JAkarta – Badai covid gelombang ketiga telah melanda Indonesia. KAsus harian oenderita covid semakin meningkat hingga mencapai angka psikologis yang ditetapkan Satgas Covid Nasional. Pemerintah mulai memberlakukan lagi PPKM sesuai dengan daerah yang parah terpapar Covid varian Omicron ini. Segala kr=egiatan di luar rumah akan mendapatkan penyesuaian dan pengurangan intensitas. Tak terkecuali bidang olahraga.
Seperti diketahui Liga 1 BRI tealh mengumumkan bahwa banyak dari pemain m=yang bermain di kometisi Liga 1 poisitif terpapar Covid Omicron. Hal ini jelas sangat berpengaruh pada kesiapan para tim melakukan pertandingan. Walaupun telah melaksanakan protokol kesehatan yang sangat ketat, tetap juga banyak pemain yang terpapar covid. Yang terakhir adalah tim Persikabo yang tinggal memiliki 10 pemain yang sehat, namun terpaksa bermain juga melawan Bali United. namun PSSI masih belu juga memutuskan menunda jalannya kompetisi.
Hal yang sama juga terjadi di kompetisi Basket Indonesia. Namun pihak operator kompetisi telah bertindak lebih tegas. Manajemen Indonesian Basketball League (IBL) memutuskan untuk menunda semua sisa pertandingan pada seri kedua IBL 2022. Seluruh pertandingan lanjutan seri kedua IBL diistirahatkan sementara sebagai upaya mitigasi penyebaran Covid-19. Keputusan tersebut diambil menyusul temuan baru kasus positif Covid-19 yang menerpa para pemain hingga perangkat pertandingan liga basket profesional tertinggi di Tanah Air itu.

Berdasarkan hasil tes PCR ulang yang dilakukan kepada seluruh peserta IBL pada 1 Februari, terdapat beberapa pemain yang mendapat hasil positif Covid-19. Hasil serupa juga diterima oleh enam orang wasit yang bertugas pada seri kedua IBL di C-Tra Arena Bandung, yang semula dijadwalkan 29 Januari-5 Februari ini. Akhirnya penyelenggara memutuskan untuk mengistirahatkan seluruh laga yang tersisa pada seri 2, sambil terus melakukan pengawasan kepada para peserta. Dengan penundaan ini, IBL berencana memperpanjang seri kedua di Bandung sehingga seluruh pertandingan yang masih tersisa dapat dilanjutkan.
Setelah IBL memutuskan penundaan pertandingan, maka PSSI dan PT LIB sebagai operator kompetisi tinggal memutuskan apakah kan tetap mengelar pertandingan atau juga menunda pertandingan. Memang wewenang berada di pihak operator, dalam hal ini PT LIB namun PSSI juga dapat memberikan saran mengenai penundaan pertandingan. Karena keselamatan para pemain dan offisial harus ditempatkan di tempat teratas pengambilan keputusan nanti.
(Yp/teamKB)
Fototitle: suara.com