Wanpadej Looksuan: Petarung Flyweight Di ONE Friday Fights

Piter Rudai 24/02/2026 5 min read
Wanpadej Looksuan: Petarung Flyweight Di ONE Friday Fights

Jakarta – Di Lumpinee, tempat pertarungan terasa seperti dentuman yang tidak pernah benar-benar berhenti, petarung muda sering diuji dengan cara paling jujur: bisakah kamu tetap rapi ketika ritme dipercepat? Banyak yang bisa keras. Banyak yang bisa cepat. Namun tidak banyak yang bisa cepat dan keras sambil tetap menjaga struktur Muay Thai yang disiplin—mulai dari jarak, timing, sampai cara keluar dari pertukaran tanpa meninggalkan celah.

Di fase itulah nama Wanpadej Looksuan mulai mencuri perhatian. Ia bukan petarung yang “mencari aman.” Tapi ia juga bukan petarung yang bertarung liar tanpa arah. Dalam tiga penampilan yang membentuk rekor 2 kemenangan dan 1 kekalahan di ONE Friday Fights, Wanpadej memperlihatkan karakter: ortodoks, agresif, dan cukup taktis untuk menang lewat KO maupun lewat keputusan.
Wanpadej lahir pada 3 Desember 2002 dan kini berusia 23 tahun. Dengan tinggi 172 cm, ia berada di profil fisik yang menguntungkan untuk flyweight Muay Thai—cukup tinggi untuk memaksimalkan teep dan body kick, tetapi tetap ringkas untuk memanfaatkan clinch saat lawan mencoba merapat. Mewakili tim Looksuan, ia dikenal mengandalkan kombinasi tendangan keras, pukulan cepat, serta clinch yang efektif untuk menekan lawan.
Profil Singkat
    • Nama: Wanpadej Looksuan
    • Tanggal lahir: 3 Desember 2002 (usia 23 tahun)
    • Kebangsaan: Thailand
    • Tinggi: 172 cm
    • Divisi: Flyweight Muay Thai (ONE Championship)
    • Ajang: ONE Friday Fights
    • Tim: Looksuan
    • Stance: Ortodoks
    • Rekor di ONE: 2 menang – 1 kalah
    • Sorotan hasil: KO vs Petphadan Jitmuangnon, menang keputusan vs Tang Qiqin
Yang membuat profil ini menarik bukan hanya rekor, melainkan cara ia menang: satu kemenangan KO menunjukkan daya ledak, sementara kemenangan keputusan menunjukkan disiplin dan kemampuan mengelola ronde.
172 cm di Flyweight: Keuntungan yang Bisa Diubah Menjadi Senjata
Dalam Muay Thai, tinggi badan sering terkait dengan dua hal: jangkauan dan kontrol jarak. Di flyweight, kecepatan biasanya sangat tinggi, sehingga petarung yang lebih tinggi sering mendapat bonus: ia bisa “mengatur lalu lintas” pertarungan dengan teep, jab, dan body kick—memaksa lawan melewati pagar serangan sebelum masuk jarak pukul.
Pada Wanpadej, tinggi 172 cm memberikan tiga keuntungan yang jelas:
    1. Teep dan tendangan panjang untuk memagari lawan. Dia bukan sekadar tendangan dorong; ia adalah cara mengganggu ritme, menghilangkan timing lawan, dan memaksa lawan restart serangan dari nol.
    2. Body kick untuk menguras stamina. Flyweight punya pace cepat, tetapi pace cepat pun bisa patah kalau napas dicuri berulang kali. Tendangan badan yang konsisten membuat lawan lambat, guard turun, dan reaksi makin terlambat.
    3. Leverage saat masuk clinch. Postur yang sedikit lebih tinggi membantu saat mengunci kepala, mengontrol lengan, dan memaksa lawan menahan beban. Ini membuat clinch menjadi alat tekanan, bukan sekadar pelarian.
    4. Ortodoks yang Agresif, Tapi Tetap “Rapi”
      Wanpadej digambarkan sebagai petarung dengan gaya ortodoks khas Muay Thai: tendangan keras, pukulan cepat, clinch efektif. Jika kita uraikan, gaya ini membentuk alur pertarungan yang jelas.
      1) Tendangan keras sebagai fondasi (bukan hiasan): banyak petarung muda melempar tendangan sekadar untuk “terlihat aktif.” Wanpadej cenderung memakainya sebagai pondasi: tendangan untuk mengontrol jarak, lalu pukulan untuk memotong masuk.
      2) Pukulan cepat untuk memanen celah: dalam Muay Thai modern, pukulan sering menjadi pembeda karena scoring juga menghargai serangan yang terlihat jelas dan bersih. Pukulan cepat, terutama kombinasi dua-tiga, sering membuat lawan berhenti menendang dan mulai bertahan.
      3) Clinch efektif untuk menekan: dipakai sebagai alat dominasi. Saat lawan sudah “dipaksa” masuk atau bertahan di dekat pagar, clinch membantu mengunci posisi dan menguras tenaga. Lutut di clinch dan kontrol posisi membuat lawan kehilangan kesempatan membangun serangan panjang.
Yang menarik: tiga alat ini, tendangan, pukulan, clinch, saling menguatkan. Tendangan membuat lawan ragu maju, pukulan menghukum saat lawan nekat maju, clinch menghukum saat lawan bertahan terlalu dekat.
2-1 yang Mengajarkan Dua Cara Menang
ONE Friday Fights adalah panggung yang sangat jujur bagi petarung muda. Kamu tidak punya banyak waktu untuk “adaptasi” di kamera. Setiap penampilan adalah audisi berikutnya.
Rekor 2-1 Wanpadej menunjukkan dua hal penting:
1. KO atas Petphadan Jitmuangnon: “Pernyataan Finisher”
Kemenangan KO adalah hasil yang paling cepat menaikkan nilai seorang petarung di ONE. KO atas Petphadan Jitmuangnon adalah bukti bahwa Wanpadej bukan hanya teknisi; ia punya daya rusak.
KO biasanya lahir dari dua hal:
    • timing yang tepat (memilih momen saat lawan terbuka),
    • eksekusi yang tidak ragu (berani menutup pertandingan ketika celah muncul).
Kemenangan ini seperti pesan singkat: kalau kamu salah langkah, malammu bisa berakhir cepat.
2. Menang keputusan atas Tang Qiqin: “Bukti kedewasaan dan kontrol”
Kemenangan keputusan sering diremehkan, padahal justru itulah ujian disiplin. Menang lewat keputusan berarti Wanpadej mampu:
    • menjaga tempo,
    • tetap aktif dan efektif,
    • tidak menghabiskan stamina sia-sia,
    • dan menjaga jarak agar lawan tidak mencuri momen dramatis di akhir ronde.
Ini penting untuk prospek muda, karena menunjukkan ia tidak bergantung pada “satu jalan” kemenangan saja.
3. Satu kekalahan
Di panggung sekeras ONE Friday Fights, kekalahan adalah bagian dari proses. Yang menarik bukan kekalahannya, melainkan apa yang biasanya lahir setelahnya: petarung yang lebih rapi dalam defense, lebih selektif saat mengejar finishing, dan lebih pintar dalam mengelola energi.
Jika Wanpadej bisa mengubah kekalahan menjadi pembenahan detail, ia akan menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya.
Paket yang Disukai ONE
Untuk petarung usia 23 tahun, Wanpadej punya beberapa nilai jual yang sangat “ONE-friendly”:
    1. Masih muda, ruang berkembang besar: di usia 23, peningkatan teknik biasanya masih cepat—baik dari segi timing, stamina, maupun variasi serangan.
    2. Bisa menang KO dan bisa menang keputusan: ini menunjukkan keseimbangan: ada finishing, ada kontrol.
    3. Gaya agresif yang mudah dipahami penonton: penonton kasual menyukai petarung yang menekan dan menyerang. Penonton teknis menyukai petarung yang menyerang tapi tetap rapi. Wanpadej punya potensi menyenangkan dua pihak.
    4. Clinch sebagai pembeda: di flyweight, banyak petarung mengandalkan speed dan boxing. Petarung yang punya clinch efektif sering menjadi “spoiler” yang mengganggu ritme lawan.
Aspek Menarik: Apa yang Bisa Membuat Wanpadej Cepat Naik?
Jika melihat fondasi yang ia punya, ada tiga aspek yang bisa menjadi “pembuka jalan” menuju momentum besar:
    1. Konsistensi serangan kaki (low kick + body kick): low kick yang stabil membuat lawan lambat dan sulit keluar dari tekanan. Body kick menguras stamina. Kombinasi ini bisa membuat ronde akhir menjadi milik Wanpadej.
    2. Variasi clinch (kontrol + lutut + keluar dengan pukulan): clinch bukan hanya menahan. Clinch paling efektif adalah clinch yang menghasilkan damage, lalu keluar dengan pukulan bersih yang terlihat oleh juri.
    3. Manajemen tempo saat mengejar KO: petarung muda kadang terlalu bernafsu mengejar finishing setelah melihat lawan goyah. Wanpadej akan makin berbahaya jika ia bisa mengejar dengan rapi—tidak membuka celah counter.
Cerita yang Sedang Menanjak
Wanpadej Looksuan adalah contoh prospek Muay Thai Thailand yang sedang naik di ONE Friday Fights: postur ideal 172 cm untuk flyweight, gaya ortodoks yang agresif, dan kemampuan menekan lewat tendangan serta clinch. Rekor 2-1 mungkin terlihat masih “awal,” tetapi cara ia menang—KO dan keputusan, menunjukkan ia punya dua senjata penting: daya ledak dan disiplin. Di ONE Friday Fights, petarung yang punya karakter kuat biasanya hanya butuh satu hal untuk melesat: konsistensi.
Jika Wanpadej menemukan konsistensi itu, ia bisa menjadi nama yang makin sering dibicarakan—bukan sekadar petarung muda tim Looksuan, tetapi ancaman nyata di flyweight Muay Thai ONE Championship.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda
Loading next article...