Hattrick Michael Olise Di Laga Jelang Piala Dunia

Jakarta – Timnas Prancis mengakhiri laga uji coba dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Irlandia Utara di Lille, Selasa (9/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi bekal positif bagi Les Bleus sebelum bertolak ke Piala Dunia 2026, sekaligus menandai laga kandang terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis. Suasana stadion terasa emosional sepanjang pertandingan. Para pendukung memberikan penghormatan khusus kepada Deschamps, sosok yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan menjadi salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah tim nasional.

Baca juga: Skuad Prancis Di Piala Dunia 2026

Di atas lapangan, Michael Olise tampil sebagai pembeda. Penyerang berusia 24 tahun itu mencetak hat-trick pertamanya di level internasional senior dan menjadi aktor utama kemenangan Prancis. Tiga gol Olise membuat Les Bleus berangkat ke Amerika Utara dengan kepercayaan diri yang kembali meningkat. Kini fokus mereka sepenuhnya tertuju pada persiapan menuju perburuan gelar juara dunia ketiga.

Didier Deschamps menurunkan mayoritas pemain terbaiknya sejak menit awal. Prancis langsung mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Irlandia Utara. Peluang emas pertama datang pada menit ke-15 saat Kylian Mbappe berhadapan langsung dengan kiper Pierce Charles. Namun, penyelamatan gemilang sang penjaga gawang menggagalkan kesempatan tersebut. Irlandia Utara sempat mengancam lewat serangan balik cepat yang dibangun Isaac Price dan Patrick Kelly. Beruntung bagi tuan rumah, penyelesaian akhir Kelly masih melebar tipis dari sasaran.

Beberapa saat kemudian, Aurelien Tchouameni hampir membuka skor lewat tembakan keras yang membentur tiang. Bola muntah sempat diselesaikan Mbappe setelah menerima umpan Desire Doue, tetapi gol dianulir karena offside. Ketegangan terlihat di area teknis saat jeda minum. Deschamps tampak memberikan instruksi dengan penuh intensitas, mungkin masih terbayang kekalahan 2-1 dari Pantai Gading pada laga sebelumnya.Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-43. Michael Olise memanfaatkan bola liar hasil tembakan Ousmane Dembele yang sempat terdefleksi pemain lawan dan membawa Prancis unggul 1-0 sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, Olise kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang membawa Prancis unggul 2-0. Setelah itu permainan Les Bleus semakin mengalir. Sayangnya, peluang yang didapat Mbappe dan Maxence Lacroix belum mampu menambah keunggulan. Irlandia Utara kemudian memberi kejutan di menit ke-64. Shea Charles merebut bola dari Dayot Upamecano sebelum mengirim umpan matang yang diselesaikan Patrick Kelly untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Gol balasan itu sempat membuat permainan Prancis sedikit goyah. Mbappe kembali memperoleh peluang bagus, tetapi tembakannya belum tepat sasaran. Saat pertandingan mulai memasuki fase krusial, tepatnya menit ke-75, Olise kembali menunjukkan kualitasnya. Dari tepi kotak penalti, ia melepaskan tendangan melengkung yang bersarang indah di sudut gawang dan membuat publik Lille bersorak. Gol tersebut memastikan hat-trick pertama Olise bersama timnas senior sekaligus menjadi gol ketujuhnya untuk Prancis. Skor 3-1 bertahan hingga laga berakhir.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Garuda Muda Ke Semifinal Usai Kalahkan Vietnam

Jakarta – Timnas Indonesia U-19 mengalahkan Vietnam 2-1 pada laga terakhir Grup A Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (7/6/2026). Hasil ini memastikan Garuda Muda sebagai juara grup dan lolos ke semifinal. Bermain di bawah provokasi para pemain dan ofisial Vietnam, para pemain muda Indonesia sempat terpancing namun akhirnya bisa memenangkan pertandingan. Evandra Florasta jadi pahlawan kemenangan tuan rumah lewat penalti pada injury time.

Baca juga: Garuda Muda Tekuk Timor Leste 3-0

Laga berjalan terbuka sejak menit awal. Vietnam punya peluang bagus lewat aksi Nguyen Van Khanh pada menit ke-2. Sepakan pemain dengan nomor punggung 14 itu masih melebar dari gawang. Dua menit berselang, Indonesia membalas. Menerima umpan Arkhan Kaka, Reno Salampessy masuk ke kotak penalti. Dia melepas sepakan mendatar yang sedikit melebar dari gawang. Setelah itu, laga berjalan berimbang bagi kedua tim. Namun, Indonesia berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-12. Reno Salampessy mencetak gol usai memenangkan duel perebutan bola dengan lawan. Skor 1-0 untuk Indonesia.

Kabar buruk diterima Indonesia sebelum babak pertama usai. Reno mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan laga. Peran pemain Persipura Jayapura itu lantas digantikan oleh Ipran Siregar. Vietnam punya peluang emas untuk membuat skor menjadi 1-1 pada menit 45+5. Ada kemelut di depan gawang dari lemparan ke dalam. Tan Dung Le memenangkan duel dan mendapat ruang. Sepakan Tan Dung Le hanya mengenai jaring samping gawang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Duy Khang Hoang Trong jadi motor serangan The Golden Star. Pada menit ke-52, Hoang Trong melepas sepakan yang bisa ditangkap Dafa Al Gasemi. Setelah itu, Indonesia membalas lewat sebuah serangan balik cepat. Irpan Siregar berhasil mengontrol bola dengan sempurna. Hanya saja, eksekusi Irpan melambung tinggi di atas gawang. Serangan bertubi-tubi dilakukan Vietnam ke gawang Indonesia. Hanya saja, Dafa Al Gasemi masih cukup tangguh di bawah mistar. Hanya saja, serangan Vietnam sulit dibendung dan sangat intens.

Pada menit ke-74, Vietnam menyamakan skor dari skema sepak sudut. Umpan sepak sudut Hoang Trong berhasil disambut kapten Nguyen Quoc Khanh. Bola membobol gawang Indonesia. Skor menjadi 1-1. Indonesia menunjukkan mentalitas tangguh. Pada menit 90+1, Indonesia mendapat penalti. Evandra Florasta dengan tenang melakukan eksekusi dan membuat skor menjadi 2-1.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Argentina Kalahkan Honduras Tanpa Lionel Messi

Jakarta – Sang juara bertahan, Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Honduras dalam laga uji coba yang digelar di Kyle Field, College Station, Texas, Minggu 7 Juni 2026 pagi WIB. Hasil ini menjadi modal penting bagi sang juara bertahan menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Atmosfer pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan besar dari para pendukung Argentina yang memenuhi stadion. Namun, banyak penonton harus menahan kecewa karena Lionel Messi tidak diturunkan sepanjang pertandingan. Laga ini menjadi salah satu persiapan terakhir tim asuhan Lionel Scaloni sebelum memulai perjuangan di putaran final Piala Dunia. Argentina masih memiliki satu pertandingan uji coba lagi sebelum memasuki fase grup.

Baca juga: Skuad Argentina Di Piala Dunia 2026

Argentina membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui Lautaro Martinez. Striker Inter Milan itu sukses mengeksekusi penalti setelah Nicolas Tagliafico dilanggar secara ceroboh di kotak terlarang. Gol tersebut membuat Argentina menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0. Honduras berusaha memberikan perlawanan, tetapi kesulitan membendung dominasi tim Amerika Selatan tersebut.

Argentina kemudian menggandakan keunggulan pada awal babak kedua. Penyerang Atletico Madrid, Giuliano Simeone, mencetak gol dari jarak dekat setelah menerima umpan tumit cerdas dari Lautaro Martinez. Usai pertandingan, Lautaro menegaskan tekad timnya untuk mempertahankan prestasi yang diraih di Qatar.

Meski Lionel Scaloni melakukan banyak pergantian pemain setelah gol kedua Argentina, Messi tetap tidak dimainkan. Bintang berusia 38 tahun itu masih menjalani pemulihan setelah mengalami cedera ringan pada 25 Mei saat memainkan laga terakhirnya bersama Inter Miami sebelum bergabung dengan tim nasional.

Pihak tim sebelumnya menyatakan bahwa waktu pemulihan Messi akan bergantung pada perkembangan kondisi klinis dan fungsional sang pemain. Karena itu, staf pelatih memilih tidak mengambil risiko menjelang turnamen besar. Scaloni menjelaskan bahwa keputusan terkait menit bermain para pemain dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi fisik masing-masing anggota skuad.

Argentina akan menjalani satu laga uji coba terakhir melawan Islandia pada 9 Juni sebelum memulai kiprahnya di Grup J Piala Dunia. Tim Tango dijadwalkan menghadapi Aljazair pada 16 Juni, sebelum melawan Austria dan Yordania.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Jerman Hempaskan Amerika Serikat 2-1 Dalam Laga Uji Coba

Jakarta – Amerika Serikat menelan kekalahan saat menjamu Jerman di laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Di laga ini, The Yanks tumbang dengan skor 1-2 melawan Der Panzer. Timnas Jerman unggul berkat gol cepat Kai Havertz dan gol Leroy Sane di babak kedua. Sementara Amerika Serikat memperkecil kedudukan berkat gol spektakuler Antonee Robinson. Laga ini menutup persiapan Amerika Serikat dan Jerman untuk Piala Dunia 2026. Kedua tim sudah menggelar dua laga uji coba dan kini mereka fokus untuk gelaran fase grup Piala Dunia 2026.

Baca juga: Jerman Lumat Finlandia Empat Gol Tanpa Balas

Pertandingan uji coba yang digelar di Soldier Field Chichago ini dimulai dengan tempo sedang. Kedua tim bermain hati-hati dalam membangun serangan. Namun baru dua menit laga berjalan, Jerman berhasil membuka keunggulan. Berawal dari tendangan bebas Kimmich, bola ditanduk dengan sempurna oleh Kai Havertz yang lolos dari jebakan offside, sehingga skor berubah menjadi 0-1 untuk keunggulan Jerman. Setelah gol tersebut, jalannya pertandingan menjadi lebih terbuka. Amerika Serikat yang sebelumnya bermain pasif mulai berani menekan, sehingga terciptalah jual beli serangan antara kedua tim. Meskipun sama-sama agresif, kedua tim gagal mencetak gol tambahan dalam 30 menit berikutnya karena penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat berbagai peluang terbuang sia-sia.

Memasuki menit ke-37, Timnas Amerika Serikat akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Berawal dari skema sepak pojok, Antonee Robinson menyambar bola muntah dengan tendangan roket dari luar kotak penalti, yang berbuah menjadi gol. Skor pun berubah menjadi 1-1. Di sisa babak pertama, kedua tim terus berusaha saling menekan untuk mencetak gol tambahan. Skor imbang 1-1 tetap bertahan hingga jeda.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Belgia Tuntaskan Persiapan PIala Dunia Dengan Kalahkan Tunisia

Jakarta – Duel Belgia vs Tunisia dalam laga persahabatan internasional digelar di King Baudouin Stadium, Sabtu (6/6/2026). Pertandingan ini menjadi laga pemanasan terakhir kedua tim sebelum tampil di Piala Dunia 2026. Belgia tampil dominan dan meraih kemenangan telak 5-0 atas Tunisia. Leandro Trossard, Charles De Ketelaere, Kevin De Bruyne, Dodi Lukebakio, dan Nicolas Raskin masing-masing mencatatkan nama di papan skor.

Baca juga: Belgia Kalahkan Kroasia Di Laga Pemanasan Jelang Piala Dunia

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Belgia menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia. Tim asuhan Rudi Garcia itu menunjukkan efektivitas tinggi sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Tunisia harus berbenah setelah menelan kekalahan besar. Terlebih tim asuhan Sabri Lamouchi harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain.

Belgia membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui Leandro Trossard. Ia menerima umpan terobosan dan dengan tenang menaklukkan kiper Tunisia dalam situasi satu lawan satu. Keunggulan Belgia bertambah pada menit ke-53 melalui Charles De Ketelaere. Ia menyambut umpan rekan setimnya dengan sundulan jarak dekat ke gawang yang sudah kosong untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Tunisia semakin tertekan setelah Ismael Gharbi menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62. Mereka pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Belgia memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-65 melalui Kevin De Bruyne. Sang gelandang melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut kiri bawah gawang.

Memasuki menit-menit akhir, Belgia semakin tidak terbendung. Dodi Lukebakio mencetak gol keempat pada menit ke-85 sebelum Nicolas Raskin menutup pesta gol dua menit kemudian lewat tembakan dari tepi kotak penalti. Skor 5-0 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Belgia pun menutup persiapan menuju Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Timnas Paraguay Kalahkan Nikaragua Di Laga Uji Coba

Jakarta – Timnas Paraguay sukses menumbangkan Nikaragua dengan skor telak 4-0 dalam laga uji coba pamungkas di Estadio Defensores del Chaco, Asuncion, pada Jumat, 5 Juni 2026. Namun, kemenangan meyakinkan skuad asuhan Gustavo Alfaro ini harus dibayar mahal oleh cedera yang menimpa pemain bintang mereka, Julio Enciso. Pertandingan perpisahan menjelang Piala Dunia 2026 ini diwarnai momen emosional saat Enciso terpaksa keluar lapangan sambil menangis pada menit ke-24 akibat masalah otot. Kehilangan penyerang utama tersebut sempat membuat atmosfer stadion berkapasitas 34.451 penonton itu sunyi, mengingat laga perdana mereka melawan Amerika Serikat di Grup D tinggal menyisakan beberapa hari.

Baca juga: Skuad Paraguay Di Piala Dunia 2026

Sebelum insiden cedera tersebut, Paraguay sudah unggul terlebih dahulu lewat eksekusi penalti kaki kiri Alejandro Romero Gamarra pada menit ke-16. Penalti diberikan setelah Antonio Sanabria dilanggar di kotak terlarang oleh bek Nikaragua, Joab Gutiérrez, yang juga menerima kartu kuning.Keunggulan tuan rumah bertambah menjelang turun minum melalui aksi Miguel Almirón pada menit ke-41. Melalui skema serangan balik cepat, Almirón berhasil menuntaskan peluang untuk membawa timnya memimpin 2-0 yang bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pelatih Paraguay melakukan perombakan besar-besaran dengan mengganti sepuluh pemain sekaligus pada menit ke-53. Strategi ini tetap berjalan efektif karena dominasi permainan sepenuhnya masih dipegang oleh tim tuan rumah. Matías Galarza memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-61 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Mauricio Magalhães yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh penjaga gawang lawan. Gol tersebut menjadi torehan ketiga Galarza dalam 15 penampilannya bersama tim nasional.

Pesta gol Paraguay ditutup oleh pemain pengganti Rodrigo Maidana pada menit ke-66 yang sukses mengonversi umpan silang di dalam kotak penalti menjadi gol keempat. Nikaragua sempat hampir kebobolan lagi pada menit ke-70 melalui tendangan kaki kiri Ramón Sosa, tetapi bola berhasil disapu di garis gawang oleh Joab Gutiérrez. Bagi Nikaragua, hasil ini memperpanjang catatan buruk mereka setelah dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026 karena menempati posisi juru kunci di putaran ketiga kualifikasi zona CONCACAF. Sebaliknya, Paraguay kini bersiap bertolak ke Amerika Serikat untuk melakoni laga fase grup melawan tuan rumah, Turki, dan Australia

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Timnas Indonesia Gulung Oman 3-0

Jakarta – Timnas Indonesia menunjukkan performa meyakinkan saat menghadapi Oman dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 5 Juni 2026 malam WIB. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri, skuad Garuda sukses meraih kemenangan telak 3-0. Tiga gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Selain produktif di lini depan, Timnas Indonesia juga tampil disiplin di sektor pertahanan dengan dukungan penyelamatan gemilang dari kiper Emil Audero.

Baca juga: Timnas Indonesia Dikalahkan Penalti Bulgaria

Menguasai bola, Indonesia mengurung pertahanan Oman. Kesempatan pertama datang sebelum laga berusia 10 menit. Tandukan Nathan Tjoe-A-On yang muncul dari tiang jauh masih bisa dhalau bek Oman. Indonesia terus menekan. Dari tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On, terciptalah gol pembuka Garuda. Pasukan John Herdman memimpin melalui tandukan Justin Hubner di menit ke-13.

Bek Oman melakukan blunder dan gagal membuang bola. Ole Romeny pun lepas dari penjagaan. Meski tendangannya pelan, bola mendatar tetap gagal dihentikan kiper Oman di menit ke-27. Skor menjadi 2-0 untuk keunggulan Garuda. Pertandingan berlanjut. Oman sesekali melancarkan serangan langka, tapi gagal mengancam gawang Emil Audero. Pada akhirnya tidak ada tercipta gol tambahan di sisa waktu babak pertama.

Justin Hubner lalu melakukan tekel telat di area terlarang menghadapi serangan bergelombang Oman. Namun, eksekutor Oman Hatem Al-Rushadi gagal menaklukkan Emil Audero. Pertandingan berlanjut. Oman sesekali melancarkan serangan langka, tapi gagal mengancam gawang Emil Audero. Pada akhirnya tidak ada tercipta gol tambahan di sisa waktu babak pertama.

Memasuki babak kedua,  John Herdman melakukan satu pergantian. Dony Tri Pamungkas masuk menggantikan Justin Hubner. Calvin Verdonk yang terlambat bergabung juga langsung diturunkan Herdman. Dia mengisi tempat Beckham Putra. Rizky Ridho dan Elkan Baggott terlalu lama memainkan bola sehingga nyaris berbuah gol bagi Oman. Beruntung ada Emil Audero. Tidak lama berselang, Dony Tri Pamungkas menguji refleks kiper Oman.

Timnas Indonesia menambah gol pada menit ke-56. Adalah Ragnar Oratmangoen yang menaklukkan kiper Oman melalui percobaan kedua. Selanjutnya giliran Yakob Sayuri yang dapat kepercayaan. Dia menggantikan Nathan Tjoe-A-On. Herdman memasukkan tiga darah segar jelang berakhirnya pertandingan. Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Rizky Ridho keluar. Sebagai gantinya masuk Saddil Ramdani, Mathew Baker, dan Mauro Zijlstra. Tidak ada tambahan gol di sisa waktu, dengan Emil Audero kembali menepis tendangan pemain Oman pada injury time. Indonesia meraih kemenangan meyakinkan atas Oman.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Garuda Muda Tekuk Timor Leste 3-0

Jakarta – Laga Timnas U19 Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF U19 2026 malam ini, Kamis (4/6/2026), berakhir 3-0 untuk kemenangan Tim Garuda Muda. Gol Merah Putih di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, disumbangkan oleh Reno, Irpan, dan Kaka. Kemenangan pada matchday kedua Grup A dalam kejuaraan yang juga disebut ASEAN U19 Championship 2026, turut membuka peluang Merah Putih lolos ke semifinal.

Klasemen Grup A Piala AFF U19 2026 saat ini dipimpin oleh Vietnam U19 dan Indonesia U19. Kedua tim sama-sama mengumpulkan 6 poin, tapi Vietnam lebih baik dari sisi selisih gol, berkat kemenangan 5-0 atas Myanmar U19 pada petang tadi. Berikutnya jadwal Timnas Indonesia U19 vs Vietnam U19 dalam laga penentu juara Grup A, akan berlangsung hari Minggu, 7 Juni 2026.\

Baca juga: Indonesia Tundukkan Myanmar Tiga Gol Tanpa Balas

Kedua tim bermain hati hati di awal pertandingan ini. Hingga 15 menit pertama, Garuda Muda belum bisa mengancam pertahanan Timor Leste dengan serius. Dimas Adi Prasetyo, yang mencetak brace saat melawan Myanmar, sebagai ujung tombak utama, mendapat pengawalan ketat. Pertahanan Timor masih solid dan sulit ditembus. Racikan strategi Emral Abus, pelatih asal Padang yang menangani Timor, terbilang jitu. Anak-anak Merah Putih dipaksa memutar otak untuk membongkar pertahanan. Setelah setengah jam berjalan, gol yang dinanti-nanti tak kunjung tercipta. Serangan bergelombang yang dibangun Putu Panji dan kawan-kawan masih belum berbuah.

Saat pertandingan sepertinya akan berakhir dengan skor imbang, Indonesia U-19 bisa mencipta keunggulan. Tepat pada menit ke-43, Reno Salampessy mencetak gol. Pemain bernomor punggung tujuh itu bisa lepas dari jebakan offside tipis. Dengan tenang Reno menggiring bola, melewati bek Timor dan ‘merobek’ gawang Timor Leste.  Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tim asuhan Nova Arianto ini tampil lebih solid. Evaluasi yang diberikan Nova di ruang ganti membuat permainan lebih agresif. Pada menit ke-62, Indonesia U-19 menambahkan keunggulan menjadi 2-0. Irpan Siregar melepas tembakan first time kaki kanan yang memanfaatkan bola liar di batas garis kotak penalti.

Tiga menit berselang, menit ke-65, Arkhan Kaka yang baru masuk di babak kedua, melepas tembakan keras kaki kanan dari sisi kanan. Gol indah ini membuat Indonesia U-19 menjadi unggul 3-0. Keunggulan ini tidak membuat pemain Indonesia U-19 mengendurkan serangan. Sayangnya, hingga wasit Mustaffa Muhammad meniup peluit panjang, tidak ada gol tambahan tercipta.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Spanyol Ditahan Imbang Irak Di Laga Persahabatan

Jakarta – Timnas Spanyol gagal meraih kemenangan dalam laga persahabatan internasional melawan Timnas Irak yang berakhir 1-1 di Estadio Abanca-Riazor, Jumat (5/6/2026) dini hari WIB. Duel ini menjadi bagian dari agenda persiapan kedua negara sebelum putaran final Piala Dunia 2026 yang resmi bergulir pekan depan. Hasil imbang ini tidak membawa konsekuensi apapun secara klasemen karena keduanya hanya menjalani pertandingan uji coba. Meski demikian, laga ini setidaknya memberi gambaran sejauh mana kesiapan masing-masing skuad menjelang turnamen paling bergengsi di dunia itu.

Baca juga: Profil Timnas Spanyol Di Piala Dunia 2026

Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal dibunyikan. Pada menit ketiga, Dani Olmo hampir menembus pertahanan Irak, tetapi Akam Hashem mampu melakukan antisipasi dengan baik. Tekanan Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Serangan balik cepat yang diawali Dani Olmo diteruskan Ferran Torres dengan tusukan ke jantung pertahanan Irak sebelum menaklukkan Basil untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Setelah tertinggal, Irak lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan menyerang balik. Strategi itu membuahkan hasil pada menit ke-27 ketika Akam Hashem mengirim bola panjang ke depan. Merchas Doski bergerak menyambut umpan tersebut dan melihat celah di tiang dekat Joan Garcia. Bek kiri Irak itu melepaskan tembakan dari sudut sempit yang mengejutkan sang kiper dan membuat skor berubah menjadi 1-1. Menjelang turun minum, tekanan Spanyol semakin meningkat. Ferran Torres nyaris mencetak gol kedua pada menit ke-40, tapi tembakan kerasnya dari luar kotak penalti hanya membentur mistar setelah ditepis Basil. Skor 1-1 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, peluang paling matang bagi tuan rumah datang di menit ke-58. Umpan silang deras Alex Baena disambar Gonzalo Garcia, tetapi kiper Jalal Hassan melakukan penyelamatan krusial yang menggagalkan gol tersebut. Irak semakin merapatkan organisasi permainan pada sisa laga. Graham Arnold bahkan memainkan banyak pemain pengganti di pertengahan babak kedua demi menjaga kebugaran sekaligus soliditas lini pertahanannya.

Spanyol tak menyerah dan tetap menekan hingga menit-menit akhir. Menit ke-85, Yeremy Pino mencoba dengan tembakan jarak jauh, namun bola melambung melewati mistar gawang. Hingga tiga menit tambahan waktu habis, tidak ada gol yang tercipta dari kedua sisi. Pertandingan pun ditutup dengan skor akhir 1-1.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Les Blues Tumbang Di Nantes

Jakarta – Tim favorit juara Piala Dunia 2026,Prancis menelan kekalahan tak terduga di hadapan publik sendiri, dikalahkan Timnas Pantai Gading dengan skor 1-2 dalam laga persahabatan internasional di Stade de la Beaujoire – Louis Fonteneau, Nantes, Jumat (5/6/2026) dini hari WIB. Les Bleus sempat menutup babak pertama dengan keunggulan berkat gol indah Rayan Cherki tepat sebelum turun minum. Namun, Pantai Gading bangkit total di babak kedua dan membalikkan keadaan melalui Guela Doue serta Amad Diallo.

Baca juga: Skuad Prancis Di Piala Dunia 2026

Prancis sejatinya lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah ancaman berbahaya melalui Kylian Mbappe, Michael Olise, hingga Marcus Thuram. Namun efektivitas tim tamu dalam mengkonversi peluang menjadi penentu akhir laga. Hasil ini menjadi peringatan kecil bagi skuad Didier Deschamps yang tinggal menghitung hari menuju putaran final Piala Dunia 2026.

Prancis langsung tampil agresif sejak peluit pertama berbunyi. Di menit kedua, Mbappe nyaris membuka skor setelah menerima umpan dari Cherki, namun tembakannya berhasil diblok barisan pertahanan Pantai Gading. Tim tamu sesekali mengancam balik dengan memanfaatkan celah di belakang lini pertahanan Prancis yang bermain cukup tinggi. Simon Adingra dan Yan Diomande beberapa kali menerobos ruang kosong tersebut dengan serangan balik cepat. Peluang terbaik Les Bleus di awal pertandingan hadir pada menit ketujuh. Tembakan keras Mbappe dari dalam kotak penalti berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Yahia Fofana.

Prancis terus menggempur. Adrien Rabiot hampir mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-16, sementara Michael Olise membuang peluang emas lima menit setelahnya dengan sepakannya yang justru mengarah langsung ke pelukan Fofana. Gol yang dinantikan akhirnya tercipta tepat di menit ke-45. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti, Ibrahima Konate mengontrol bola dan mengalirkannya kepada Cherki. Pemain Manchester City itu melewati dua bek lawan sebelum melepas tembakan mendatar yang bersarang di sudut kiri bawah gawang, membawa Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuk babak kedua, Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-53. Elye Wahi menerima bola di depan kotak penalti sebelum meneruskannya kepada Pepe. Mantan pemain Arsenal itu mengirim umpan terobosan matang yang diselesaikan Guela Doue dengan tenang untuk menaklukkan Maignan. Gol tersebut membuat jalannya pertandingan berubah. Pantai Gading tampil lebih percaya diri, sementara Prancis kesulitan menemukan ritme permainan setelah banyaknya pergantian pemain.

Gol kemenangan Pantai Gading akhirnya tercipta pada menit ke-84. Berawal dari kegagalan Prancis menyapu bola dengan sempurna, Guela Doue mengirim umpan silang akurat dari sisi kanan. Amad Diallo menyambut bola dengan sepakan first-time yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang dan membuat Pantai Gading berbalik unggul 2-1. Pada sisa waktu pertandingan, Prancis mencoba menekan lewat sejumlah bola mati dan umpan silang. Namun pertahanan Pantai Gading bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan berharga di Nantes.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Andoni Iraola Resmi Jadi Pelatih Baru Liverpool

Jakarta – Liverpool resmi menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak berdurasi dua tahun. Pelatih asal Spanyol itu menggantikan Arne Slot yang dipecat pada akhir pekan lalu setelah dua musim menukangi The Reds. Penunjukan Iraola mengakhiri proses pencarian pelatih baru yang berlangsung cepat. Direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, menjadikan mantan pelatih Bournemouth tersebut sebagai target utama dan satu-satunya kandidat yang secara resmi didekati klub. Pelatih berusia 43 tahun itu terbang dari San Sebastian menuju Liverpool untuk merampungkan penandatanganan kontrak dan diperkenalkan secara resmi oleh klub.

Baca juga: Liverpool Resmi Pecat Arne Slot

Kepastian Iraola menjadi manajer baru Liverpool diumumkan The Reds melalui website mereka beberapa waktu yang lalu. Mereka mengonfirmasi bahwa mantan pelatih Bournemouth itu akan menjadi juru taktik mereka yang baru mulai musim 2026/2027 mendatang. “Liverpool FC bisa mengonfirmasi bahwa Andoni Iraola telah bersepakat untuk menjadi pelatih baru Liverpool untuk musim 2026/2027. Pelatih berusia 43 tahun itu akan mengambil alih kursi kepelatihan di Anfield meneruskan Arne Slot yang meninggalkan klub di Sabtu yang lalu,” tulis pernyataan resmi Liverpool.

Dalam wawancara perdananya sebagai pelatih Liverpool, Iraola mengaku antusias memulai tantangan baru di salah satu klub terbesar dunia. “Saya sangat bersemangat. Semua orang tahu Liverpool adalah klub besar, salah satu yang terbesar di dunia,” kata Iraola. “Namun setelah memahami lebih dalam tentang klub ini, saya selalu merasa Liverpool adalah klub yang spesial.” Menurut mantan pelatih Rayo Vallecano dan Bournemouth tersebut, daya tarik Liverpool tidak hanya terletak pada sejarah dan reputasinya, tetapi juga atmosfer stadion, kualitas pemain, serta peluang bersaing memperebutkan trofi.

Kontrak dua tahun yang ditandatangani Iraola disebut merupakan permintaannya sendiri. Ia sebelumnya juga memilih durasi kerja serupa saat menangani klub-klub terdahulu. Penunjukan Iraola juga mencerminkan arah baru yang ingin diambil Liverpool setelah berakhirnya era Arne Slot. Meski Slot sempat membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris pada musim pertamanya, performa tim merosot drastis pada musim 2025-2026. Liverpool menutup musim tanpa trofi dan hanya finis di posisi kelima klasemen Premier League.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Italia Menang Tipis Atas Luksemburg

Jakarta – Timnas Italia meraih kemenangan tipis 1-0 atas Timnas Luksemburg dalam laga uji coba internasional FIFA Matchday. Duel ini digelar di Stade de Luxembourg dan kick-off pada Kamis (4/6/2026) pukul 01.45 WIB. Italia yang ditangani Silvio Baldini menurunkan skuad sangat muda. Meski minim pengalaman internasional, Azzurri tetap mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding tuan rumah. Laga tersebut menjadi sarana penting bagi kedua pelatih untuk mengevaluasi performa tim dan mengukur perkembangan sejumlah pemain muda menjelang agenda internasional berikutnya.

Italia langsung mengambil kendali permainan sejak menit-menit awal. Penguasaan bola mereka mencapai lebih dari 70 persen pada fase awal pertandingan. Peluang terbaik Italia datang pada menit ke-25. Lipani menunjukkan kerja bagus di kotak penalti sebelum mengirim bola kepada Francesco Pio Esposito, yang melepaskan sontekan cerdik tetapi masih melenceng tipis di sisi kiri gawang. Esposito kembali mengancam tiga menit kemudian. Striker muda itu mencoba tendangan salto setelah melakukan improvisasi di dalam kotak penalti, namun bola kembali melebar dari target.

Pada menit ke-34, Italia nyaris memecah kebuntuan. Esposito menciptakan peluang bagi Pisilli, tetapi tembakan sang gelandang hanya menghantam jaring samping gawang. Menjelang turun minum, Luca Koleosho memperoleh kesempatan emas setelah menerima umpan terukur dari Ndour. Namun, penyelesaiannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan Moris. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Italia langsung mendapatkan sepak pojok setelah upaya Ndour diblok pertahanan Luksemburg. Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-49. Pisilli mengirim sepak pojok melengkung ke tiang dekat dan Esposito melompat paling tinggi untuk menanduk bola ke pojok atas gawang. Italia unggul 1-0. Dua menit berselang, Lipani menerima kartu kuning pertama dalam pertandingan setelah melakukan pelanggaran terhadap Tomas Cruz.

Silvio Baldini kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain. Francesco Camarda, Filippo Mane, Niccolo Fortini, Seydou Fini, Honest Ahanor, Samuele Inacio, dan Matteo Dagasso semuanya mendapatkan kesempatan tampil.

Peluang terbaik Italia setelah itu hadir pada menit ke-73. Seydou Fini memperoleh ruang tembak di dalam kotak penalti, tetapi eksekusinya justru melambung di atas mistar. Luksemburg terus mencari gol penyeimbang hingga akhir laga. Kesempatan terakhir datang pada masa injury time saat Miguel Goncalves mengeksekusi tendangan bebas di tepi kotak penalti, tetapi bola meluncur jauh dari sasaran. Dirk Carlson kemudian menerima kartu kuning pada menit ke-93 karena menendang bola sebagai bentuk frustrasi. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang dan memastikan kemenangan Italia dengan skor 1-0.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Polandia Ditahan Imbang Nigeria Di Laga Persahabatan

Jakarta – Timnas Polandia dan Timnas Nigeria berbagi poin usai bermain imbang 2-2 dalam laga uji coba internasional FIFA Matchday di Stadion Narodowy, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan berlangsung penuh ketegangan dengan kedua tim saling membalas hingga detik-detik terakhir. Laga ini tak berpengaruh pada klasemen maupun perebutan gelar apa pun karena berstatus persahabatan semata. Meski begitu, duel ini menjadi batu uji penting bagi Jan Urban dan Eric Chelle dalam mengukur kesiapan tim menjelang agenda kompetitif berikutnya.

Polandia mengawali laga dengan Robert Lewandowski sebagai ujung tombak dan berupaya menguasai permainan sejak menit pertama. Nigeria memilih pendekatan berbeda, lebih sabar dan disiplin sembari mengincar celah untuk melancarkan serangan balik. Dua puluh menit awal berlangsung ketat dan intens. Persaingan sengit di lini tengah memaksa Bartosz Slisz menerima kartu kuning pada menit ke-21 usai melanggar pemain lawan. Nigeria memanfaatkan momentum dua menit berselang. Terem Moffi menuntaskan umpan Moses Simon dengan sempurna, menaklukkan Kamil Grabara dan membawa timnya unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat Nigeria semakin percaya diri. Organisasi permainan mereka terjaga rapi dan berhasil mempersempit ruang gerak para pemain kreatif Polandia. Tuan rumah terus berusaha mencari jalan untuk menyamakan skor di sisa babak pertama. Upaya tersebut akhirnya berbuah hasil di masa injury time. Menit ke-45+1 menjadi milik Kacper Potulski. Ia menuntaskan assist Nicola Zalewski untuk mengubah papan skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Nigeria melakukan perombakan besar-besaran saat turun minum. Nigeria memasukkan sejumlah pemain baru sekaligus, yakni Paul Onuachu, Calvin Bassey, Raphael Onyedika, Semi Ajayi, Philip Otele, Rafiu Durosinmi, dan Zaidu Sanusi. Rotasi masif itu langsung menaikkan intensitas permainan. Nigeria kembali menggebrak, sementara Polandia mencoba membangun serangan melalui kombinasi Lewandowski, Zalewski, dan Sebastian Szymanski.

Nigeria kembali memimpin di menit ke-77. Onuachu yang baru masuk dari bangku cadangan tampil dingin dalam mengeksekusi penalti dan membawa timnya unggul 2-1. Perjuangan tuan rumah terbayar di masa injury time. Umpan Wojtuszek diselesaikan Wisniewski pada menit ke-90+5 untuk memaksa skor kembali imbang menjadi 2-2. Gol itu menjadi aksi penentu terakhir dalam pertandingan. Sesaat setelah sepak mula kembali dilakukan, wasit pun meniup peluit panjang dan laga berakhir dengan hasil imbang.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

De Oranje Tumbang Di Rotterdam

Jakarta – Timnas Aljazair berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Timnas Belanda dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Anis Hadj Moussa pada menit ke-86 menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Belanda sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang laga. Pasukan Ronald Koeman menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama pada babak pertama.

Baca juga: Skuad Belanda Di Piala Dunia 2026

Meski begitu, efektivitas menjadi pembeda. Ketika Oranje gagal memaksimalkan kesempatan yang mereka miliki, Aljazair justru mampu mencetak gol lewat aksi individu brilian Hadj Moussa menjelang akhir pertandingan. Hasil ini tidak berdampak apa pun terhadap posisi kedua tim. Baik Belanda maupun Aljazair hanya menggunakan laga ini sebagai persiapan akhir sebelum memulai perjalanan mereka di putaran final Piala Dunia 2026 pekan depan.

Belanda langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal dibunyikan. Tim tuan rumah mencoba menekan melalui pergerakan Cody Gakpo dan debutan Crysencio Summerville di kedua sisi lapangan. Peluang emas pertama hadir pada menit kedelapan. Tijjani Reijnders melewati lawannya sebelum mengirim umpan matang kepada Donyell Malen yang berdiri bebas di kotak penalti. Malen memiliki cukup waktu untuk mengarahkan bola. Namun tembakannya hanya menghantam tiang kiri gawang Luca Zidane sehingga skor tetap imbang.

Kiper Aljazair tampil sangat solid sepanjang babak pertama. Luca Zidane beberapa kali menggagalkan peluang Gakpo, Reijnders, dan Malen untuk menjaga gawangnya tetap aman. Aljazair nyaris mencuri gol pada menit ke-27. Riyad Mahrez menahan bola dengan baik sebelum mengirimkan umpan kepada Mohamed Amoura, tetapi upaya sang penyerang masih terdefleksi dan melambung di atas mistar. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan banyak pergantian pemain saat jeda. Ronald Koeman dan Vladimir Petkovic memanfaatkan laga ini untuk memberi kesempatan kepada lebih banyak pemain menjelang Piala Dunia. Belanda tetap berusaha mencari gol pembuka. Donyell Malen kembali mendapatkan peluang pada menit ke-52, tetapi tembakannya dari sudut sempit masih melebar dari sasaran. Justin Kluivert yang masuk dari bangku cadangan hampir memecah kebuntuan pada menit ke-62. Ia melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang, namun Luca Zidane kembali menunjukkan refleks gemilang untuk menepis bola.

Aljazair akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-86. Nabil Bentaleb mengirim umpan panjang ke sisi kanan yang diterima Anis Hadj Moussa. Winger Feyenoord itu menggiring bola masuk ke kotak penalti tanpa mendapat tekanan berarti. Setelah melewati Jorrel Hato, Hadj Moussa melepaskan tembakan kaki kiri spektakuler yang meluncur ke pojok kiri atas gawang Robin Roefs untuk membawa Aljazair unggul 1-0. Belanda berusaha menekan pada sisa waktu pertandingan. Namun Aljazair mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan tipis di Rotterdam.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Katsuaki Aoyagi: Petarung Jepang Di ONE Championship

Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang dibangun dari satu kekuatan utama, lalu ada pula yang tumbuh dari perpaduan banyak elemen sampai akhirnya membentuk gaya bertarung yang sulit ditebak. Katsuaki Aoyagi termasuk dalam kelompok kedua. Ia adalah petarung asal Jepang yang lahir pada 16 September 1997, dan dalam beberapa tahun terakhir mulai dikenal lewat kiprahnya di panggung ONE Championship, terutama di rangkaian ONE Friday Fights. Petarung berjuluk “Blast” ini, aktif di kelas featherweight, dengan tinggi sekitar 172–176 cm dan bobot tanding 145–146 lb.

Dari sisi teknik, profil Aoyagi sangat menarik untuk dibahas. Ia digambarkan sebagai petarung MMA dengan kemampuan striking dan submission, dan data publik mendukung hal itu. Sumber lain menampilkan distribusi kemenangannya sebagai 4 kemenangan KO/TKO, 1 submission, dan 1 keputusan. Artinya, wajah utamanya memang cukup jelas: ia adalah petarung yang nyaman bertarung di atas kaki dan punya kemampuan menyelesaikan laga secara eksplosif. Namun satu kemenangan submission dan beberapa kekalahan angka juga menunjukkan bahwa ia bukan petarung yang sepenuhnya satu dimensi. Ia mampu bertarung dalam berbagai bentuk tempo, meski daya tarik terbesarnya tetap berada pada striking yang agresif.

Julukannya, “Blast,” terasa sangat pas. Nama itu memberi kesan ledakan, kecepatan, dan bahaya yang datang tanpa banyak peringatan. Kalau melihat rekam jejak pertandingannya, julukan itu bukan sekadar hiasan. Sumber lain menegaskan bahwa dua pertiga dari kemenangan profesionalnya datang lewat KO/TKO. Itu berarti, ketika Aoyagi menemukan momen yang tepat, ia cukup berbahaya untuk menghentikan pertarungan tanpa perlu menunggu juri. Untuk petarung featherweight di ONE Friday Fights, kualitas seperti ini selalu memberi nilai jual tersendiri.

Perjalanan Aoyagi sebelum tampil di ONE juga memberi warna penting pada kisahnya. Sumber lain mencatat bahwa ia pernah bertarung di promotor WOTD / Enter The Dragon di Taiwan, termasuk kemenangan KO/TKO atas Sian Di Wong pada 14 November 2021 dan laga lain melawan Kyung Taek Hong. Jejak ini menunjukkan bahwa sebelum masuk ke orbit ONE, Aoyagi sudah lebih dulu membangun pengalaman di panggung regional Asia Timur. Jalur seperti ini penting, karena memperlihatkan bahwa ia datang ke ONE bukan sebagai petarung mentah, tetapi sebagai atlet yang memang sudah dipaksa belajar dari banyak lawan dan banyak suasana bertarung.

Salah satu bab penting dalam kisahnya di ONE datang pada ONE Friday Fights 69 tanggal 5 Juli 2024, ketika ia menghadapi Jun Hee Jung. Sebuah sumbermencatat hasil itu sebagai kemenangan untuk Aoyagi, dan sumber lain bahkan menampilkan highlight video resmi yang menyebut bahwa Aoyagi menang TKO pada 4:47 ronde pertama. Kemenangan seperti ini sangat penting, karena menjadi salah satu penegasan bahwa ia mampu membawa gaya eksplosifnya ke panggung ONE. Ia tidak sekadar bertahan di sana, tetapi benar-benar meninggalkan kesan.

Kemenangan atas Jun Hee Jung terasa seperti perkenalan yang ideal untuk petarung seperti Katsuaki Aoyagi. Ia tidak membutuhkan tiga ronde untuk membuat orang mengingat namanya. Ia hanya butuh satu ronde dan sedikit ruang untuk menunjukkan kenapa julukan “Blast” sangat cocok melekat padanya. Dalam konteks karier, kemenangan seperti ini biasanya sangat berharga, karena membangun kepercayaan diri sekaligus memberi bukti kepada promotor bahwa seorang petarung layak terus diberi panggung.

Momentum itu berlanjut pada ONE Friday Fights 83 tanggal 18 Oktober 2024, saat Aoyagi menghadapi Jun Hwan Lee. Beberapa sumber sama-sama mencatat bahwa Aoyagi menang dalam laga featherweight tersebut. Ini penting karena menunjukkan bahwa kemenangan atas Jun Hee Jung bukan sekadar satu malam bagus. Ia mampu menjaga momentumnya dan mencatat kemenangan lagi di panggung yang sama. Untuk petarung dengan rekor yang tidak terlalu mulus, dua kemenangan beruntun seperti ini sangat berarti. Mereka bisa mengubah persepsi dari sekadar petarung menarik menjadi petarung yang benar-benar mulai membangun tempat di roster.

Namun seperti banyak petarung lain, jalan Aoyagi tidak sepenuhnya menanjak. Pada ONE Friday Fights 100 tanggal 14 Maret 2025, sumber lain mencatat bahwa ia kalah dari Mohamad Sulaiman lewat KO (punch to the body) di ronde ketiga. Kekalahan seperti ini sangat berarti dalam membaca siapa Aoyagi sebenarnya. Ia tidak dibangun dari ilusi kesempurnaan. Ia adalah petarung yang benar-benar harus menanggung konsekuensi dari gaya bertarungnya sendiri. Ketika ia bertarung agresif dan terbuka, ia punya peluang besar untuk menang spektakuler, tetapi juga membuka ruang untuk dihukum dengan sangat keras. Aoyagi tampaknya hidup dalam risiko seperti itu.

Ujian berikutnya datang pada ONE Friday Fights 122 tanggal 29 Agustus 2025, ketika ia menghadapi petarung Mongolia Erdenebayar Tsolmon. Sebuah sumber mencatat bahwa Aoyagi kalah dalam duel featherweight itu. Kekalahan ini memperlihatkan bahwa fase naiknya di ONE tidak sepenuhnya stabil. Tetapi justru di situlah cerita Katsuaki Aoyagi terasa hidup. Ia bukan petarung yang bergerak lurus dari kemenangan ke kemenangan. Ia seperti petarung yang masih terus mencari bentuk terbaiknya di level internasional, sambil menghadapi lawan-lawan yang juga sedang lapar dan berkembang.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Katsuaki Aoyagi belum punya gelar besar atau status bintang utama di ONE. Namun itu tidak berarti kariernya kecil. Ia telah membangun rekor profesional 6-5, mencatat kemenangan-kemenangan TKO yang penting, bertarung di berbagai panggung Asia, dan membuktikan bahwa ia cukup berbahaya untuk menciptakan ledakan di kelas featherweight. Untuk petarung yang masih terus mencari bentuknya, itu adalah fondasi yang cukup berarti.

Pada akhirnya, Katsuaki Aoyagi adalah kisah tentang petarung Jepang yang membangun namanya lewat keberanian untuk terus bertarung di wilayah berisiko. Ia lahir pada 16 September 1997, membawa julukan “Blast,” mengandalkan striking sebagai wajah utama, tetapi tetap punya kemampuan submission dan kontrol yang membuat permainannya tidak sepenuhnya satu arah. Ia belum menjadi nama terbesar di ONE Championship, tetapi justru karena itulah ceritanya menarik. Ia masih berada di fase ketika setiap pertarungan bisa menjadi titik balik baru. Dan bagi petarung seperti Katsuaki Aoyagi, itulah bagian paling menarik dari seluruh perjalanan.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda