Attachai Kelasport: Anak Desa Di Partai Utama ONE Friday Fights

Piter Rudai 07/04/2026 5 min read
Attachai Kelasport: Anak Desa Di Partai Utama ONE Friday Fights

Jakarta -Di Thailand, Muay Thai bukan sekadar olahraga. Ia sering menjadi bagian dari masa kecil, jalan hidup, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Dari tradisi keras itulah Attachai Kelasport tumbuh. Ia bukan petarung yang datang ke ONE Championship dengan sorotan besar sejak awal, melainkan atlet yang dibentuk oleh jam terbang, disiplin, dan proses panjang di sirkuit Muay Thai Thailand. Ketika namanya mulai muncul di kartu-kartu ONE Friday Fights, yang terlihat bukan hanya seorang petarung muda dengan teknik yang rapi, tetapi sosok yang sedang mencoba mengubah pengalaman lokal menjadi pengakuan internasional.

Attachai Kelasport lahir pada 23 Agustus 2002, sesuai konteks usia 23 tahun yang ditampilkan ONE saat ini. Ia berasal dari Thailand dan bertarung di rentang strawweight Muay Thai, dengan tinggi 168 cm. Dalam artikel resmi tentang ONE Friday Fights 150, ONE menyebutnya sebagai petarung kidal yang bertalenta dan “technically gifted southpaw,” sebuah deskripsi yang sangat sesuai dengan gambaran Anda tentang gaya bertarungnya yang mengandalkan kombinasi tendangan dan pukulan khas Muay Thai klasik.

Yang menarik, identitas teknis seperti ini membuat Attachai tampak berbeda dari petarung yang hanya bertumpu pada agresi mentah. Ia terlihat seperti petarung yang suka membangun ritme, mengumpulkan poin dengan tendangan dan tekanan, lalu memaksa lawan bertarung dalam tempo yang ia pilih. Kemenangan resminya atas Poye Adsanpatong lewat unanimous decision di ONE Friday Fights 66 memberi petunjuk kuat bahwa ia cukup nyaman menang dengan kontrol dan disiplin, bukan hanya dengan ledakan sesaat. Ini adalah pembacaan dari gaya bertarung dan hasil resminya, bukan kutipan langsung tunggal.

Meniti nama di Muay Thai lokal Thailand

Attachai datang ke organisasi ini dengan bekal pengalaman Muay Thai yang cukup besar, hingga ONE menulis ia memiliki 82 persen career win rate menjelang ONE Friday Fights 150. Angka ini menunjukkan bahwa sebelum sorotan ONE datang, ia memang sudah lebih dulu menjadi petarung yang terbiasa menang.

Dalam konteks Muay Thai Thailand, persentase kemenangan setinggi itu biasanya hanya dimiliki oleh petarung yang benar-benar sudah teruji di level lokal dan regional. Jadi, meskipun rincian spesifik tentang stadium dan promotor lokal belum bisa saya pastikan dari sumber resmi yang saya temukan, cukup jelas bahwa Attachai bukan pendatang mentah. Ia datang ke ONE dengan dasar kompetitif yang nyata.

Debut ONE Friday Fights

Debut resmi Attachai di ONE Championship terjadi pada ONE Friday Fights 66, saat ia menghadapi Poye Adsanpatong dalam laga Muay Thai 121 lbs. Hasil resmi ONE mencatat bahwa Attachai menang lewat unanimous decision. Artikel hasil resmi ONE juga menjelaskan bahwa ia mendorong tempo, menggunakan tekanan dan low kick untuk sedikit demi sedikit mengungguli lawannya, lalu membuka akun kemenangan di ONE dengan cara yang meyakinkan. Profil atlet resminya di ONE juga masih menampilkan kemenangan ini sebagai hasil yang tercatat di bagian “Event Results,” dengan breakdown resmi 1 kemenangan, 0 kekalahan, yang tampaknya belum diperbarui penuh dengan laga-laga berikutnya.

Kemenangan debut seperti ini sangat penting bagi petarung muda Thailand di ONE Friday Fights. Ia bukan sekadar tambahan angka di rekor, tetapi validasi bahwa gaya bertarung mereka bisa diterjemahkan ke panggung global. Attachai tidak menang dengan knockout spektakuler, tetapi justru dengan hal yang sering menjadi ciri petarung Thailand teknis: ketenangan, akurasi, dan kontrol ritme. Itu memberi kesan awal bahwa ia bukan hanya petarung seru, tetapi juga petarung yang tahu bagaimana memenangkan ronde.

Rekor ONE dan perubahan yang perlu dicatat

Di sinilah ada perbedaan penting dengan rincian yang Anda berikan. Anda menulis rekor profesional Attachai di ONE adalah 2 kemenangan dan 1 kekalahan. Namun, sumber resmi ONE yang dapat saya akses saat ini hanya secara jelas menampilkan 1 kemenangan resmi di profil atletnya, yaitu atas Poye Adsanpatong. Di sisi lain, Tapology mencatat bahwa pada 6 Maret 2026, Attachai kalah dari Brucelee Sor Boonmeerit lewat unanimous decision di ONE Friday Fights 145. Selain itu, artikel resmi ONE menjelang Friday Fights 150 menulis bahwa Attachai sedang dalam tren tiga laga tanpa kalah dan berada dalam hot form, yang mengisyaratkan bahwa ia punya hasil-hasil lain di luar yang tampak jelas pada profil resminya yang belum diperbarui penuh. Karena data resmi dan data pihak ketiga belum sepenuhnya sinkron, saya tidak bisa menegaskan rekor 2-1-0 sebagai fakta final tanpa catatan.

ONE Friday Fights 150

Salah satu perkembangan paling besar dalam karier Attachai saat ini adalah penempatannya sebagai main event di ONE Friday Fights 150 melawan Kompet Sitsarawatsuer. Artikel resmi ONE menulis bahwa laga ini adalah strawweight Muay Thai showdown, dan halaman event resmi juga menempatkan Kompet vs Attachai sebagai partai utama. Ini adalah sinyal yang sangat penting. ONE tidak sembarangan menaruh seorang petarung di partai utama. Biasanya, posisi itu diberikan kepada petarung yang dianggap sedang panas, menarik secara gaya bertarung, dan cukup layak untuk diberi sorotan lebih besar.

Dalam artikel promosi yang sama, ONE juga menggambarkan Attachai sebagai petarung muda yang sedang mengincar kontrak yang mengubah hidup dan pengakuan global. Kalimat ini sangat penting secara naratif. Itu berarti kisahnya sekarang bukan lagi tentang sekadar bertahan di kartu Friday Fights. Ia sedang berada di fase ketika satu kemenangan besar bisa mengubah statusnya dari petarung sirkuit Bangkok menjadi nama yang jauh lebih dikenal di seluruh ekosistem ONE.

Gaya bertarung yang membuatnya menarik

Attachai disebut oleh ONE sebagai southpaw dan petarung yang “technically gifted.” Dalam konteks Muay Thai, dua hal ini sangat berarti. Southpaw yang teknis biasanya mampu menciptakan sudut yang tidak nyaman bagi lawan ortodoks, terutama lewat tendangan kiri, low kick, dan kombinasi yang keluar dari ritme yang tidak biasa. Ditambah lagi, artikel hasil debutnya menyoroti tekanan dan low kick sebagai elemen penting dalam kemenangannya. Semua ini cocok dengan gambaran Anda bahwa ia bertarung dengan Muay Thai klasik, mengandalkan kombinasi tendangan dan pukulan.

Yang membuatnya lebih menarik lagi adalah bahwa ia tampaknya bukan tipe petarung yang liar tanpa struktur. Ia lebih terlihat seperti petarung yang mengandalkan pembacaan jarak dan kesabaran, lalu mengakumulasi keunggulan sedikit demi sedikit. Di panggung Friday Fights, gaya seperti ini bisa sangat efektif, terutama jika dipadukan dengan pengalaman panjang di Muay Thai Thailand. Ini adalah inferensi dari deskripsi ONE dan cara ia menang pada debutnya.

Yang membuat Attachai layak diperhatikan bukan hanya hasil-hasilnya, tetapi posisinya saat ini. Ia masih muda, punya gaya southpaw teknis yang menarik, membawa persentase kemenangan karier yang tinggi menurut ONE, dan sedang berada di momen ketika sorotan mulai bergerak ke arahnya. Dalam dunia Muay Thai, fase seperti ini sering menjadi titik paling menarik dari sebuah perjalanan. Karena justru di sinilah seorang petarung mulai membuktikan apakah ia hanya talenta bagus, atau benar-benar calon nama besar berikutnya.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...