure Passing Berkelas Dunia. Teknik passing guard miliknya begitu berat dan menekan, membuat lawan kehilangan napas dan ruang.
- Adaptasi Striking yang Meningkat. Meski grappling tetap fondasi, Buchecha mengembangkan ground-and-pound kuat serta striking dasar untuk membuka peluang takedown.
- Fisik Heavyweight yang Lincah. Ia memiliki kecepatan scramble tidak lazim untuk petarung berbobot 110+ kg.
Rekor MMA Profesional Buchecha (2025)
-
- 5 kemenangan (KO, submission, dan keputusan)
- 2 kekalahan
- Sebagian besar kemenangan diselesaikan secara dominan
- Berhasil mengadaptasi BJJ dalam format MMA modern
Dengan kemampuan adaptasi yang terus meningkat, banyak analis percaya bahwa Buchecha masih memiliki ruang besar untuk berkembang di UFC.
Dari Tatami ke Octagon
Marcus “Buchecha” Almeida adalah contoh sempurna bagaimana legenda grappling dapat mengukir babak baru dalam dunia MMA. Ia bukan hanya membawa nama besar BJJ ke UFC, tetapi juga memperlihatkan bahwa teknik klasik tetap relevan di era modern.
Dengan rekam jejak yang terus berkembang, Buchecha kini menjadi salah satu petarung paling menarik di divisi heavyweight UFC—seorang grappler yang mampu mengakhiri laga dalam sekejap.
Publik kini menantikan: sampai sejauh mana legenda ini akan melangkah di octagon?
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda