Mengatasi Kebiasaan Doomscrolling untuk Kesehatan Mental

Eva Amelia 14/09/2024 4 min read
Mengatasi Kebiasaan Doomscrolling untuk Kesehatan Mental

Dalam era digital yang serba cepat ini, kita sering kali terjebak dalam kebiasaan yang tidak sehat tanpa menyadarinya. Salah satu kebiasaan tersebut adalah doomscrolling. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian doomscrolling, alasan mengapa orang melakukannya, siapa saja yang berisiko, serta dampak negatifnya terhadap kesehatan mental. Selain itu, artikel ini juga akan memberikan strategi praktis untuk menghentikan kebiasaan doomscrolling dan mengembalikan keseimbangan dalam hidup kita.

Pengertian Doomscrolling

Doomscrolling adalah kebiasaan membaca konten online yang cenderung negatif, seperti berita buruk atau informasi yang mengganggu, tanpa henti dan tanpa tujuan yang jelas. Ini bukan hanya kebiasaan membaca berita, tetapi lebih kepada terus-menerus bergulir melalui konten yang cenderung memicu kecemasan atau depresi.

Alasan Mengapa Orang Melakukan Doomscrolling

Orang melakukan doomscrolling karena seringkali merasa tertarik dengan informasi terbaru dan merasa perlu untuk tetap terhubung dengan berita aktual. Namun, kebiasaan ini sering kali membuat mereka merasa tegang, cemas, atau sedih.

Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan doomscrolling:

    • Kebutuhan untuk Informasi: Banyak orang merasa perlu untuk selalu mendapatkan informasi terbaru, terutama berita negatif, untuk merasa lebih siap menghadapi situasi buruk.
    • Rasa Penasaran: Berita negatif sering kali memicu rasa penasaran yang membuat orang ingin terus membaca lebih banyak.
    • Kontrol: Membaca berita tentang situasi yang menakutkan atau tidak pasti dapat memberikan ilusi kontrol, seolah-olah dengan mengetahui lebih banyak, mereka bisa mengendalikan situasi.
    • Kecanduan: Doomscrolling bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan karena memicu respons emosional yang kuat, seperti kecemasan atau ketakutan, yang membuat orang terus mencari lebih banyak informasi.

Siapa yang Berisiko Terhadap Doomscrolling ini?

Semua orang berisiko mengalami doomscrolling, tetapi mereka yang memiliki kecenderungan terhadap kecemasan atau depresi mungkin lebih rentan. Selain itu, mereka yang sering menggunakan media sosial atau terpapar informasi negatif secara terus-menerus juga berisiko lebih tinggi.

Beberapa kelompok orang lebih berisiko terhadap doomscrolling, termasuk:

    • Orang dengan Gangguan Kecemasan: Mereka yang sudah mengalami gangguan kecemasan, gangguan panik, PTSD, OCD, atau fobia sosial lebih rentan terhadap kebiasaan ini.
    • Pengguna Media Sosial Aktif: Orang yang sering menggunakan media sosial dan internet untuk mencari berita atau informasi terbaru cenderung lebih mudah terjebak dalam kebiasaan ini.
    • Individu dengan Kecenderungan Perfeksionis: Mereka yang merasa perlu selalu mengetahui segala sesuatu dan merasa tidak nyaman jika ada informasi yang terlewat juga berisiko.
    • Orang yang Mengalami Stres atau Depresi: Mereka yang sedang mengalami stres berat atau depresi mungkin mencari berita negatif sebagai cara untuk memahami atau mengendalikan perasaan mereka.

Mengapa Doomscrolling Membuat Ketagihan?

Doomscrolling bisa membuat ketagihan karena adanya efek peningkatan kadar dopamine dalam otak ketika menemukan informasi baru. Namun, kesenangan singkat ini sering diikuti oleh perasaan stres dan kecemasan yang lebih besar.

Doomscrolling bisa membuat ketagihan karena beberapa alasan utama:

    • Sistem Limbik: Doomscrolling dipicu oleh bagian primitif otak manusia yang dikenal sebagai sistem limbik, yang bertanggung jawab atas emosi dan dorongan dasar. Sistem ini membuat kita secara alami tertarik pada informasi yang berpotensi berbahaya untuk meningkatkan kewaspadaan.
    • Hormon Stres: Aktivitas ini meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam tubuh. Semakin sering kita melakukan doomscrolling, semakin banyak hormon ini dilepaskan, yang dapat menyebabkan stres dan kelelahan baik secara mental maupun fisik.
    • Ilusi Kontrol: Membaca berita negatif dapat memberikan ilusi kontrol, seolah-olah dengan mengetahui lebih banyak, kita bisa mengendalikan situasi. Namun, ini sering kali justru membuat kita merasa lebih cemas.
    • Kecanduan Informasi: Ada dorongan kuat untuk terus mencari informasi baru, meskipun itu negatif. Ini bisa menjadi siklus yang sulit dihentikan karena setiap kali kita menemukan informasi baru, otak kita melepaskan dopamin, yang memberikan rasa puas sementara.

Dampak Doomscrolling pada Kesehatan Mental

Dampak kebiasaan ini pada kesehatan mental bisa sangat merugikan, termasuk peningkatan tingkat kecemasan, depresi, dan kurangnya tidur yang berkualitas. Hal ini juga dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Beberapa dampak tersebut antara lain:

    • Meningkatkan Kecemasan dan Stres: Terus-menerus terpapar berita negatif dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, yang menyebabkan peningkatan kecemasan dan stres.
    • Memperburuk Depresi: Bagi mereka yang sudah mengalami depresi atau rentan terhadapnya, doomscrolling dapat memperburuk gejala dan memicu episode depresi.
    • Mengganggu Tidur: Kebiasaan ini sering dilakukan sebelum tidur, yang dapat mengganggu kualitas tidur dan menyebabkan insomnia.
    • Meningkatkan Pikiran Negatif: Doomscrolling dapat memperkuat pikiran dan perasaan negatif, membuat seseorang merasa lebih pesimis dan cemas tentang masa depan.
    • Gejala Fisik: Selain dampak mental, doomscrolling juga dapat menyebabkan gejala fisik seperti sakit kepala, ketegangan otot, dan jantung berdebar-debar.

Cara Menghentikan Kebiasaan Doomscrolling

Menghentikan kebiasaan ini bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi yang bisa membantu:

    • Buat Batasan Waktu: Tentukan berapa lama kamu akan menghabiskan waktu untuk membaca berita setiap hari dan patuhi batasan tersebut. Menggunakan pengatur waktu bisa sangat membantu.
    • Jadwalkan Waktu Tanpa Layar: Sisihkan waktu tertentu setiap hari untuk tidak menggunakan perangkat elektronik. Gunakan waktu ini untuk melakukan aktivitas lain yang menyenangkan, seperti membaca buku, berjalan-jalan, atau berolahraga.
    • Fokus pada Sumber Berita yang Kredibel: Batasi konsumsi berita dari sumber yang tepercaya dan hindari situs yang cenderung menyebarkan berita negatif atau sensasional.
    • Alihkan Perhatian: Ketika kamu merasa mulai doomscrolling, segera alihkan perhatianmu dengan melakukan aktivitas lain yang bermanfaat, seperti menjalani hobi, memasak, atau berkebun.
    • Praktikkan Mindfulness: Latihan mindfulness atau meditasi dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesadaran diri, sehingga kamu lebih mudah menghentikan kebiasaan doomscrolling.
    • Batasi Notifikasi: Matikan notifikasi dari aplikasi berita atau media sosial untuk mengurangi godaan untuk terus-menerus memeriksa ponsel.

Jika Anda merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan doomscrolling, atau jika ini mengganggu kesehatan mental Anda secara signifikan, penting untuk mencari bantuan profesional. Psikoterapi atau konseling dapat membantu Anda mengatasi kecanduan doomscrolling dan mengembangkan strategi yang lebih sehat untuk mengelola stres dan kecemasan.

Doomscrolling adalah fenomena yang semakin umum di era digital ini, di mana akses informasi begitu mudah dan cepat. Meskipun mengetahui berita terkini penting, kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam kebiasaan yang merugikan kesehatan mental kita. Dengan memahami penyebab dan dampak doomscrolling, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kebiasaan ini dan menjaga keseimbangan dalam hidup kita.

(EA/timKB).

Sumber foto: cnn.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...