Stres seringkali dianggap sebagai kondisi yang merugikan, tetapi tidak semua jenis stres membawa dampak negatif. Ada dua jenis stres yang perlu kita pahami: eustress (stres positif) dan distress (stres negatif). Melalui artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang kedua jenis stres ini, perbedaannya, bagaimana mereka mempengaruhi kita, dan cara mengelolanya.
Apa Itu Distress?
Distress adalah jenis stres yang paling sering kita dengar. Ini adalah reaksi negatif terhadap tekanan atau ancaman, baik dalam pikiran maupun fisik. Distress sering terjadi ketika seseorang menghadapi situasi yang terlalu menantang atau melebihi kemampuan mereka untuk mengatasinya. Ini bisa disebabkan oleh masalah pekerjaan, hubungan, masalah keuangan, atau situasi sulit lainnya.
Distress dikenal banyak orang sebagai stres yang “buruk”. Distress sering kali menyebabkan orang merasa kewalahan dan cemas, dan banyak juga yang mengalami gejala fisik dan psikologis seperti sakit kepala, tegang, insomnia, lalai, atau mudah tersinggung. Stres yang sering, intens, atau kronis merupakan racun bagi tubuh dan otak, dan penelitian telah mengaitkan stres dengan berbagai penyakit fisik dan mental.
Seseorang mengalami distress ketika mereka menganggap bahwa mereka tidak dapat mengubah atau memperbaiki penyebab stres. Contoh-contoh distress dapat berupa perasaan cemas karena kurangnya sumber daya atau kekhawatiran dalam menentukan solusi yang realistis.
Apa Yang Dimaksud Dengan Eustress?
Eustress adalah kebalikan dari distress. Ini adalah jenis stres yang positif, memberikan motivasi dan antusiasme. Eustress sering terkait dengan perasaan gembira dan kepuasan. Contohnya termasuk merasa bersemangat untuk proyek baru, menantikan liburan, atau mengejar hobi. Eustress memicu kita untuk mengembangkan dan bertumbuh.
Apakah seseorang mengalami distress atau eustress sangat bergantung pada persepsi mereka terhadap diri mereka sendiri dan stresor. Sebagai contoh, individu akan lebih mungkin mengalami eustress jika mereka percaya bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah. Penilaian positif terhadap stresor ini membantu mereka menyalurkan energi yang disediakan oleh respons fight-or-flight untuk mencari solusi.
Perbedaan Antara Eustress Dan Distress
Perbedaan utama antara eustress dan distress terletak pada cara tubuh dan pikiran kita merespons. Eustress biasanya dirasakan sebagai stres yang menggembirakan dan energizing, sedangkan distress dirasakan sebagai stres yang menekan dan menguras. Eustress cenderung berdurasi pendek dan meningkatkan motivasi, sementara distress bisa berkepanjangan dan mengurangi produktivitas serta kesehatan mental.
Berikut ini enam perbedaannya:
1. Eustress membuat Anda tetap berenergi dan terjaga, tetapi distress dapat membuat Anda lelah, sehingga Anda lebih banyak tidur.
2. Eustress dapat meningkatkan suasana hati Anda, sedangkan distress dapat menurunkan suasana hati Anda dengan pikiran-pikiran negatif.
3. Distress dapat memiliki konsekuensi kesehatan mental seperti depresi, tetapi eustress meningkatkan kesejahteraan Anda.
4. Distress dapat menyebabkan kecemasan, sedangkan eustress membuat Anda merasa bersemangat dan membantu kepercayaan diri Anda.
5. Eustress mendorong Anda untuk menjadi lebih produktif dan mengambil tindakan, sementara distress dapat membuat Anda merasa kewalahan dan hampir melumpuhkan
6. Eustress meningkatkan kinerja dan kualitas pekerjaan Anda, sedangkan distress menurunkannya.
Bagaimana Distress dan Eustress Berdampak pada Anda
Eustress dan distress dapat memiliki dampak yang unik pada seseorang dan fungsinya. Eustress biasanya bersifat positif, membantu meningkatkan motivasi, fokus, dan energi yang dapat disalurkan seseorang terhadap suatu tugas atau masalah. Di sisi lain, distress cenderung berdampak negatif pada suasana hati, kesehatan, dan fungsi.
Dampak dari gangguan kronis dapat meliputi:
• Kesulitan untuk tidur atau tetap tidur
• Rasa sakit atau ketidaknyamanan fisik (misalnya, sakit kepala, masalah perut)
• Nafsu makan meningkat atau menurun
• Peningkatan detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah
• Kesulitan untuk fokus, berkonsentrasi, atau mengingat sesuatu
• Merasa gelisah, tegang, atau gelisah
• Merasa lelah atau terkuras secara emosional
• Berpikiran yang terus berpacu atau mengulangi pikiran yang mengganggu
• Tidak merasa hadir atau terlibat dalam kegiatan dan tugas
• Mudah tersinggung atau menurunkan toleransi terhadap frustrasi
• Kecemasan yang meningkat
• Gangguan fungsi dalam satu atau lebih bidang kehidupan
• Meningkatnya risiko penyakit mental, seperti kecemasan dan depresi
• Peningkatan risiko gangguan penggunaan zat
• Kondisi kronis, penyakit jantung, dan kanker
• Meningkatnya angka kematian
Bagaimana Mencegah Distress?
Mencegah distress melibatkan beberapa strategi kunci, termasuk mengembangkan teknik coping yang sehat, seperti meditasi atau latihan pernapasan. Penting juga untuk mempertahankan keseimbangan kerja-hidup yang sehat, memprioritaskan waktu untuk relaksasi dan aktivitas yang menyenangkan. Latihan fisik teratur dan diet seimbang juga penting untuk menjaga tubuh dan pikiran dalam kondisi prima.
Berikut adalah sembilan cara untuk mencegah stres negatif dan mendorong stres positif:
1. Fokus pada apa yang dapat Anda kendalikan pada saat ini
2. Cobalah untuk menemukan makna dan tujuan dalam peristiwa yang membuat stres
3. Pikirkan sebuah rencana tindakan untuk membantu Anda mengurangi pemicu stres dan rangsangan stres
4. Luangkan waktu untuk mengevaluasi pemicu stres yang dapat Anda hilangkan dari hidup Anda
5. Berlatihlah untuk berbelas kasih dan berempati pada diri sendiri
6. Luangkan waktu untuk perhatian penuh dan latihan pernapasan dalam lainnya
7. Bersandarlah pada orang yang Anda cintai, anggota keluarga, dan teman untuk mendapatkan dukungan
8. Pelajari cara mengatur emosi Anda dan merasa dapat mengendalikannya
9. Berlatihlah untuk melepaskan stres dan bersantai, seperti aktivitas fisik dan perawatan diri
Kapan Mencari Bantuan
Jika Anda merasa distress mengganggu kehidupan sehari-hari Anda dan Anda kesulitan mengatasinya sendiri, saatnya untuk mencari bantuan. Ini bisa berupa konsultasi dengan psikolog atau psikiater, mengikuti terapi kelompok, atau mencari dukungan dari keluarga dan teman. Mengakui bahwa Anda membutuhkan bantuan adalah langkah penting dalam mengelola distress.
Memahami perbedaan antara eustress dan distress adalah kunci untuk mengelola stres dalam kehidupan kita. Sementara eustress dapat menjadi kekuatan pendorong yang positif, distress perlu diakui dan dikelola dengan cara yang sehat. Dengan memahami tanda-tanda dan penyebab dari kedua jenis stres ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk menjaga keseimbangan dan kesejahteraan kita secara keseluruhan. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika Anda merasa kewalahan oleh stres dalam kehidupan Anda.
(EA/timKB).
Sumber foto: talkspace.com
