Jakarta – Di dunia Muay Thai yang selama puluhan tahun didominasi oleh nama-nama dari Thailand, kemunculan petarung asing yang mampu menjaga ritme, membaca jarak, dan mengalahkan nak muay lokal selalu menjadi kisah yang menarik. Salah satu nama yang mulai mencuri perhatian dalam kategori itu adalah Andrii Mezentsev, atlet Muay Thai asal Ukraina yang lahir pada 17 September 1999.
Masih muda, tenang, dan sangat teknikal, Mezentsev menapaki panggung ONE Championship—khususnya melalui rangkaian ONE Friday Fights—dengan gaya bertarung ortodoks yang rapi dan disiplin. Di kelas catchweight, ia menunjukkan bahwa ketekunan dan presisi teknik bisa menjadi jawaban atas kerasnya kompetisi di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok.
Wajah Ukraina di Panggung Muay Thai Global
Andrii Mezentsev datang dari Ukraina, negara yang mungkin lebih sering dikaitkan dengan tinju dan kickboxing Eropa, namun perlahan mulai menempatkan namanya dalam peta Muay Thai internasional.
Sebagai atlet Muay Thai profesional, ia memilih jalur yang tidak mudah: bertarung di negeri orang, di dalam sistem dan budaya yang sudah turun-temurun dimiliki Thailand. Di atas kertas, ia adalah “orang luar”. Namun di atas ring, bahasa yang ia gunakan sama: bahasa teknik, timing, dan keberanian.
Di ONE Championship, Mezentsev berlaga di kelas catchweight. Ia bertarung dengan stance ortodoks, mengandalkan kombinasi pukulan dan tendangan yang rapi, serta clinch dengan kontrol jarak yang matang. Bukan tipe petarung yang liar atau ceroboh, ia lebih tampak seperti teknisi yang tenang, dengan ritme stabil dan fokus tinggi untuk memenangkan putaran demi putaran.
Dari Eropa Timur ke Lumpinee: Jalan Panjang Seorang Nak Muay
Muay Thai bukan olahraga utama di Ukraina, dan justru di situlah menariknya perjalanan Andrii Mezentsev. Untuk bisa bersaing di level ONE Championship, terutama melawan petarung Thailand, seorang atlet non-lokal harus menutup banyak jarak: jarak budaya, jarak teknis, dan jarak pengalaman.
Sebagai remaja yang jatuh cinta pada striking, Mezentsev membangun dasar tekniknya melalui latihan konsisten—bagian besar dari hidupnya dihabiskan di sasana, bukan di tempat-tempat gemerlap. Sparring, drilling kombinasi, latihan clinch, hingga conditioning fisik yang melelahkan menjadi rutinitas yang ia jalani berulang-ulang.
Perlahan, ia mengasah gaya sendiri: Muay Thai ortodoks dengan sentuhan disiplin Eropa Timur. Kerapian guard, kemampuan menjaga jarak, serta keberanian untuk bertukar serangan saat dibutuhkan membuatnya cocok masuk ke level kompetisi yang lebih tinggi. Dari sana, jalan menuju Asia terbuka: panggilan bertarung di ONE Friday Fights, di jantung Muay Thai dunia—Lumpinee Boxing Stadium.
Keputusan itu bukan sekadar langkah karier, tetapi juga lompatan mental. Bertarung di Thailand berarti bertarung di “rumah” lawan. Namun justru di situ Mezentsev menunjukkan bahwa ia siap masuk dalam percakapan global tentang siapa saja striker yang layak diperhitungkan.
Menang Dengan Disiplin, Bukan Sekadar Spektakel
Tidak semua petarung membangun reputasi lewat highlight reel KO. Ada juga mereka yang menanamkan rasa hormat lewat kemenangan-kemenangan kerja keras—dan Mezentsev adalah salah satunya.
Dalam kariernya di ajang ONE Friday Fights, ia mencatat beberapa kemenangan lewat keputusan juri atas petarung-petarung Thailand. Di hadapan publik yang terbiasa melihat gaya Muay Thai klasik, ia membuktikan bahwa disiplin taktik dan kontrol jarak bisa menandingi agresivitas rumah sendiri.
Pertarungannya sering berlangsung tiga ronde penuh. Bukan karena ia tak mampu memukul mundur lawan, tetapi karena ia memilih untuk menjaga struktur permainan: memotong sudut, menahan serangan balasan, dan mengembalikannya dengan kombinasi yang bersih. Setiap ronde menjadi kanvas kecil tempat ia melukis strategi—tidak selalu spektakuler, tetapi sangat efektif.
Kemenangan-kemenangan lewat keputusan juri itulah yang menjadi bukti karakter bertarungnya:
- Ia tidak mudah terbawa emosi ketika lawan mencoba mengacak ritme.
- Ia mampu mempertahankan game plan sampai bel akhir ronde.
- Ia cukup percaya diri dengan stamina dan tekniknya untuk memenangi laga secara poin.
Tanpa banyak gestur dramatis, Mezentsev pelan-pelan membangun reputasinya sebagai petarung yang “susah dikalahkan” dan sangat sulit untuk dipatahkan mentalnya.
Ortodoks Rapi, Tempo Stabil, dan Clinch yang Terkendali
Gaya bertarung Andrii Mezentsev bisa digambarkan sebagai perpaduan antara kecermatan dan keberanian. Ia tidak terlalu bergantung pada satu senjata saja, melainkan menggunakan seluruh arsenal Muay Thai dengan cara yang sistematis.
Sebagai petarung ortodoks, tangan kiri dan kaki kiri menjadi instrumen penting untuk membuka jalur serangan. Jab dan teep digunakan untuk mengukur jarak dan mengganggu timing lawan, sedangkan cross kanan dan tendangan kanan menjadi senjata untuk mengunci poin dan memberi tekanan.
Salah satu kekuatan besar Mezentsev adalah kemampuannya menjaga jarak. Ia bukan tipe yang “asal maju”, melainkan tahu kapan harus masuk, kapan harus menghindar, dan kapan harus mengunci lawan di clinch. Di clinch, ia terlihat tenang: mengatur posisi kepala, menyusupkan tangannya, lalu mengontrol posisi lawan sebelum melepaskan serangan lutut atau mematahkan keseimbangan.
Tempo bertarungnya juga menarik. Ia tidak selalu meledak di awal ronde, tetapi membangun ritme pelan namun mantap. Ini membuatnya sulit dibaca: ia bisa terlihat “biasa saja” di satu momen, lalu tiba-tiba menaikkan volume serangan ketika melihat celah. Cara ini sangat efektif dalam memenangi hati juri, karena di akhir setiap ronde, ia sering meninggalkan impresi sebagai petarung yang lebih terstruktur dan dominan.
Prestasi dan Posisi di Panggung ONE Championship
Meski belum seterkenal beberapa bintang besar lain, posisi Andrii Mezentsev di ONE Championship sangat menarik untuk diamati. Kemenangan-kemenangannya lewat keputusan juri atas lawan-lawan dari Thailand sudah cukup untuk menandai satu fakta penting: ia bisa bertahan—dan menang—di lingkungan yang menjadi pusat Muay Thai dunia.
Bagi petarung non-Thai, menorehkan kemenangan di Lumpinee Stadium dalam format ONE Friday Fights bukan hal sepele. Itu berarti ia:
- Mampu beradaptasi dengan ritme dan gaya Muay Thai stadium.
- Tidak runtuh secara mental menghadapi atmosfer “kandang lawan”.
- Cukup teknikal untuk mengimbangi dan mengalahkan nak muay yang sudah terbiasa dengan format tiga ronde penuh di Thailand.
Walau belum ada sabuk besar yang disandangnya, rekam jejak Mezentsev di ONE menunjukkan tren yang menjanjikan: ia menapaki tangga karier dengan stabil, mengumpulkan kemenangan demi kemenangan sambil mengasah keterampilan teknis dan taktik bertarung.
Jika ia mampu mempertahankan disiplin dan terus berkembang, bukan tidak mungkin ke depan ia akan diproyeksikan sebagai salah satu penantang berbahaya di kelas catchweight, khususnya ketika ONE mencari wajah baru di divisi tersebut.
Representasi Eropa Timur di Arena Muay Thai
Salah satu hal yang membuat sosok Andrii Mezentsev menarik adalah posisinya sebagai representasi Eropa Timur di pentas Muay Thai internasional. Ia datang dari Ukraina, negara yang tengah menghadapi banyak tantangan, dan tampil di atas ring membawa bendera dan cerita sendiri.
Di mata penggemar, ia mencerminkan beberapa hal:
Pertama, ia adalah bukti bahwa Muay Thai benar-benar sudah menjadi olahraga global. Tidak hanya petarung dari Thailand, Brasil, atau Jepang, tetapi juga dari Ukraina, mampu berdiri sejajar di bawah lampu terang Lumpinee Stadium.
Kedua, gaya bertarungnya yang terkontrol dan teknikal menawarkan alternatif dari stereotip “petarung Eropa yang hanya mengandalkan power”. Mezentsev menunjukkan bahwa petarung Eropa Timur pun bisa bermain dengan struktur, game plan, dan manajemen jarak yang rapi.
Ketiga, sikapnya yang tenang dan fokus menjadikannya sosok yang mudah disukai oleh pecinta Muay Thai yang menghargai seni, bukan sekadar kekerasan. Ia adalah tipe petarung yang mungkin tidak selalu menjadi bintang poster, tetapi selalu dihitung serius oleh lawan dan pelatih.
Sebuah Proyek Jangka Panjang di ONE Championship
Karier Andrii Mezentsev di ONE Championship bisa dibilang baru memasuki tahap awal yang menarik. Ia belum mencapai puncak, tetapi fondasinya sudah terlihat kuat: gaya ortodoks yang disiplin, kontrol jarak yang matang, clinch yang efektif, serta kemampuan menjaga tempo selama tiga ronde.
Kemenangan-kemenangan lewat keputusan juri atas para nak muay Thailand di ONE Friday Fights membuktikan bahwa ia bukan sekadar “pendatang” yang lewat sebentar. Ia adalah proyek jangka panjang: petarung yang berpotensi tumbuh menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di kelas catchweight jika terus dirawat dengan laga yang tepat dan perkembangan teknik yang berkesinambungan.
Di tengah lanskap Muay Thai modern yang semakin padat bintang, Andrii Mezentsev adalah sosok yang mewakili sesuatu yang berbeda: petarung dari Eropa Timur yang datang ke rumah Muay Thai, bukan untuk sekadar mencoba peruntungan, tetapi untuk benar-benar bersaing dan memenangkan pertandingan dengan cara yang bersih, rapi, dan teknikal.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda