Jakarta – Di Thailand, lahir dan tumbuh besar sebagai anak kampung yang jatuh cinta pada Muay Thai bukanlah kisah langka. Namun, tidak semua anak sasana berhasil menembus panggung internasional sekelas ONE Championship. Korpai Sor. Yingcharoenkarnchang adalah salah satu dari sedikit nama muda yang berhasil melewati perjalanan panjang itu.
Lahir pada 26 Januari 2002, Korpai mewakili generasi baru nak muay Thailand yang tidak hanya tangguh, tetapi juga adaptif terhadap gaya bertarung modern. Di usia awal 20-an, ia sudah tampil di ajang ONE Friday Fights—seri reguler ONE Championship yang digelar di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok—sebuah panggung yang menjadi impian banyak petarung muda dari seluruh dunia.
Dengan gaya ortodoks yang rapi, pukulan lurus yang tajam, serta serangan siku eksplosif, Korpai mulai mencuri perhatian penonton dan penggemar Muay Thai internasional. Beberapa kemenangan lewat knockout cepat di ONE Friday Fights mempertegas bahwa ia bukan sekadar prospek, tetapi ancaman serius di divisi catchweight.
Dari Anak Sasana ke Panggung Dunia
Seperti banyak petarung Muay Thai Thailand lain, kisah Korpai dimulai dari sasana kecil di kampung halamannya. Lahir pada 26 Januari 2002, ia tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan suara samseng (musik tradisional Muay Thai), teriakan pelatih, dan bunyi samsak yang tak pernah sepi.
Sejak kecil, ia sudah sering mengikuti orang-orang dewasa ke stadion lokal, melihat para petarung senior bertarung demi hadiah, gengsi, dan masa depan. Dari sanalah benih mimpinya tumbuh: suatu hari, ia ingin menjadi salah satu nama yang disorakkan penonton, bukan sekadar anak kecil di tribun.
Korpai mulai berlatih Muay Thai pada usia belia. Rutinitasnya keras: bangun pagi, lari jauh sebelum matahari terbit, berlatih teknik dasar, lalu kembali ke sekolah seperti anak-anak lainnya. Sore hari, ia kembali ke sasana, menekuni jab lurus, tendangan, dan teknik siku yang kelak menjadi senjatanya di ONE Championship.
Lingkungan Muay Thai di Thailand tidak lembut. Anak-anak yang ingin bertarung harus membuktikan diri sejak dini. Korpai ikut laga-laga kecil di kampung, kemudian naik level ke stadion-stadion regional. Setiap kemenangan mengokohkan namanya, setiap kekalahan menjadi pelajaran berharga. Dari sanalah karakter petarungnya ditempa: sabar, disiplin, keras kepala, tapi juga cerdas secara taktik.
Dari Stadion Lokal ke ONE Friday Fights
Sebelum namanya dikenal di ONE Championship, Korpai terlebih dahulu menghabiskan bertahun-tahun di stadion-stadion Muay Thai lokal dan regional di Thailand. Ia melawan berbagai tipe lawan: petarung kanan yang bermain jarak jauh, agresor Muay Bouk yang selalu maju, hingga Muay Femur yang teknikal dan sulit ditebak.
Perlahan tetapi pasti, ia membangun reputasi sebagai petarung yang:
•Tidak mudah mundur di bawah tekanan
•Memiliki pukulan lurus yang bersih dan bertenaga
•Berani bertukar serangan di jarak dekat menggunakan siku
Penampilan konsisten, terutama kemenangan-kemenangan tegas yang diraihnya, menarik perhatian manajer dan matchmaker. Pada akhirnya, kesempatan yang ditunggu pun datang: panggilan untuk bertarung di ajang ONE Friday Fights, seri yang disiarkan global dan menjadikan Lumpinee Stadium sebagai panggung dunia.
ONE Friday Fights bukan hanya sekadar “event mingguan”—bagi petarung muda seperti Korpai, ajang itu adalah jendela menuju pengakuan internasional. Di sana, setiap laga disaksikan penonton dari berbagai negara, dan setiap penampilan impresif bisa menjadi titik lonjakan karier.
Menunjukkan Taring di Divisi Catchweight
Sebagai petarung di kelas catchweight, Korpai tidak terlalu terikat pada batas berat tradisional seperti flyweight atau bantamweight. Ini membuatnya sering menghadapi lawan dengan gaya dan fisik yang beragam. Namun, justru di situ kekuatannya terlihat: ia mampu menyesuaikan strategi tanpa meninggalkan identitas Muay Thai ortodoks yang ia bawa.
Dalam penampilannya di ONE Friday Fights, Korpai mencuri perhatian dengan kemenangan-kemenangan lewat knockout cepat. Beberapa pertandingan berakhir sebelum bel terakhir ronde, ketika pukulan lurusnya mendarat tepat di dagu lawan atau siku kerasnya menembus guard secara brutal.
Di atas ring, gaya bertarung Korpai terlihat sangat “Thailand”, namun dengan rasa modern:
•Ia memulai dengan jab lurus untuk mengukur jarak
•Menggunakan cross kanan tajam yang bisa menjadi pukulan pembuka KO
•Tidak ragu masuk ke clinch dan melepaskan serangan siku ketika lawan mencoba menutup jarak
Knockout cepat yang ia torehkan di ONE Friday Fights bukan hanya memperbaiki catatan rekor, tetapi juga menaikkan nilai jual namanya di mata promotor dan penggemar.
Perpaduan Pukulan Lurus dan Siku Eksplosif
Salah satu aspek paling menarik dari Korpai Sor. Yingcharoenkarnchang adalah gaya bertarungnya yang sangat khas: kombinasi pukulan lurus dan serangan siku eksplosif.
1. Stance Ortodoks yang Rapi
Korpai bertarung dalam stance ortodoks, dengan tangan kiri sebagai jab utama dan tangan kanan sebagai senjata pamungkas. Dari posisi ini, ia bisa:
•Mengontrol jarak dengan jab dan straight
•Menjaga balans saat maju-mundur
•Memastikan pertahanan tetap rapat saat bertukar serangan
Stance ortodoksnya bukan sekadar “baku”, tapi digunakan secara aktif untuk mengatur tempo dan ritme pertandingan.
2. Pukulan Lurus yang Menjadi Senjata Kunci
Berbeda dengan beberapa nak muay yang mengandalkan tendangan sebagai serangan utama, Korpai memberi porsi besar pada pukulan lurus:
•Jab untuk mengganggu timing dan ritme lawan
•Straight kanan sebagai peluru utama untuk membuka celah KO
Pukulan lurus ini sering ia kombinasikan dengan serangan tubuh, memaksa lawan menurunkan guard dan membuka kepala mereka untuk serangan berikutnya.
3. Siku Eksplosif di Jarak Dekat
Begitu lawan terperangkap di jarak dekat, Korpai mengaktifkan senjata mematikannya: siku. Serangan sikunya:
•Dilontarkan dari clinch maupun dari kombinasi tangan
•Bisa datang dari arah samping (horizontal elbow) atau dari bawah ke atas
•Sering menjadi penentu yang mengubah jalannya laga
Siku menggabungkan risiko dan imbalan tinggi—dan Korpai adalah tipe petarung yang berani mengambil risiko itu, terutama ketika mencium peluang untuk menyelesaikan pertarungan lebih cepat.
Petarung Muda dengan Jiwa Lama
Meski masih muda, Korpai membawa aura yang sering terlihat pada petarung-petarung lama Thailand: sabar, disiplin, dan tidak mudah terbawa emosi. Saat tekanan datang, ia jarang panik. Ia tidak sekadar maju “asal agresif”, tetapi memahami kapan harus menekan, kapan harus mundur sedikit, dan kapan harus mengunci lawan di clinch untuk menguras energi mereka.
Beberapa hal yang menonjol dari sisi karakter:
•Disiplin Tradisional – Bangun pagi untuk lari, pola makan teratur, latihan dua kali sehari, semua itu bagian dari rutinitas yang sudah ia jalani sejak kecil.
•Respek terhadap Pelatih dan Sasana – Nama “Sor. Yingcharoenkarnchang” yang ia bawa adalah identitas sasana. Setiap kali naik ring, ia bukan hanya membawa namanya sendiri, tetapi juga nama pelatih, rekan sparring, dan komunitas yang membesarkannya.
•Keberanian sebagai Petarung Muda – Menghadapi lawan yang lebih senior atau lebih terkenal bukan hal baru baginya. Justru itu yang membentuk mentalnya: siap menjadi “underdog” yang mencuri sorotan.
Posisi di Panggung ONE Championship dan Potensi Masa Depan
Di ONE Championship, terutama ajang ONE Friday Fights, banyak petarung yang naik-turun namanya dalam waktu singkat. Namun, Korpai adalah salah satu figur muda yang menunjukkan konsistensi dan potensi jangka panjang.
Beberapa alasan mengapa ia menarik untuk diikuti:
1.Masih Sangat Muda – Lahir tahun 2002, kariernya masih panjang. Dengan pengalaman yang terus bertambah, ia punya waktu untuk mengasah aspek-aspek teknis dan taktis.
2.Gaya Menonton yang Menghibur – Kombinasi pukulan lurus dan siku keras membuat pertarungannya jarang membosankan. Penonton yang menyukai gaya agresif akan mudah jatuh hati pada cara bertarungnya.
3.Potensi Menuju Panggung yang Lebih Besar – Jika ia terus menang di ONE Friday Fights, bukan tidak mungkin ia dipromosikan ke event besar ONE Fight Night, bahkan masuk ke radar perebutan posisi atas di divisi catchweight.
Bagi penggemar Muay Thai di Thailand dan penonton internasional, nama Korpai Sor. Yingcharoenkarnchang adalah salah satu yang patut dipantau: seorang petarung muda yang membawa tradisi lama ke panggung modern.
Wajah Baru Muay Thai di Era ONE
Kisah Korpai Sor. Yingcharoenkarnchang merangkum banyak hal yang membuat Muay Thai tetap relevan dan dicintai di era MMA dan striking modern: disiplin keras, seni teknik delapan tungkai, serta keberanian untuk maju ke panggung global.
Di usia 20-an, ia sudah berdiri di bawah terang lampu Lumpinee Stadium dalam format baru bersama ONE Championship. Dengan gaya ortodoks yang tajam, kombinasi pukulan lurus yang rapi, serta siku eksplosif yang bisa mengakhiri laga dalam sekejap, Korpai bukan hanya sekadar nama di daftar pertandingan—ia adalah ancaman nyata bagi siapa pun yang berdiri di sudut seberangnya.
Jika ia terus konsisten, menambah pengalaman, dan memperhalus taktik, bukan mustahil kita akan melihat Korpai naik level, dari sekadar bintang muda di ONE Friday Fights menjadi salah satu wajah utama Muay Thai Thailand di panggung dunia.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda