Jakarta – Penantian panjang Bologna selama 60 tahun berakhir sudah. Bologna berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan, setelah ada di peringkat ketiga Serie A dengan 67 poin. Dengan unggul tujuh poin di dua laga sisa, Bologna tak lagi bisa dikejar AS Roma di posisi kelima dengan 60 angka. Bologna tampil impresif di Serie A musim ini. Sampai pekan ke-36, Bologna menang 18 kali, seri 13 kali, dan hanya kalah lima kali. Ini merupakan torehan luar biasa mengingat Bologna terakhir kali tampil di kompetisi Eropa tahun 1964.
Pada musim 1963/1964, Bologna meraih Scudetto Serie A. Itu merupakan Scudetto ke-7 Bologna, sekaligus yang terakhir hingga sekarang. Juara Serie A, Bologna berhak tampil di European Cup 1964/1965. Namun, kiprah Bologna kala itu sangat singkat. Melawan Anderlecht (Belgia) di preliminary round, Bologna langsung tersingkir. Itu merupakan pertama dan terakhir kalinya Bologna ambil bagian di European Cup/Liga Champions. Setelah menunggu sangat lama, sekitar 59 tahun, mimpi dan penantian panjang Bologna untuk kembali berlaga di kompetisi elite Eropa tersebut akhirnya terwujud.
Mimpi itu terwujud setelah tangan dingin Thiago Motta sukses membuat mereka tampil impresif di Serie A 2023/2024. Dia mampu menyulap Bologna yang merupakan tim semenjana menjadi kekuatan yang luar biasa lewat permainan menghibur. Ini juga yang membuat Bologna ketar-ketir. Pasalnya kontrak Motta berakhir 30 Juni dan belum ada tanda-tanda diperpanjang.
Sementara itu Juventus terus mendekati Motta untuk menggantikan Massimiliano Allegri. Oleh karenanya, manajemen klub ingin secepatnya membicarakan soal kontrak baru dengan Motta, agar tidak pindah ke klub manapun. Zirkzee juga diincar banyak klub besar Eropa termasuk juara Italia Inter Milan. Zirkzee tampil apik lewat 12 gol dan tujuh assist dari 37 laga.
(bP/timKB).
Sumber foto: facebook