Jakarta – Ada tipe petarung yang butuh beberapa ronde untuk “memanaskan mesin”, menunggu ritme, membaca jarak, lalu mulai menumpuk serangan. Tapi ada juga tipe yang datang ke ring seperti membawa korek api—sekali gesek, langsung menyala. Nehramit Annymuaythai termasuk tipe kedua.
Ia adalah petarung Muay Thai asal Thailand yang—menurut keterangan yang banyak beredar—lahir 11 Juni 2005. Di ONE Championship, namanya terdaftar dengan tinggi 165 cm, bernaung di tim Keatkhamtorn, dan bertarung pada batas berat 113,3 lbs / 51,4 kg (kelas yang sering diposisikan sebagai atomweight/catchweight ringan dalam ekosistem ONE Friday Fights).
Yang membuat publik langsung menoleh bukan sekadar biodata. Melainkan sebuah malam di Lumpinee Stadium—tempat reputasi bisa lahir hanya dari satu momen.
Profil singkat Nehramit Annymuaythai
-
- Nama tanding: Nehramit Annymuaythai
- Asal: Thailand
- Tinggi: 165 cm
- Batas berat ONE: 113,3 lbs / 51,4 kg
- Tim: Keatkhamtorn
- Rekor di ONE (saat ini): 1 menang – 0 kalah (1 KO)
- Gaya: orthodox, agresif, kombinasi pukulan cepat + tendangan keras (sesuai karakter permainan yang terlihat pada debutnya)
Datang ke Lumpinee sebagai “anak baru”, pulang sebagai ancaman
ONE Friday Fights selalu punya energi yang berbeda. Karena formatnya memaksa petarung untuk tampil jelas: kamu bisa menang angka, tapi kalau kamu ingin cepat dikenal, kamu harus mengunci perhatian. Dan pada ONE Friday Fights 77 (30 Agustus 2024), Nehramit melakukan itu dengan cara yang paling “langsung”.
Di kartu pertandingan malam itu, Nehramit berhadapan dengan Petmuangthai Sor Naruemon. Ini adalah debutnya di ONE Friday Fights—momen yang biasanya penuh beban: panggung besar, kamera dekat, penonton Lumpinee yang terkenal “jujur” (mereka bersorak kalau kamu berani, mereka diam kalau kamu ragu).
Namun, Nehramit tidak memberi ruang untuk keraguan. Pertarungan berakhir dengan KO ronde pertama—dan catatan resmi ONE menuliskan penyelesaian itu terjadi pada 2:25 ronde 1.
Cageside Press juga mencatat hasil yang sama: Nehramit menang via R1 KO (2:25)
Kalau kamu membayangkan bagaimana rasanya bagi seorang petarung muda: satu KO di debut ONE Friday Fights berarti kamu tidak hanya menang—kamu “diumumkan”.
Orthodox agresif, pukulan cepat, tendangan keras
Kamu menyebut Nehramit sebagai petarung orthodox yang agresif, mengandalkan kombinasi pukulan cepat dan tendangan keras yang efektif menjatuhkan lawan. Gambaran itu nyambung dengan cara ONE mengemas momen debutnya: bahkan di kanal video resminya, ONE menyorot kemenangan itu sebagai KO yang membuat lawan “out cold”.
Dalam Muay Thai, gaya seperti ini biasanya punya ciri yang mudah dikenali:
-
- Mulai dengan tempo tinggi
Orthodox pressure fighter kerap memaksa lawan mundur lebih dulu, lalu mencuri jarak untuk melepaskan kombinasi. - Pukulan sebagai pembuka, tendangan sebagai pengunci
Banyak petarung agresif memakai jab–cross atau hook cepat untuk “mengangkat tangan” lawan, lalu menembak tendangan (low kick, body kick, atau high kick) saat lawan mulai kaku. - Naluri finisher
KO ronde pertama bukan hanya soal power, tapi juga soal keberanian untuk menekan saat momen muncul—dan tidak membiarkan lawan bernapas.
- Mulai dengan tempo tinggi
Tentu, satu laga belum cukup untuk memetakan seluruh identitas. Tetapi justru di situlah menariknya: Nehramit terlihat seperti petarung yang punya “bahan mentah” kuat—agresif, eksplosif, dan berani.
Rekor ONE
Di halaman profil resminya, ONE mencatat Nehramit memiliki rekor 1-0 di ONE dan kemenangan itu datang lewat knockout.
Catatan sederhana ini penting, karena ONE Friday Fights sering menjadi jalur percepatan: petarung yang tampil mengesankan bisa mendapat panggilan lebih besar, kontrak, atau kesempatan melawan nama yang lebih dikenal.
Dengan kata lain, KO pada debut bukan hanya highlight—itu adalah “lamaran kerja” yang diterima ring.
Petarung muda 2005, tapi mentalnya tidak muda
Hal yang sering membedakan prospek yang sekadar “menang” dengan prospek yang benar-benar “menanjak” adalah cara mereka terlihat di panggung besar. Ada petarung muda yang terlihat terburu-buru—tegang, liar, ingin cepat selesai sampai lupa pertahanan. Ada juga yang terlihat seperti sudah pernah berada di sana: menekan dengan sadar, memilih momen, lalu menyelesaikan.
KO di ronde pertama—di Lumpinee, di ONE Friday Fights—memberi kesan bahwa Nehramit punya mental tipe kedua. Apalagi ia tampil di usia sekitar 19 tahun (berdasarkan umur pada profil ONE).
Dan di Muay Thai Thailand, “usia muda” sering berarti jam terbang yang tidak muda. Banyak petarung Thailand bertarung sejak kecil, jadi ketika mereka masuk panggung global saat remaja akhir, mereka sebenarnya membawa pengalaman bertahun-tahun—hanya saja panggungnya baru.
Setelah debut KO, tantangan sebenarnya baru dimulai
Debut KO itu menempatkan Nehramit di radar penonton ONE Friday Fights. Tapi justru setelah sorotan pertama itulah ujian dimulai: bagaimana ia menyesuaikan diri ketika lawan berikutnya datang dengan gameplan khusus untuk mematikan agresinya? Bagaimana ia bertarung ketika KO tidak datang di ronde pertama? Bagaimana ia mengelola jarak saat menghadapi petarung yang lebih tinggi, lebih licin, atau lebih sabar?
Namun, satu hal sudah jelas: Nehramit Annymuaythai datang ke ONE bukan untuk “belajar pelan-pelan”. Ia datang untuk menggebrak—dan ia sudah membuktikannya di laga pertamanya.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda