Jakarta – Ketika berbicara tentang legenda sepak bola, sulit untuk tidak menyebutkan nama Paolo Maldini. Sebagai pemain yang menghabiskan seluruh karirnya bersama AC Milan dan membela negara di panggung internasional, Maldini telah meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah sepak bola. Tidak hanya di Italia, tetapi di seluruh dunia.
Paolo Maldini adalah salah satu bek terbaik di dunia yang mempunyai catatan yang tidak dimiliki pemain belakang manapun hingga saat ini. Maldini muda mempunyai kesempatan berhadapan dengan bintang dunia era 80an seperti Diego Maradona, Platini dan Ruud Gullit serta Van Basten. Maldini di usia emasnya juga berhadapan dengan pemain pemain kelas dunia seperti Batistuta, Zinedine Zidane, Luis Figo dan Ronaldo Rosario. Dan di penghujung kariernya masih berkesempatan berlaga dengan Ronaldo dan Lionel Messi muda.
Paolo Cesare Maldini lahir pada 26 Juni 1968 di Milan, Italia, mungkin telah ditakdirkan untuk melanjutkan jejak ayahnya, Cesare Maldini. Cesare bukan hanya mantan pemain dan kapten AC Milan, namun juga menjadi manajer nasional U-21 yang sukses, pelatih AC Milan, dan bahkan pelatih tim nasional senior selama Piala Dunia 1998 di Prancis. Dengan latar belakang keluarga seperti itu, Paolo sepertinya sudah ditakdirkan untuk sukses.
Paolo Maldini tidak hanya melanjutkan jejak ayahnya sebagai pemain, tetapi juga membangun legenda sendiri. Sebagai produk dari skuad muda AC Milan, Maldini memulai dan mengakhiri karir klubnya dengan tim senior. Dia mencatat rekor penampilan terbanyak di Serie A sebanyak 647 kali. Selain itu, Maldini juga memegang rekor penampilan terbanyak di kompetisi Klub UEFA, dengan 174 kali, sebelum dikalahkan oleh Iker Casillas pada 2017. Selama 25 musim bersama AC Milan, ia telah menorehkan 902 penampilan di semua kompetisi, menjadikannya pemegang rekor penampilan untuk Milan.

Maldini mewakili Italia dari tahun 1988 hingga 2002. Dalam rentang waktu tersebut, ia mencetak 7 gol dan tampil sebanyak 126 kali, sebuah rekor pada masanya. Ia juga menjadi kapten Italia selama delapan tahun dan memegang rekor penampilan sebagai kapten, dengan total 74 kali memakai ban kapten. Dalam kariernya bersama timnas, Maldini telah berpartisipasi dalam tiga Kejuaraan Eropa UEFA dan empat Piala Dunia FIFA. Meskipun tidak berhasil memenangkan gelar, prestasinya bersama timnas tak bisa dianggap remeh, dengan mencapai final Piala Dunia 1994 dan Euro 2000.
Maldini, tanpa ragu, adalah salah satu bek terbaik di dunia. Kemampuannya yang lengkap, baik dalam hal teknik, kekuatan fisik, dan pengetahuan taktis, menjadikannya pesepakbola kelas dunia. Sepanjang kariernya, ia telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Bek Terbaik di UEFA Club Football Awards pada usia 39 tahun dan Bek Terbaik Serie A pada tahun 2004. Ia juga menempati posisi ketiga di Ballon d’Or pada 1994 dan 2003.
Usai pensiun pada musim 2008-09, AC Milan memutuskan untuk mempensiunkan baju nomor 3 sebagai bentuk penghormatan kepada Maldini. Kemudian, pada Desember 2012, Maldini mendapat kehormatan dengan dilantik menjadi Hall of Fame Sepak Bola Italia. Meski memilih untuk tidak mengejar karir kepelatihan, Maldini tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola. Ia terakhir menjabat sebagai direktur teknis untuk AC Milan dan menjadi salah satu pemilik klub USL Championship Miami FC.
Dengan segala prestasi dan dedikasinya di dunia sepak bola, Paolo Maldini, tanpa ragu, telah mencatatkan namanya sebagai salah satu legenda sepak bola terbesar. Sebagai simbol, pemimpin, dan legenda klub, Maldini telah meninggalkan warisan yang akan diingat selamanya.
(EA/timKB).
Sumber foto: google