Anoreksia Nervosa: Definisi, Tanda, Penyebab, dan Pengobatan

Eva Amelia 07/09/2024 4 min read
Anoreksia Nervosa: Definisi, Tanda, Penyebab, dan Pengobatan

Anoreksia nervosa adalah penyakit mental yang serius dan gangguan makan: Ini bukanlah sebuah pilihan. Gangguan ini berpotensi mengancam jiwa yang dapat memengaruhi orang dari segala usia, jenis kelamin, kelompok etnis atau ras, serta ukuran dan berat badan. Orang dengan anoreksia mungkin mengalami kesulitan mempertahankan berat badan yang sehat untuk ukuran tubuh, tinggi badan, dan usia mereka. Gangguan ini dapat menyebabkan citra tubuh yang terdistorsi dan konsekuensi kesehatan yang serius. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang anoreksia nervosa, termasuk tanda dan gejala, penyebab, faktor risiko, diagnosis, komplikasi, pengobatan, dan pencegahannya.

Pengertian Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai oleh ketakutan berlebihan akan berat badan dan pola makan yang tidak sehat, sering kali menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

Tanda dan Gejala Anoreksia Nervosa

Tanda dan gejala anoreksia mencakup berbagai aspek fisik dan psikologis, mulai dari penurunan berat badan yang signifikan, kelelahan, dan pusing, hingga perilaku makan yang tidak biasa dan olahraga berlebihan.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala anoreksia nervosa:

    • Penurunan Berat Badan yang Signifikan: Penderita anoreksia sering kali mengalami penurunan berat badan yang drastis dan tidak sehat.
    • Ketakutan Berlebihan terhadap Kenaikan Berat Badan: Meskipun berat badan mereka sudah di bawah normal, penderita tetap merasa takut akan kenaikan berat badan.
    • Persepsi Tubuh yang Terdistorsi: Mereka mungkin melihat diri mereka sebagai gemuk meskipun sebenarnya sangat kurus.
    • Pembatasan Asupan Makanan: Penderita sering kali membatasi jumlah makanan yang mereka konsumsi, bahkan hingga kelaparan.
    • Olahraga Berlebihan: Beberapa penderita mungkin berolahraga secara berlebihan untuk membakar kalori.
    • Amenore: Pada wanita, anoreksia dapat menyebabkan berhentinya menstruasi.
    • Masalah Kesehatan Fisik: Ini termasuk kulit kering, rambut rontok, kuku rapuh, dan masalah kesehatan lainnya seperti anemia dan osteoporosis.
    • Perilaku Makan yang Tidak Biasa: Misalnya, memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil atau menyembunyikan makanan.
    • Kelelahan dan Pusing: Karena kurangnya nutrisi, penderita sering merasa lelah dan pusing.
    • Denyut Jantung yang Tidak Teratur: Anoreksia dapat menyebabkan masalah pada jantung, termasuk denyut jantung yang tidak teratur.

Penyebab Anoreksia Nervosa

Penyebab anoreksia nervosa kompleks dan melibatkan faktor-faktor psikologis, genetik, sosial, dan budaya. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup tekanan untuk memiliki tubuh yang “ideal”, pengalaman traumatis, gangguan citra tubuh, dan masalah kontrol diri.

Beberapa faktor yang diduga berkontribusi meliputi:

    • Faktor Lingkungan: Lingkungan yang mengaitkan kecantikan atau kesuksesan dengan tubuh kurus dapat mendorong seseorang untuk mengubah penampilannya secara berlebihan. Tekanan dari teman sebaya dan media sosial juga dapat memperkuat keinginan untuk memiliki tubuh kurus.
    • Faktor Psikologis: Beberapa penderita anoreksia mungkin memiliki gangguan kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Mereka juga cenderung memiliki dorongan yang kuat untuk tampil sempurna dan merasa tidak pernah cukup kurus.
    • Faktor Biologis: Ada bukti bahwa anoreksia nervosa dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan perubahan hormon. Kelainan genetik tertentu dan perubahan dalam fungsi otak yang mengontrol rasa lapar dan makan juga dapat berperan.
    • Faktor Keluarga: Lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau adanya riwayat anoreksia dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini.
    • Faktor Sosial: Tekanan sosial untuk memiliki tubuh yang langsing, terutama dalam profesi tertentu seperti model, penari balet, atau pemandu sorak, dapat menjadi pemicu anoreksia.

Faktor Risiko Anoreksia Nervosa

Ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami anoreksia nervosa:

    • Jenis Kelamin: Anoreksia lebih sering terjadi pada perempuan, meskipun laki-laki juga dapat mengalaminya.
    • Usia: Remaja dan dewasa muda lebih rentan terhadap anoreksia, meskipun gangguan ini dapat terjadi pada segala usia.
    • Riwayat Keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan gangguan makan atau gangguan kesehatan mental lainnya dapat meningkatkan risiko
    •  Gangguan Psikologis: Orang dengan gangguan kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), atau perfeksionisme ekstrem lebih rentan terhadap anoreksia.
    • Tekanan Sosial dan Budaya: Tekanan untuk memiliki tubuh kurus dari media, teman sebaya, atau profesi tertentu seperti model atau penari balet dapat menjadi faktor risiko.
    • Diet dan Penurunan Berat Badan: Diet yang ketat atau penurunan berat badan yang cepat dapat memicu anoreksia pada individu yang rentan.
    • Lingkungan Keluarga: Lingkungan keluarga yang tidak harmonis atau adanya tekanan dari keluarga untuk mencapai standar tertentu dapat berkontribusi.

Diagnosa Anoreksia Nervosa

Diagnosis anoreksia nervosa melibatkan pemeriksaan fisik, tes laboratorium, evaluasi psikologis, dan penggunaan kriteria diagnostik DSM-5. Pemeriksaan fisik mencakup pengukuran berat dan tinggi badan serta tanda-tanda vital. Tes laboratorium meliputi tes darah dan urine. Evaluasi psikologis dilakukan untuk memahami pola pikir dan perilaku makan pasien. Kriteria DSM-5 digunakan untuk memastikan diagnosis.

Komplikasi Anoreksia Nervosa

Komplikasi anoreksia nervosa dapat mencakup kerusakan organ, masalah jantung, gangguan hormonal, gangguan reproduksi, osteoporosis, dan gangguan mental seperti depresi atau kecemasan.

Pengobatan Anoreksia Nervosa

Pengobatan anoreksia nervosa biasanya melibatkan pendekatan multidisiplin yang mencakup perawatan medis, terapi psikologis, dan konseling nutrisi. Berikut adalah beberapa metode pengobatan yang umum digunakan:

    •  Perawatan Medis: Melibatkan rawat inap jika kondisi fisik sangat lemah, pemberian nutrisi melalui selang nasogastrik, dan penggunaan obat-obatan seperti antidepresan.
    • Terapi Psikologis: Termasuk Terapi Perilaku Kognitif (CBT) untuk mengubah pola pikir dan perilaku, terapi berbasis keluarga untuk mendukung pemulihan, dan terapi kelompok untuk berbagi pengalaman.
    • Konseling Nutrisi: Ahli gizi membantu mengembangkan rencana makan yang sehat dan memastikan pasien mendapatkan nutrisi yang cukup.

Pengobatan ini memerlukan waktu dan komitmen dari pasien dan tim medis.

Mencegah Anoreksia Nervosa

Pencegahan anoreksia nervosa melibatkan dukungan emosional yang kuat dari keluarga dan teman, pendidikan tentang pentingnya nutrisi yang seimbang, dan menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung. Mengajarkan anak-anak dan remaja untuk menghargai tubuh mereka dan tidak terjebak dalam standar kecantikan yang tidak realistis sangat penting. Selain itu, kegiatan yang meningkatkan rasa percaya diri dan keterlibatan dalam hobi atau minat yang positif dapat membantu mencegah gangguan makan ini. Dengan pendekatan yang komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak, risiko anoreksia nervosa dapat diminimalkan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang anoreksia nervosa, kita dapat lebih waspada dan mendukung mereka yang mungkin mengalaminya. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan memahami.

(EA/timKB).

Sumber foto: new-medical.net

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...