Jakarta – Manchester United benar benar sedang mengalami musim terburuk sepanjang sejarah mereka mengikuti Liga Primer Inggris. Manchester United secara memalukan harus pulang dari markas Brighton & Hove Albion dengan kekalahan telak 4-0 dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (7/5) malam WIB.Hasil tersebut membuat Setan Merah secara matematis tersingkir dari perburuan tiket menuju Liga Champions musim depan.
Selain gagal tampil di Liga Chammpions musim depan, raihan poin Manchester United musim ini tercatat sebagai raihan terendah sepanjang sejarah. Jika menang di laga terakhir melawan Crystal Palace, maka MU akan meraih 61 poin musim ini. Jumlah 61 poin tersebut merupakan rekor terburuk buat Manchester United sepanjang sejarahnya tampil di era Premier League yang bergulir sejak 1992.
Sebelum ini raihan paling rendah dari MU dalam semusim Premier League adalah 64 poin. Raihan 64 poin itu diraih Manchester United pada musim 2013/2014, dengan rincian hasil 19 kemenangan, 7 kali seri, dan 12 kekalahan. Selain itu MU dipastikan mengukir jumlah kebobolan paling banyak dalam semusim Premier League. Dengan tambahan empat gol saat dilumat Brighton, gawang Man United kini sudah kebobolan sebanyak 56 kali pada musim 2021/2022 ini.

Laga terakhir saat bertandang ke Brighton membuktikan betapa buruknya penampilan MU musim ini. Setelah Moises Caicedo membawa Brighton unggul dengan gol pertamanya di Liga Primer pada menit ke-15, pasukan Ralf Rangnick bukannya bangkit tapi malah kolaps di babak kedua.
Tiga gol lebih lanjut dibukukan oleh tuan rumah, yakni melalui aksi Marc Cucurella empat menit usai turun minum, Pascal Gross dan Leandro Trossard masing-masing pada menit ke-57 dan 60, menunjukkan bahwa pertahanan United benar-benar rapuh.
Entah apa lagi yang harus dilakukan MU, bahkan para fans garis keras merekapun mulai berfikir bahwa bencana lebih besar akan melanda MU di musim depan setelah hasil memalukan yang diraih tim kesayangannya musim ini.
(Yp/teamKB)
Fototitle: cnnindonesia