Balapan bergengsi Africa Eco Race akan dilangsungkan 15-30 Oktober 2022. Balapan tersebut berawal dari tahun 2008 oleh dua orang yang merupakan legenda balap off-road, Jean-Louis Schlesser dan René Metge, selain juga hasil dari kolaborasi tiga negara di Afrika, yaitu Maroko, Mauritania, dan Senegal.
Tujuan balapan adalah peserta bisa merasakan Afrika, menjunjung tinggi sportifitas dan solidaritas, serta bisa mempermudah peserta mencapai titik akhir di Dakar. Sejak edisi balap pertama di 2009, mengutip situs resmi penyelenggara, Africa Eco Race bertambah pesertanya tiap tahun, walaupun ada ancaman keamanan.
Tahun ini pun, ancaman keamanan masih muncul. Kali ini dari Gerakan Kemerdekaan Sahara Barat Front Polisario. Mereka telah memperingatkan penyelenggara Afrika Eco Race untuk tidak melintasi wilayah yang disengketakan dengan Maroko, yang digambarkannya sebagai “zona perang”.

Mengutip VoA, panitia penyelenggara telah mengumumkan reli itu akan melintasi wilayah yang dikuasai Maroko di Afrika Utara tersebut. Sahara Barat adalah hamparan gurun yang kaya mineral di pantai Atlantik Afrika. Wilayah bekas jajahan Spanyol itu diperebutkan antara Maroko dan Polisario yang didukung Aljazair, yang mengklaimnya sebagai Republik Arab Sahrawi.
Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Sahrawi, SPS, Front Polisario meminta penyelenggara untuk “menahan diri” untuk tidak melanggar hukum internasional. Kelompok tersebut melakukan perjuangan bersenjata sebelum menyetujui gencatan senjata pada tahun 1991 atas janji referendum penentuan nasib sendiri yang diawasi PBB, yang hingga saat ini belum pernah diadakan.
“Republik Arab Sahrawi berhak untuk menggunakan semua cara hukum dan untuk menanggapi dengan tegas setiap tindakan yang bertujuan merusak kedaulatan dan integritas teritorialnya,” kata Front Polisario.
Konflik berkobar lagi pada November 2020 ketika Front Polisario menyatakan kesepakatan gencatan senjata 1991 batal demi hukum setelah operasi pasukan Maroko untuk membersihkan sebuah jalan raya yang diblokade, jalan yang juga akan menjadi bagian dari rute Afrika Eco Race.
Balapan terakhir berlangsung tahun 2020. Africa Eco Race melombakan empat jenis kendaraan, yaitu sepeda motor, ATV, mobil, SSV, dan truk.
Di tahun 2020, para juaranya adalah Miklos Kovacs, Laszlo Acs, dan Peter Czegledi (Qualisport Racing, Hungaria) untuk kategori truk. Alessandro Botturi (Team Botturi, Italia) untuk kategori motor.
Sedangkan tiga balapan lainnya adalah Patrick Martin dan Lucas Martin (Team MMO, Prancis) untuk kategori mobil, Benolt Fretin dan Cédric Duplé (B2F Compétition, Prancis) untuk kategori SSV, dan Amaury Baratin (Prancis) untuk kategori ATV.
(BS/timKB)
Sumber Foto: Rally Raid Network