Jakarta – Di dunia Muay Thai, “anak muda bertalenta” adalah cerita yang terlalu sering kita dengar—sampai kita melihat satu nama yang benar-benar membawa sesuatu yang berbeda ketika bel pertama berbunyi. Ubaid “Bad” Hussain adalah tipe petarung seperti itu: masih sangat muda, tapi bertarung seolah ia sudah lama hidup di bawah tekanan. Ia datang dari Leeds, Inggris, membawa bendera Pakistan dan Inggris di profil resminya, dan menancapkan pijakan di panggung yang paling sulit untuk pemula: Lumpinee Stadium lewat ONE Friday Fights.
Julukannya singkat, tapi tajam: “Bad.”
Yang membuat cerita Ubaid menarik bukan hanya identitasnya sebagai petarung diaspora, melainkan cara ia membangun reputasi: southpaw agresif, kombinasi cepat, tempo tinggi, dan—yang paling disukai penonton ONE Friday Fights—kemampuan membuat laga jadi hidup sejak ronde pertama.
Profil singkat Ubaid Hussain
-
- Nama: Ubaid “Bad” Hussain
- Kebangsaan/representasi: Pakistan / United Kingdom
- Tahun lahir: 2005 (sesuai brief)
- Usia di profil ONE: 20 tahun
- Tinggi (profil ONE): 170 cm
- Gym/Tim: Kiatphontip UK (berbasis Leeds, Inggris)
- Gaya bertarung (stance): southpaw
- Panggung: ONE Championship (ONE Friday Fights)
Dari Leeds ke “Mekah striking” – Kiatphontip UK dan jalur petarung diaspora
Leeds bukan kota pertama yang muncul di kepala orang ketika membicarakan Muay Thai kelas dunia. Tapi justru di situlah daya tarik Ubaid: ia tumbuh di ekosistem Inggris yang keras—kompetisi lokal yang padat, kultur gym yang disiplin—lalu membawa semuanya ke panggung Thailand, tempat Muay Thai tidak sekadar olahraga, melainkan bahasa sehari-hari.
Ubaid bernaung di Kiatphontip Muay Thai/Kiatphontip UK, dan beberapa sumber Inggris menyebutnya secara eksplisit berlatih di Kiatphontip Muay Thai Gym di Leeds.
Di dunia striking, gym bukan hanya tempat latihan—gym adalah identitas. Dan identitas Ubaid terbaca jelas ketika ia bertarung: tempo tinggi, serangan beruntun, dan keberanian untuk tetap aktif sampai bel berbunyi.
Southpaw “Bad” – gaya yang memaksa lawan berpikir terlalu cepat
Southpaw di Muay Thai sering dianggap sebagai keuntungan struktural: sudut serangan berbeda, garis tendangan dan pukulan “datang dari arah yang tidak biasa” untuk mayoritas lawan orthodox. Tapi keuntungan itu hanya bernilai kalau petarungnya cukup berani untuk memaksa pertukaran.
Ubaid bukan southpaw yang menunggu. Ia adalah southpaw yang mengejar.
Salah satu database Muay Thai menuliskan stance Ubaid adalah southpaw, menegaskan apa yang terlihat dari cara ia membangun serangan: tangan kiri sebagai jalan pembuka, tendangan kiri sebagai ancaman lanjutan.
Dalam konteks ONE Friday Fights—sarung tangan kecil dan tempo tiga ronde—kombinasi semacam ini menjadi sangat berbahaya, karena lawan tidak punya cukup waktu untuk “mencari pola”.
Debut di ONE Friday Fights 90 – KO ronde 1 yang langsung mengubah statusnya
Ubaid memulai debut ONE-nya di ONE Friday Fights 90 pada 6 Desember 2024. Lawannya: Petsinchai Kingballroofphuket. Hasilnya: KO ronde 1 (2:10) — tegas, cepat, dan sangat “Friday Fights.”
ONE bahkan merilis cuplikan khusus yang menekankan bagaimana Ubaid “stormed through” Petsinchai pada ronde pertama.
Media Inggris seperti Sky Sports juga menyorot momen debut ini sebagai KO yang mencuri perhatian, menegaskan bahwa hype di sekitar Ubaid bukan sekadar rumor gym.
Untuk petarung muda, debut KO seperti ini adalah tiket emas:
-
- Ia langsung dikenal sebagai finisher.
- Lawan berikutnya datang dengan rasa takut—dan rasa takut biasanya membuat mereka pasif.
- Dan petarung yang mampu memaksa tempo seperti Ubaid justru makin nyaman ketika lawan ragu.
Menang keputusan – ketika “Bad” menunjukkan ia juga bisa menang secara dewasa
Setelah debut KO, tantangan berikutnya adalah pembuktian: apakah ia hanya berbahaya ketika menemukan momen, atau ia juga bisa menang ketika laga berubah jadi perang taktik?
Di catatan event results pada halaman atlet ONE, Ubaid lalu mencatat kemenangan unanimous decision atas Khusen Salomov di ONE Friday Fights 105.
Ini penting karena kemenangan keputusan menuntut hal yang berbeda:
-
- disiplin menjaga ritme,
- kontrol jarak,
- kesabaran saat lawan tidak mudah runtuh,
- dan kemampuan mencuri ronde dengan volume dan akurasi.
Bagi prospek muda, “bisa menang angka” sering menjadi tanda bahwa ia tidak bergantung pada satu senjata saja.
Rivalitas kecil yang jadi batu loncatan – dua kali menundukkan Petnakian Sor Nakian
Lalu datang bab yang membuat nama Ubaid makin terasa “nyata” di ekosistem ONE Friday Fights: Petnakian Sor Nakian.
Di catatan resmi ONE, Ubaid mengalahkan Petnakian lewat unanimous decision di ONE Friday Fights 115, dan mengulanginya lagi di ONE Friday Fights 121.
ONE juga menulis ulasan hasil ONE Friday Fights 121 dan menyebut Ubaid tetap tak terkalahkan, mengatasi Petnakian dalam laga rematch 130-pound Muay Thai.
Dua kali menang atas lawan yang sama bukan sekadar “mengulang hasil.” Itu biasanya berarti:
-
- lawan sudah punya data tentangmu,
- ia sudah merasakan gaya dan ritmemu,
- ia datang dengan penyesuaian,
- dan kamu tetap bisa menang.
Bagi petarung muda, kemampuan memenangkan rematch adalah indikator penting: adaptasi.
Rekor tak terkalahkan, promosi, dan daya tarik sebagai prospek flyweight Muay Thai
Di ONE Friday Fights, ia tampil unbeaten dalam beberapa laga yang tercantum di halaman resminya.
Sementara untuk rekor keseluruhan, ada database Muay Thai yang menulis angka berbeda (misalnya 12-0), yang menunjukkan tren yang sama: Ubaid dipandang sebagai petarung muda yang belum tersentuh kekalahan.
Terlepas dari variasi angka antar database, “nilai jual” Ubaid sebagai prospek ONE terlihat dari tiga hal:
-
- Southpaw agresif yang memaksa tempo
Ini selalu menarik untuk matchmaker, karena tempo tinggi menciptakan highlight. - Bisa finis, tapi juga bisa menang keputusan
KO debutnya menunjukkan daya rusak, sementara beberapa kemenangan menunjukkan ia tidak rapuh ketika laga memanjang. - Pengalaman rematch dan adaptasi
Dua kemenangan atas Petnakian menunjukkan kematangan taktik untuk usia yang masih sangat muda.
- Southpaw agresif yang memaksa tempo
Aspek menarik: identitas Pakistan–Inggris dan potensi “wajah baru” Muay Thai global
Di era ONE, Muay Thai menjadi semakin global. Petarung tak lagi harus lahir dan besar di Thailand untuk jadi bintang di Lumpinee—tetapi mereka harus membawa kualitas yang bisa membuat penonton percaya.
Ubaid membawa narasi yang kuat: petarung diaspora Pakistan–Inggris dari Leeds yang masuk ke ring bersejarah dan tidak terlihat gentar.
Julukannya “Bad” terdengar sederhana, namun terasa pas: ia bertarung dengan aura “tidak minta izin,” seolah ring itu memang miliknya untuk diambil.
Mengapa Ubaid “Bad” Hussain layak dipantau
Ubaid Hussain masih sangat muda, tetapi jalurnya sudah jelas. Ia debut dengan KO yang membuat namanya meledak, lalu membuktikan ia bisa menang dengan cara yang lebih rapi lewat keputusan, bahkan mengulang kemenangan dalam rematch—sebuah pekerjaan yang tidak mudah untuk prospek usia 19–20-an.
Jika ia terus berkembang di Kiatphontip UK dan menjaga dua hal—disiplin defensif serta konsistensi tempo—Ubaid punya potensi menjadi salah satu “wajah baru” flyweight Muay Thai di ONE: petarung yang bukan hanya menjanjikan, tetapi juga siap diuji melawan nama-nama yang lebih besar.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda