Jiří Procházka: Petarung Ceko Yang Menaklukkan Dunia MMA

Piter Rudai • 23/10/2026 • 4 min read
Jiří Procházka: Petarung Ceko Yang Menaklukkan Dunia MMA

Jakarta – Dalam dunia mixed martial arts (MMA), Jiří Procházka bukan sekadar petarung dengan pukulan keras dan gaya bertarung yang sulit ditebak. Ia adalah sosok yang memadukan agresivitas, keberanian, dan filosofi hidup ala samurai. Lahir di Hostěradice, Republik Ceko, pada 14 Oktober 1992, Procházka tumbuh menjadi salah satu petarung paling menarik di kelas light heavyweight UFC. Perjalanannya menuju puncak tidak berlangsung mulus, tetapi justru dibentuk oleh masa lalu yang penuh gejolak, disiplin keras, dan keinginan untuk terus menaklukkan dirinya sendiri.

Perjalanan Procházka menuju dunia pertarungan profesional berawal dari masa remajanya. Setelah kehilangan sang ayah ketika berusia enam tahun, ia mengaku sempat menjalani kehidupan tanpa arah yang jelas. Saat muda, ia terlibat dalam kelompok suporter sepak bola garis keras FC Zbrojovka Brno dan berbagai perkelahian. Namun, pada usia 17 tahun, ia mulai menyalurkan energi agresifnya ke dalam latihan bela diri. Ia memulai latihan pada Januari 2009, kemudian mengembangkan kemampuan bertarung yang membawanya menuju kompetisi profesional. Perubahan besar dalam hidupnya juga dipengaruhi oleh The Book of Five Rings, karya pendekar Jepang Miyamoto Musashi, yang memperkenalkannya pada pemikiran tentang disiplin, pengendalian diri, dan jalan seorang pejuang.

Pada 2012, Procházka memulai karier profesional MMA dan membangun reputasinya melalui kemenangan demi kemenangan di berbagai organisasi. Namanya mulai diperhitungkan ketika tampil di Jepang bersama RIZIN Fighting Federation. Pada turnamen Grand Prix 2015, ia mengalahkan judoka peraih emas Olimpiade Satoshi Ishii, kemudian menyingkirkan Vadim Nemkov sebelum kalah dari Muhammed Lawal di final. Kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting. Procházka bangkit dan akhirnya mengalahkan Lawal pada 2019 untuk merebut gelar kelas light heavyweight RIZIN. Rentetan penampilan impresifnya membuka jalan menuju panggung terbesar MMA dunia: UFC.

Debut UFC-nya berlangsung pada Juli 2020 melawan Volkan Oezdemir di UFC 251. Procházka menang melalui knockout pada ronde kedua, memperlihatkan bahwa dirinya bukan sekadar pendatang baru. Pada Mei 2021, ia kembali mencuri perhatian dengan menghentikan Dominick Reyes melalui spinning back elbow yang spektakuler. Dua kemenangan itu mengantarkannya ke perebutan gelar melawan Glover Teixeira di UFC 275 pada Juni 2022. Dalam pertarungan dramatis yang berlangsung ketat hingga ronde kelima, Procházka membalikkan keadaan dengan rear-naked choke, merebut sabuk kelas light heavyweight sekaligus menjadi juara UFC pertama dari Republik Ceko. Pertarungan tersebut kemudian mendapat pengakuan sebagai Fight of the Year 2022.

Sayangnya, masa pemerintahannya sebagai juara tidak berlangsung lama. Cedera bahu membuatnya mengosongkan gelar pada akhir 2022 agar dapat menjalani pemulihan. Ketika kembali pada November 2023, ia menghadapi Alex Pereira untuk memperebutkan sabuk yang lowong, tetapi kalah melalui TKO pada ronde kedua. Kekalahan itu berlanjut dalam duel ulang di UFC 303 pada Juni 2024, ketika Pereira kembali menghentikannya pada ronde kedua. Meski demikian, Procházka menunjukkan daya bangkit dengan mengalahkan Aleksandar Rakić pada UFC 300, Jamahal Hill pada Januari 2025, serta Khalil Rountree Jr. pada Oktober 2025. Upayanya merebut kembali gelar kemudian terhenti setelah Carlos Ulberg mengalahkannya melalui knockout ronde pertama di UFC 327 pada April 2026.

Di balik hasil pertandingan tersebut, gaya bertarung Procházka menjadi daya tarik tersendiri. Bertarung di kelas light heavyweight dengan batas berat 205 pon atau sekitar 93 kilogram, ia dikenal mengandalkan serangan berdiri yang agresif, pergerakan tak terduga, pukulan berputar, siku, lutut, serta kemampuan beradaptasi ketika pertarungan berlanjut ke area grappling. Gaya bertarungnya kerap dikaitkan dengan karate, tetapi ia menggabungkannya dengan pengalaman Muay Thai dan MMA. Ia berani mengambil risiko, mengubah sudut serangan secara spontan, dan menekan lawan dalam pertukaran pukulan. Pendekatan itu membuatnya berbahaya, meskipun pertahanan yang terbuka terkadang memberinya risiko menerima serangan balasan.

Filosofi bushido turut membentuk mentalitas kompetitifnya. Bagi Procházka, latihan bukan hanya persiapan fisik, melainkan sarana memahami rasa takut, mengendalikan ego, dan mengenali kelemahan diri. Ia dikenal melakukan latihan yang tidak biasa, termasuk latihan pukulan dengan mata tertutup, latihan pernapasan, dan berenang di air dingin, sebagai bagian dari upayanya mengembangkan konsentrasi serta ketahanan mental. Metode tersebut mencerminkan pendekatan pribadinya, bukan berarti semuanya terbukti lebih unggul daripada metode latihan konvensional. Ia berlatih bersama tim di Jetsaam Gym, Brno, di bawah bimbingan pelatih Martin Karaivanov dan Jaroslav Hovězák.

Hingga Oktober 2026, rekor profesional Procházka tercatat 32 kemenangan, 6 kekalahan, dan 1 hasil imbang, berdasarkan profil resmi UFC. Sebanyak 28 kemenangannya diraih melalui KO/TKO dan tiga melalui submission. Ia pernah menjadi juara kelas light heavyweight UFC dan dua kali juara kelas yang sama di RIZIN. Kekalahan dari Pereira dan Ulberg menunjukkan bahwa perjalanan kembali ke puncak tidak mudah. Namun, Procházka tetap menjadi figur penting dalam MMA modern: petarung yang mengandalkan keberanian, kreativitas, dan pencarian makna di balik setiap pertarungan. Kisahnya membuktikan bahwa menjadi pejuang bukan hanya soal menjatuhkan lawan, tetapi juga tentang kemampuan bangkit ketika diri sendiri diuji.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...