Jakarta – Inter Milan akan menghadapi Manchester City di final Liga Champions. Inter melaju ke final setelah mendepak AC Milan di semifinal dengan agregat 3-0. Keberhasilan La Beneamata memang di luar dugaan banyak orang. Man City adalah favorit juara musim ini dan mampu menyingkirkan Real Madrid di semifinal dengan agregat 5-1. Permainan anak asuh Pep Guardiola ini juga sangat mendominasi dan indah.
Situasi ini mengingatkan akan partai final Liga Champions 2010 dimana Inter berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Bayern Munchen. Saat itu Munchen menjadi tim yang lebih difavoritkan karena memiliki tim kuat yang dijuluki FC Holywood dengan Arjen Robben, Franck Ribery dan Thomas Mueller serta Bastian Schweinsteiger. Sedangkan saat ini City diperkuat pemain hebat seperti Kevin De Bryne, Bernardo Silva, Julian Alvarez dan tentu saja Erling Haaland.

Saat itu Mourinho menerapkan strategi jitu walaupun dikritik banyak pihak karena bermain ultra defensif. Namun strategi tersebut terbukti mampu meredam Munchen yang lebih dominan dalam penguasaan bola dan materi pemain. Taktik itu bisa kembali digunakan Inter mengingat situasi yang hampir sama di partai final nanti melawan City.
Inter bisa menjadi lawan yang sulit yang membuat permainan khas Man City tak berjalan mulus. Terlebih, sepakbola Italia dikenal punya pertahanan solid. Nerazzurri bisa menghancurkan permainan indah The Citizens. Meskipun City memiliki serangan yang tangguh dengan Haaland, Grealish, Foden, dan lainnya, Inter dapat mengimbanginya dengan permainan kolektif sebagai sebuah tim
Final Liga Champions 2022/2023 antara Manchester City vs Inter dijadwalkan berlangsung di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Minggu (11/6/2023) dini hari WIB. Ini adalah percobaan kedua Man City di final setelah gagal pada 2020/2021 dengan ditumbangkan oleh Chelsea 0-1. Bagi Inter, ini adalah final keenam di ajang Liga Champions/European Cup. Sejauh ini La Beneamata sudah tiga kali menjadi juara dengan terakhir kali pada 2009/2010.
(Yp/timKB)
Sumber foto: disway.id