Jakarta – Penampilan Chelsea yang sangat bapuk musim ini menjadi bulan bulanan smeua pihak termasuk para fans mereka sendiri. Padahal pemilik baru Chelsea telah mengekuarkan dana sangat besar (menjadi yang terbesar di Inggris) dalam mendatangkan para pemain baru. Kini, Graham Potter di bawah tekanan hebat di Chelsea setelah hanya memenangkan satu pertandingan sepanjang tahun ini. The Blues tercecer di urutan kesepuluh klasemen sementara dengan gap 11 poin dari zona Liga Champions.
Investasi skuad sekitar £600 juta sejak konsorsium yang dipimpin oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital Group mengambil alih klub tampak tanpa hasil. Potter dibajak dari Brighton untuk menggantikan pelatih pemenang Liga Champions Thomas Tuchel yang dipecat pada September lalu, dan Boehly dengan gigih mendukung Potter meski gagal membalikkan performa dan hasil di lapangan. Dukungan sang pemilik adalah satu satunya alasan yang membuatnya masih bertahan di Chelsea.

Namun, dikabarkan bahwa sejumlah direksi Chelsea mulai cemas dan tidak memiliki keyakinan yang sama seperti Boehly pada Potter. Penggantian pelatih sudah mulai digemakan dan mendapat dukungan sangat masif dari para fans bahkan beberapa pemain Chelsea sendiri. Mereka tidak tahan dengan merosotnya prestasi Chelsea yang semoat menjadi klub pemenang Piala Dunia antar Klub 2021 yang lalu.
Mantan pelatih PSG, Mauricio Pochettino adalah calon pelatih yang dipertimbangkan Chelsea. Pendekatan awal telah dilakukan, namun mantan manajer Tottenham Hotspur itu belum siap untuk mengambil tantangan di Stamford Bridge. Pochettino masih menganggur sejak dipecat Paris Saint-Germain pada Juli 2022. Juru taktik asal Argentina yang memenangkan Ligue 1 itu diyakini akan kembali ke manajerial pada musim depan.
(Yp/timKB)
Sumber foto: skysport.com