Jakarta – Kasus pidana yang menyeret nama Marcus Greenwood nampaknya belum dapat dilupakan oleh para fans sepakbola, walaupun dirinya sudah merantau ke La Liga Spanyol dengan bergabung dengan Getafe. Menjalani ;aga debut di La Liga,Mason Greenwood turun dari bangku cadangan di 15 menit tersisa waktu normal untuk menggantikan Juanmi Latasa.
Pemain berusia 21 tahun itu menjadi sasaran fans Osasuna setelah ia turun ke lapangan di Coliseum Alfonso Perez. Mereka terdengar meneriakkan “Greenwood, mati,” Adapun pertandingan kontra Osasuna merupakan penampilan kompetitif pertamanya sejak Januari 2022 saat ia tampil untuk Manchester United.

Penyerang tersebut diskors oleh klub setelah ditangkap karena dicurigai melakukan percobaan pemerkosaan, penyerangan dan kontrol paksa, tetapi semua tuduhan terhadapnya dibatalkan pada Februari. Dia pindah ke Getafe saat deadline day dengan status pinjaman selama satu musim setelah Setan Merah mengumumkan dia akan meninggalkan klub menyusul penyelidikan internal selesai.
Walau pengadilan menyatakan dirinya tak bersalah namun publik Inggris sudah terlanjur menghakiminya. ini membuat Greenwood sulit mendapatkan klub di Inggris dan memaksanya harus meninggalkan sepakbola Inggris agar dapat meneruskan kariernya yang masih panjang. Namun kenyataan yang harus diterimanya berbeda. Publik Spanyol masih memperlakukannya bak seorang pesakitan, walaupun mungkin itu dilakukan untuk menjatuhan moral pemain lawan.
Penampilan pertama Greenwood untuk Getafe berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk tuan rumah. Pertandingan berlangsung imbang 2-2 ketika pemain pinjaman United itu masuk ke lapangan, namun tuan rumah mampu merebut tiga poin di akhir laga berkat gol Nemanja Maksimovic pada menit ke-86.
Kemenangan tersebut hanyalah yang kedua bagi Getafe musim ini di LaLiga 2023/24. Pasukan Jose Bordalas akan kembali beraksi minggu depan ketika mereka bertamu ke Anoeta untuk menghadapi Real Sociedad.
(bP/timKB)
Sumber foto: teamtalk.com