Jakarta – Setelah gagal di musim lalu, di musim ini pun skuad mahal dan pelatih elite tidak membuat Chelsea beranjak dari julukan klub semenjana di Liga Primer Inggris. Sulit sekali meraih kemenangan dan sangat akrab dengan kekalahan membuat Chelsea kini bukan lagi tim elite di Liga Primer Inggris. Padahal di tahun 2021 yang lalu mereka berhasil menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Antar Klub. Dalam laga terakhir, 10 pemain mereka dibungkam Aston Villa dengan skor 1-0 di Stamford Bridge, Minggu (24/9). Berkat hasil ini, Chelsea kini menduduki peringkat 14 di tabel klasemen dengan poin 5. Sementara itu, Villa berada di posisi keenam dengan koleksi poin 12.
The Blues seolah tak belajar dari laga-laga mereka sebelumnya. Anak asuh Mauricio Pochettino sejatinya mampu menciptakan beberapa peluang baik, namun penyerang mereka, terutama Nicolas Jackson, masih tak mampu menyelesaikannya. Sementara itu lini belakang sesekali bisa ditembus oleh The Villans, meski Robert Sanchez datang menyelamatkan dan melanjutkan performa gemilangnya di laga versus Bournemouth. Keseimbangan laga tergoyahkan setelah Malo Gusto melakukan pelanggaran keras terhadap Lucas Digne. Tekel bek kanan asal Prancis itu memang berhasil merebut bola, tetapi gerakan kakinya dinilai membahayakan kompatriotnya dan ia dihukum kartu merah langsung.
Berlaga dengan 10 pemain, Chelsea nekat mengirimkan pemain-pemainnya ke depan untuk memecah kebuntuan, dan akhirnya dihukum oleh Aston Villa via serangan balik di menit 73. Levi Colwill dipaksa berduel satu lawan satu dengan Ollie Watkins dan mampu memblok tembakan pertamanya, namun bola rebound kembali mengarah pada Watkins dan striker Inggris itu tak melakukan kesalahan di percobaan kedua.
Kekalahan ini tentu membuat skuad Chelsea berada di bawah tekanan besar. Musim lalu sudah sangat buruk bagi mereka. Fans berharap musim ini bisa lebih baik. Merespons kekalahan kali ini, Pochettino mengakui bahwa timnya sedang terlilit dalam momentum negatif. Chelsea ada di posisi sulit dan mereka harus bekerja ekstra untuk bangkit. Namun apapun alasan yang diberikan Pochettino, hasil sangat buruk yang diraih Chelsea ini menempatkannya pada posisi yang sangat rawan untuk dipecat. Karena penampilannya memoles Chelsea tidak lebih baik di banding para pelatih Chelsea sebelumnya.
(YP/timKB).
Sumber foto: facebook
