Skuad De Oranje Bersama Xavi Hernandez

Eva Amelia • 23/09/2026 • 4 min read
Skuad De Oranje Bersama Xavi Hernandez

Jakarta – Terpilihnya Xavi Hernández  sebagai pelatih kepala Timnas Belanda (De Oranje) pada Agustus 2026 menandai era baru yang sangat revolusioner. Menyuksesi Ronald Koeman yang mundur pasca-Piala Dunia 2026, legenda Barcelona dan Spanyol ini diikat kontrak jangka panjang hingga 2030. Penunjukan ini sekaligus mencetak sejarah karena Xavi menjadi pelatih asing pertama yang menukangi De Oranje dalam kurun waktu 48 tahun terakhir.

Menghadapi kampanye UEFA Nations League pada September 2026, skuad Belanda langsung dihadapkan pada ujian berat di bawah filosofi tiki-taka modern yang diusung sang juru taktik baru. Xavi secara terbuka menegaskan bahwa target utamanya bukan sekadar meraih hasil akhir, tetapi juga mengembalikan identitas sepak bola menyerang yang atraktif dan membanggakan bagi 18 juta rakyat Belanda. Transformasi taktik ini langsung mencuri perhatian para pengamat sepak bola Eropa, mengingat kultur total football tradisional kini berpadu dengan DNA penguasaan bola ala La Masia.

Dalam skuad racikan pertamanya untuk UEFA Nations League September 2026 ini, lini pertahanan Belanda tetap bertumpu pada fondasi kokoh yang dipimpin oleh sang kapten, Virgil van Dijk. Pengalaman Van Dijk di lini belakang sangat krusial untuk mengimplementasikan instruksi Xavi agar lini pertahanan berani membangun serangan pendek dari bawah (build-up play). Mendampingi Van Dijk, Matthijs de Ligt dan Nathan Aké memberikan fleksibilitas taktik yang luar biasa, baik ketika formasi diubah menjadi empat sejajar maupun tiga bek.

Sektor penjaga gawang mempercayakan posisi utama kepada Bart Verbruggen yang dinilai memiliki distribusi bola sangat baik dengan kakinya—sebuah syarat mutlak bagi pelatih yang menggilai penguasaan bola seperti Xavi. Di posisi bek sayap, kehadiran Denzel Dumfries di sisi kanan memberikan dimensi fisik dan kecepatan eksplosif untuk melakukan overlap, sementara Quilindschy Hartman atau Jeremie Frimpong mengisi pos di sisi kiri guna memastikan transisi menyerang berjalan lancar.

Jantung permainan tentu berada di lini tengah, area yang paling disorot di bawah era kepelatihan Xavi Hernández. Frenkie de Jong, yang sudah sangat memahami gaya bermain Xavi dari era Barcelona, diproyeksikan sebagai metronom utama di lini tengah Oranje. Peran De Jong akan didukung oleh agresivitas dan visi cemerlang dari Ryan Gravenberch serta kualitas teknis yang dimiliki oleh Quinten Timber atau Teun Koopmeiners di sektor gelandang sentral.

Xavi dikabarkan sangat terkesan dengan profil gelandang-gelandang modern Belanda yang memiliki kombinasi fisik tangguh khas Eropa Utara dan teknik tinggi. Kombinasi ini diharapkan mampu mendominasi penguasaan lini tengah saat menghadapi lawan-lawan tangguh di UEFA Nations League, meminimalisasi kehilangan bola yang tidak perlu, dan memegang kontrol penuh tempo pertandingan dari menit pertama hingga akhir.

Beralih ke lini depan, trisula penyerang Belanda diisi oleh kombinasi kecepatan, kelincahan, dan ketajaman insting mencetak gol. Cody Gakpo di sisi kiri tetap menjadi ancaman nyata lewat kemampuan cut-inside dan tembakan akuratnya, sementara Donyell Malen atau Crysencio Summerville siap merepotkan pertahanan lawan dari sisi sayap kanan dengan kecepatan lari mereka.

Untuk posisi ujung tombak sentral, Brian Brobbey dan Joshua Zirkzee menjadi opsi utama yang saling melengkapi di bawah arahan Xavi. Brobbey menawarkan kekuatan fisik untuk memantulkan bola dan membuka ruang, sementara Zirkzee unggul dalam aspek link-up play serta kecerdasan taktik turun ke bawah untuk menjemput bola, mirip peran penyerang modern yang disukai Xavi semasa melatih di level klub.

Kedalaman skuad Oranje juga diperkaya oleh deretan pemain muda berbakat yang dipanggil untuk memberikan energi segar dalam jadwal padat UEFA Nations League. Nama-nama seperti Xavi Simons digadang-gadang akan memegang peran kunci sebagai kreator nomor sepuluh atau winger kreatif yang mampu membongkar pertahanan blok rendah lawan berkat kreativitas divisinya di ruang sempit.

Proses adaptasi skuad terhadap metode latihan Xavi berjalan dengan intensitas tinggi sejak pemusatan latihan pertama di KNVB Campus, Zeist. Mantan gelandang timnas Spanyol itu menekankan pentingnya penguasaan posisi (positional play), sirkulasi bola cepat, dan pressing ketat langsung seketika kehilangan bola (counter-pressing). Para pemain dilaporkan antusias menyerap ilmu baru dari sosok yang pernah merajai panggung sepak bola dunia sebagai pemain.

Ujian perdana era Xavi langsung tersaji di panggung UEFA Nations League bulan September 2026 ini, di mana Belanda langsung dipertemukan dengan rival abadi mereka, Timnas Jerman. Laga Der Klassiker Eropa ini bukan sekadar perebutan tiga poin perdana di fase grup, tetapi juga menjadi panggung pembuktian sejauh mana efektivitas transformasi total taktik sang pelatih asal Spanyol tersebut dalam waktu singkat.

Ekspektasi publik KNVB sangat tinggi, namun pihak federasi memberikan ruang bagi Xavi untuk membangun fondasi tim jangka panjang hingga Piala Dunia 2030. Meski demikian, DNA kemenangan yang melekat pada diri Xavi membuatnya tidak ingin menunda kesuksesan, menegaskan bahwa timnas Belanda hadir di Nations League untuk bersaing, menikmati permainan, dan keluar sebagai juara.

Melalui kombinasi generasi emas yang matang dan suntikan taktik revolusioner dari Xavi Hernández, skuad Belanda di UEFA Nations League September 2026 menatap masa depan dengan optimisme tinggi. Seluruh pencinta sepak bola kini menanti apakah eksperimen berani mendatangkan pelatih asing pertama dalam hampir lima dekade ini akan mampu mengantar De Oranje kembali mengangkat trofi bergengsi di kancah internasional.

(EA/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...