Ada banyak masalah tidur yang dapat dipahami dan dijelaskan oleh sains dan kedokteran. Tetapi mimpi adalah wilayah yang sama sekali berbeda, karena pertanyaan ‘mengapa kita bermimpi’ sebagian besar masih belum terjawab.
Mimpi kadang menjadi interpretasi tertentu. Misalnya, kita bermimpi tentang bos kita, apakah berarti kita ada masalah dengan pekerjaan? Atau sering mengalami stres atau mimpi yang dipenuhi kecemasan biasanya merupakan tanda untuk stres kehidupan nyata, dan peran yang dimainkannya pada tubuh kita. Jika kita sering terbangun dengan pikiran tertentu, panik dan takut karena mimpi, inilah saatnya untuk mengatur pikiran dan stres kita.
Stres, kita semua mungkin pernah mengalaminya bahkan memilikinya, tetapi itu tidak harus mengendalikan kita. Stres adalah ketegangan emosional, fisik, atau mental yang diakibatkan oleh sesuatu di luar diri kita.
Beberapa penyebab stres yang lebih besar atau peristiwa hidup yang membuat stres termasuk pindah ke tempat baru, berganti peran di sekolah atau tempat kerja, masalah hubungan, atau kehilangan anggota keluarga. Stres dapat menyebabkan kesulitan tidur, termasuk insomnia. Dan akhirnya hal ini berdampak pada kualitas istirahat. Stres juga dapat menyebabkan hyperarousal, yang dapat mengganggu keseimbangan antara tidur dan terjaga.
Menjadi stres dikaitkan dengan kurang tidur secara umum, dan dapat memicu mimpi yang lebih sering. Jadi tidak jarang mengalami mimpi yang menyedihkan sebelum acara penting seperti wawancara kerja, mengikuti ujian atau janji penting.
Dan meskipun ada penelitian terbatas tentang mengendalikan isi mimpi, mimpi kecemasan umumnya dapat menjadi akibat dari meningkatnya stres selama kehidupan kita sehari-hari. Stres sehari-hari juga dapat meningkatkan frekuensi mimpi tersebut.
Berita baiknya adalah kita memiliki banyak kendali atas stres tersebut. Jika kita belajar untuk mengelola stres dengan lebih baik dalam hidup kita, kemungkinan besar kita akan mengurangi mimpi yang dipenuhi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur kita.

Berikut adalah empat strategi sederhana untuk membantu pikiran dan tubuh kita rileks sebelum tidur malam:
Habiskan waktu bersantai sebelum tidur
Ini dapat dianggap sebagai “zona penyangga”, yang merupakan periode waktu untuk memungkinkan proses pengaktifan di otak mereda dan membiarkan sistem tidur kita mengambil alih. Biasanya merupakan aturan praktis yang baik untuk memulai sekitar satu jam sebelum waktu tidur. Selama waktu ini, lakukan aktivitas santai yang kita sukai seperti membaca atau mendengarkan musik.
Atur waktu kapan kita boleh khawatir
Jika kita merasa sulit untuk mengontrol kekhawatiran sebelum tidur, menjadwalkan waktu tertentu dapat membantu. Temukan waktu yang nyaman dan tuliskan semua kekhawatiran. Batasi waktu untuk jumlah tertentu dan patuhi itu dengan merencanakan sesuatu untuk dilakukan sesudahnya. Misalnya, dapat direncanakan 15 menit di malam hari.
Pikirkan tempat tidur sebagai tempat hanya untuk tidur dan aktivitas menyenangkan
Cobalah untuk membatasi waktu yang kita habiskan di tempat tidur untuk mengkhawatirkan atau cemas. Jika kita mendapati diri kita terbaring di tempat tidur karena stres, tinggalkan kamar tidur dan habiskan waktu di ruangan lain sampai terasa mengantuk.
Latih teknik relaksasi
Ada cara lain untuk bersantai sambil bersiap-siap untuk tidur, seperti latihan pernapasan, meditasi, dan gerakan relaksasi. Teknik ini dapat menjadi beberapa aspek paling penting dari manajemen stres dan dapat digunakan menjelang waktu tidur.
Tidur yang lebih baik dan lebih sedikit stres adalah kuncinya. Singkatnya, apa pun yang dapat kita lakukan untuk mengurangi stres dalam kehidupan nyata, akan membantu mencegahnya menyelinap ke dalam mimpi tidur kita. Memprioritaskan kualitas tidur yang baik juga dapat membantu membuat mimpi kita sedikit lebih indah. Berikut adalah beberapa tips cepat untuk melakukan keduanya.
- Makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur.
- Jangan makan besar terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Jaga kamar tidur Anda tidak terlalu dingin atau panas.
- Hindari alkohol sebelum tidur.
- Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.
- Melakukan latihan mindfulness atau meditasi.
- Gunakan minyak esensial favorit sebagai aromaterapi.
- Minumlah teh hangat yang menenangkan.
Jaga hal-hal dalam hidup kita yang dapat kita kendalikan yang berkontribusi terhadap stres, alih-alih menghindarinya.
(DK-TimKB)
Sumber Foto : Health Digest