Indonesia, negara agraris atau negara maritim? Tidak tahu bagi anda, tetapi bagi saya, tanah air kita lebih cocok sebagai negara maritim.
Merujuk pada data BIG (Badan Informasi Geospasial) dan Pushidros TNI AL (Pusat Hidrografi dan Oseanografi), luas total perairan Indonesia 6,4 juta km2 dengan panjang garis pantai 108 ribu km. Penjaga maritim kita pun luar biasa. TNI AL, menurut WDMMW (World Directory of Modern Military), ada di urutan keempat dunia untuk kekuatan bersenjata. Di bawah Amerika Serikat, Cina, dan Rusia, dengan 242 armada laut.
Bagaimana dengan tanah untuk agraris? Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah mengungkapkan data bahwa di tahun 2020, tinggal 7,4 ha saja luas lahan agraris. Data tersebut sejalan dengan temuan Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2020. Bahwa 10 tahun sebelumnya, tahun 2010, lahan agraris masih ada 9,2 juta ha.
Jika memang Indonesia mempromosikan dirinya sebagai negara maritim, maka harus berdampak pula kepada cabang olahraga yang bersentuhan dengan air. Sebesar apa dampaknya?
Ada sebuah harapan melalui Rio Waida. Anak muda berkebangsaan Indonesia. Mengutip World Surfer League, kedua orang tua Rio adalah peselancar. Bahkan sebuah merek terkenal, Rip Curl, menyebut Rio adalah satu-satunya peselancar Indonesia yang berhasil meraih pencapaian tertinggi di kompetisi selancar tingkat dunia saat ini.
Rio Waida adalah peselancar Indonesia pertama yang jadi juara berturut-turut Challenger Series 2022. Anak muda Indonesia ini juga berhasil menjuarai Ballito Pro di Afrika Selatan. Ia telah membuktikan dirinya pantas berada di peringkat pertama Challenger Series 2022, menurut World Surfer League. Dengan posisinya, Rio Waida secara otomatis akan mengikuti kualifikasi untuk Championship Tour 2023.
Harapan dari pencapaian prestasi Rio Waida di air, bisa jadi adalah sebuah rangkaian proses tidak terpisahkan dari:
- Peran sebuah unit kecil dalam kehidupan. Orang tua dan komunitas. Kedua orang tua Rio terlibat dalam kesukaan anaknya dan saat berumur 5 tahun, mereka pindah ke lingkungan yang mendukung dari Saitama di Jepang ke Bali.
- Nilai jual. Ini bukan hanya bentuk tubuh yang bagus sebagai seorang atlet dan wajah yang keren untuk foto, tetapi juga prestasi yang disebar melalui narasi yang asyik di kanal media sosial pribadi.
Jangan lupa satu hal saat melakukan sesuatu yang baik, bersenang-senang lah agar bahagia. Mengutip jawaban Rio saat ditanya oleh media internasional, “Apa rasa dari kemenangan yang diraih?” Ia menjawab, sambil memegang bendera Merah-Putih, “Masih gak percaya bisa jadi juara berturut-turut…, saya gak tahu harus berkata apa lagi, saya bahagia.” Senang rasanya, sekarang kita punya seorang idola dari Indonesia, Rio Waida.
Jadi, cocok kan Indonesia sebagai negara maritim? Apalagi ada sebuah lirik lagu yang mengamini hal tersebut, “Nenek moyangku, seorang pelaut…”
(BS/timKB)
Sumber Foto: Facebook PSOI