Jakarta – Kurniawan Dwi Yulianto, atau yang akrab disapa Si Kurus, adalah salah satu mantan pemain depan Timnas Indonesia yang telah meninggalkan jejaknya dalam dunia sepak bola Indonesia. Lahir pada 13 Juli 1976 di Magelang, Jawa Tengah, Kurniawan Dwi Yulianto telah menunjukkan bakat dan dedikasinya dalam dunia sepak bola sejak usia muda.
Karier Kurniawan Dwi Yulianto di dunia sepak bola dimulai ketika ia bergabung dengan tim muda Sampdoria di Serie A Italia. Di sana, ia berkesempatan berlatih dengan pelatih kenamaan Sven-Goran Eriksson. Penampilan impresifnya membuat Eriksson memuji kemampuannya dalam mencetak gol, termasuk gol spektakuler dari jarak 40 meter ketika Sampdoria menang dengan skor 4-0 atas Sestri Levante.
Namun, karena masalah dengan PSSI, Kurniawan Dwi Yulianto memutuskan untuk pindah ke klub Liga Swiss, FC Luzern. Setelah mengakhiri kariernya di Eropa, ia kembali ke Indonesia dan melanjutkan kiprahnya di Liga 1 pada tahun 1995. Pemain dengan postur kurus ini memiliki kecepatan dan kelincahan yang membuatnya sulit dihentikan oleh para bek lawan. Selama berkarier di Liga 1, Kurniawan Dwi Yulianto telah membela beberapa klub, termasuk Persija Jakarta dan Persipon Pontianak.
Prestasi Kurniawan Dwi Yulianto tidak hanya terjadi di level klub, tetapi juga di Timnas Indonesia. Ia telah mewakili Indonesia dalam beberapa edisi Piala AFF, termasuk tahun 1996, 1998, 2000, 2004, dan 2006. Penampilan konsisten Kurniawan dalam ajang tersebut menjadikannya salah satu pemain yang paling sering tampil di Piala AFF se-Asia Tenggara bersama timnas Garuda. Selama bermain di ajang tersebut, Kurniawan Dwi Yulianto telah mencetak 13 gol untuk Indonesia, menjadikannya salah satu pencetak gol terbaik dalam sejarah Timnas Indonesia.

Kontribusi dan dedikasi Kurniawan Dwi Yulianto terhadap sepak bola Indonesia tidak berhenti setelah ia gantung sepatu. Setelah pensiun sebagai pemain, ia memutuskan untuk beralih profesi menjadi asisten pelatih. Pada tahun 2017, ia bergabung dengan Borneo FC sebagai asisten pelatih. Pengalaman dan pengetahuannya sebagai mantan pemain membuatnya mampu memberikan pandangan berharga kepada para pemain muda dan berkontribusi dalam pengembangan sepak bola di Indonesia.
Selain menjadi asisten pelatih Borneo FC, Kurniawan Dwi Yulianto juga pernah dipercaya sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-23 dan timnas senior. Ia berbagi pengalaman dan pengetahuannya kepada para pemain muda dan membantu dalam merumuskan strategi tim. Ia juga memiliki visi yang jelas dalam mengembangkan bakat-bakat muda di dunia sepak bola.
Pada tahun 2019, Kurniawan Dwi Yulianto mendapat kesempatan untuk melatih klub Liga Super Malaysia, Sabah FC. Pengalaman ini memperluas wawasannya dalam melatih di tingkat profesional dan memberikan kontribusi dalam pengembangan sepak bola di luar Indonesia.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2022, Kurniawan Dwi Yulianto melanjutkan karier kepelatihannya di Italia. Ia menjadi asisten pelatih di klub Como 1907, yang berkompetisi di tingkat lokal. Dalam peran barunya ini, ia terus menunjukkan dedikasi dan semangatnya dalam mengembangkan potensi para pemain dan menciptakan atmosfer yang baik di dalam tim.
Keseluruhan perjalanan karier Kurniawan Dwi Yulianto, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih, menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Dengan ketekunan, kerja keras, dan semangat yang tinggi, ia berhasil menembus batasan dan mencapai prestasi gemilang di dunia sepak bola. Kontribusinya yang luar biasa di Timnas Indonesia dan klub-klub yang pernah ia bela membuatnya menjadi sosok yang dihormati dalam dunia sepak bola Indonesia.
(EA/timKB).
Sumber foto: inews.id