Perjalanan Anuar Cisneros Dari Meksiko Ke ONE Friday Fights

Piter Rudai 03/06/2026 4 min read
Perjalanan Anuar Cisneros Dari Meksiko Ke ONE Friday Fights

Jakarta – Di dunia striking internasional, ada petarung yang lahir dari tradisi kuat Thailand, Jepang, atau Eropa. Namun sesekali, muncul nama dari tempat yang tidak selalu menjadi pusat sorotan, lalu memaksa publik menoleh karena keberanian, gaya bertarung, dan kemauan untuk menantang siapa pun. Anuar Cisneros adalah salah satu nama itu. Ia datang dari Meksiko, membawa identitas petarung ortodoks yang berfokus pada striking, lalu menapaki panggung ONE Championship dengan cara yang keras, cepat, dan penuh risiko. Anuar Cisneros sebagai atlet dari Meksiko dengan rangkaian hasil di ONE berupa kemenangan atas Walid Sakhraji dan Shun Shiraishi, serta kekalahan dari Khundet PK Saenchai.

Cisneros memang tampil sebagai petarung striking dengan orientasi Muay Thai yang kuat. Ia bertarung di batas 135 lbs / 61,2 kg pada beberapa laga yang tercatat di sebuah sumber, yang sesuai dengan konteks bantamweight ONE. Profil resmi ONE menempatkannya sebagai petarung dari Meksiko, sementara sumber lain menulis ia lahir di Meksiko dan bertarung dari Thailand, sebuah detail yang menarik karena menunjukkan bahwa jalur kariernya juga melewati lingkungan latihan Asia Tenggara yang sangat dekat dengan tradisi Muay Thai.

Salah satu bab penting dalam kisahnya dimulai pada ONE Friday Fights 133 tanggal 14 November 2025, ketika Anuar menghadapi Walid Sakhraji. Sebuah sumber mencatat laga itu berlangsung di 135 lbs (61,2 kg) dan berakhir dengan kemenangan unanimous decision untuk Cisneros. Kemenangan ini penting karena memperlihatkan sisi yang lebih tenang dari dirinya. Ia tidak menang lewat ledakan sesaat, tetapi lewat kontrol pertarungan selama tiga ronde penuh. Untuk petarung yang ingin dikenal sebagai striker, kemenangan seperti ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pemburu knockout, melainkan atlet yang juga mampu menjaga ritme dan disiplin sepanjang laga.

Kemenangan atas Walid Sakhraji menjadi fondasi awal yang berarti. Dalam banyak kasus, petarung muda atau pendatang baru di ONE Friday Fights sering berusaha terlalu keras untuk langsung tampil spektakuler. Cisneros justru memperlihatkan pendekatan yang lebih matang. Ia mampu menyelesaikan tiga ronde, memenangi keputusan juri, dan membangun kepercayaan diri dengan cara yang bersih. Itu penting, karena kemenangan pertama yang rapi sering kali menjadi dasar mental untuk laga-laga yang lebih berat sesudahnya.

Lalu datang momen yang benar-benar membuat namanya lebih mudah diingat. Pada ONE Friday Fights 138 tanggal 16 Januari 2026, Anuar Cisneros menghadapi petarung Jepang Shun Shiraishi dalam laga kickboxing flyweight/bantamweight ringan 135 lbs. Hasilnya tegas: Cisneros menang lewat TKO ronde kedua pada 0:42. Ini adalah kemenangan yang sangat penting, karena memperlihatkan sisi paling berbahaya dari dirinya: ketika peluang terbuka, ia mampu menutup laga dengan cepat dan tanpa banyak keraguan.

Kemenangan atas Shun Shiraishi memberi warna yang jauh lebih kuat pada identitas Anuar Cisneros. Ia tidak lagi hanya terlihat sebagai petarung yang bisa menang angka, tetapi juga petarung yang punya daya rusak nyata. Menang TKO di panggung ONE Friday Fights memberi dampak psikologis besar, bukan hanya untuk lawan-lawan berikutnya, tetapi juga untuk penonton dan promotor. Dari sana, Cisneros mulai tampak seperti petarung yang layak dipantau lebih serius, terutama karena ia datang dari Meksiko, negara yang tidak selalu menjadi pusat utama Muay Thai dunia.

Namun, seperti banyak kisah petarung lainnya, perjalanan Anuar tidak berjalan lurus terlalu lama. Pada ONE Friday Fights 148 akhir Maret 2026, ia berhadapan dengan Khundet PK Saenchai. Kali ini, hasilnya berbalik. Sumber data lain dan profil resmi ONE menampilkan bahwa Khundet menang lewat unanimous decision, sementara halaman profil Khundet juga mencatat kemenangan itu secara jelas. Kekalahan ini penting karena menunjukkan bahwa setelah naik momentum lewat dua kemenangan, Cisneros kembali diingatkan tentang kerasnya kompetisi di level ONE.

Kekalahan dari Khundet bukan sekadar angka tambahan di kolom kalah. Ia adalah bagian penting dari pembentukan. Dalam olahraga seperti Muay Thai dan kickboxing, kekalahan keputusan juri sering berbicara tentang detail: siapa yang lebih efisien, siapa yang lebih bersih, siapa yang lebih konsisten memegang ronde. Bagi petarung seperti Anuar Cisneros, yang tampak dibangun dari agresi dan keberanian, duel seperti ini memberi pelajaran penting tentang manajemen tempo dan kematangan taktis. Ia masih muda, dan justru kekalahan seperti inilah yang sering membentuk petarung menjadi versi yang lebih lengkap.

Dari sisi gaya, deskripsi tentang Anuar sebagai petarung ortodoks dengan fokus striking terasa sangat tepat. Meski profil resmi ONE tidak merinci seluruh tekniknya dalam paragraf panjang, seluruh jejak laganya menunjukkan bahwa ia hidup sepenuhnya di wilayah striking. Ia menang dan kalah dalam duel berdiri, baik dalam aturan Muay Thai maupun kickboxing. Ini membuatnya mudah dikenali: ia adalah petarung yang datang untuk bertukar, untuk menekan, dan untuk mencari celah melalui pukulan serta serangan kaki yang rapi.

Ada pula sisi menarik dari identitas geografis dan jalur latihannya. Sumber lain menulis bahwa ia lahir di Meksiko tetapi bertarung dari Thailand, sementara salah satu jejak lain di hasil pencarian juga menyinggung bahwa awal karier profesionalnya berkaitan dengan promosi Muay Thai/MMA di Meksiko seperti Budo Sento. Ini memberi gambaran bahwa Cisneros bukan petarung yang tumbuh hanya di satu dunia. Ia membawa akar Meksiko, tetapi menempuh pembentukan dalam lingkungan yang sangat dekat dengan striking Asia Tenggara. Kombinasi ini membuat kisahnya terasa unik.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Anuar Cisneros belum memiliki gelar besar di ONE. Namun fondasinya sudah cukup menarik untuk dihargai. Ia sudah mencatat kemenangan resmi lewat unanimous decision dan TKO, tampil di ONE Friday Fights, dan menghadapi lawan-lawan dari Maroko, Jepang, dan Thailand dalam rentang waktu yang relatif singkat. Untuk petarung dari Meksiko yang sedang meniti nama di panggung striking internasional, itu adalah awal yang sangat berarti.

Pada akhirnya, Anuar Cisneros adalah kisah tentang petarung Meksiko yang sedang membangun dirinya lewat jalan yang nyata. Ia datang dengan gaya ortodoks, fokus pada striking, dan keberanian untuk melawan siapa saja di panggung ONE. Rekornya kini tidak lagi 2-1, tetapi 2-2 menurut data resmi terbaru. Namun justru di situlah ceritanya menjadi lebih hidup. Ia sudah menang, sudah kalah, sudah merasakan TKO spektakuler, dan juga keputusan juri yang pahit. Dalam olahraga seperti Muay Thai, petarung yang melewati fase-fase seperti itu sering kali menjadi jauh lebih menarik untuk diikuti, karena kisah terbaik mereka biasanya belum selesai ditulis.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...