Jakarta – Sejak Minggu malam yang lalu, lini masa hampir semua sosial media di Indonesia mulai diramaikan oleh rencana pemecatan pelatih timnas Shin Tae-Yong. PSSI yang akan melakukan Presscon di hari Senin, 6/1/2025 memicu spekulasi tentang masa depan pelatih asal Korea Selatan itu. Dan akhirnya kabar burung tersebut menjadi kenyataan setelah Ketua Umum PSSI, Erik Tohir mengumumkan secara resmi pemecatan Shin Tae-Yong sebagai pelatih timnas Indonesia. Berita itu memicu kehebohan di sosial media hingga menjadi trending hingga ke mancanegara. Berbagai respon yang secara umum terbelah menjadi dua menyikapi berita tersebut.
PSSI resmi memberhentikan Shin Tae-yong, Senin (6/1/2025) siang WIB. STY didepak berdasarkan evaluasi yang dilakukan federasi selepas Piala AFF 2024. STY gagal total di Piala AFF 2024. Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah dikalahkan Vietnam dan Filipina di fase grup. Meski begitu, Piala AFF bukan jadi satu-satunya alasan pemecatan STY. Dia juga dianggap bertanggung jawab dalam kekalahan Indonesia dari China di kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemecatan STY sekaligus mengakhiri kariernya di Indonesia. Pria 54 tahun itu ditunjuk sebagai juru latih tim nasional pada Desember 2019 dan berhasil membawa Garuda berbicara banyak di pentas Asia.
Timnas Indonesia dibawa STY lolos ke 16 besar Piala Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Merah-Putih juga diantarkannya melaju ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. STY dipecat setelah memimpin Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Dia gagal membawa Garuda ke semifinal usai dikalahkan Filipina di matchday terakhir Grup B. Timnas Indonesia kala itu tumbang 0-1 dari Filipina di Stadion Manahan, Solo. Asnawi Mangkualam cs finis di urutan ketiga Grup B dan kalah bersaing dari Vietnam dan Filipina.
Kegagalan di Piala AFF 2024 bukan jadi alasan tunggal dipecatnya STY. PSSI sebelumnya sudah mengevaluasi kinerja sang pelatih di kualifikasi Piala Dunia 2026, khususnya di pertandingan China vs Indonesia pada Oktober 2024. Timnas Indonesia, yang saat itu dalam euforia positif dengan terus meraih poin di tiga laga, harus menyerah 1-2 dari China yang belum meraih poin. STY melakukan beberapa perubahan dalam susunan pemain dan dinilai bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.
Kelemahan dalam menerapkan strategi dan taktik dianggap menjadi titik lemah STY yang sudah terbaca oleh para lawannya, khusunya di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan berani yang diambil PSSI ini diprediksi akan mendapat sentimen negatif dari para pendukung timnas Indonesia garis keras, yang selama ini menanggap bahwa STY adalah sosok paling berjasa bagi timnas hingga dapat berada di posisi ini saat ini.
(Yp/timKB).
Sumber foto: tribunnews.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda