Jakarta – Beberapa waktu belakangan para peminat olahraga ekstrem mendapat suguhan tontonan baru yang menampilkan dua orang yang saling tampar untuk menjadi pemenang yang dinamakan Power Slap. Dalam waktu singkat olahraga baru ini mendapat banyak perhatian dari para penggemar apalagi telah dikemas menjadi sebuah acara yang layak jual. Power Slap dimiliki oleh CEO Ultimate Fighting Championship (UFC), Dana White. yang berhasil membawa UFC menjadi panggung MMA nomor satu di dunia.
Power Slap merupakan sebuah olahraga ekstrim yang melibatkan dua peserta yang berdiri di hadapan satu sama lain dan bergantian memberikan tamparan sekuat tenaga pada wajah lawan. Setiap peserta mendapatkan giliran untuk menampar lawan dalam beberapa ronde, dan pemenang ditentukan berdasarkan kekuatan, teknik, dan ketahanan. Di olahraga ini, kekuatan fisik dan ketahanan mental diuji dalam pertarungan yang benar-benar mengandalkan tangan kosong.
Kedua peserta harus berdiri tegak dan tidak boleh bergerak saat menerima tamparan. Tamparan harus dilakukan dengan tangan terbuka dan hanya mengenai area pipi. Poin akan diberikan berdasarkan kekuatan, akurasi, dan teknik tamparan. Pemenang dalam olahraga ini adalah atlet yang berhasil menjatuhkan lawan dengan KO atau membuat lawan menyerah terlebih dahulu.
Penggemar dari seluruh dunia dapat menyaksikan aksi tampar-menampar yang menegangkan antara dua pria besar maupun wanita cantik yang banyak dilihat di youtube maupun instagram. Seiring berkembang dan bertambahnya antusiasme olahraga ini, berbagai kompetisi internasional diadakan setiap tahun, menarik atlet-atlet dari berbagai negara untuk bersaing dan menunjukkan kekuatan dan ketahanan mereka. Oleh karena itu, turnamen Power Slap memiliki daya tarik tersendiri sehingga menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para penggemar olahraga ekstrim.
Walaupun olahraga ekstrem ini menawarkan hiburan yang menarik serta memacu adrenalin, sehingga menarik penonton dari berbagai kalangan untuk menyaksikannya. Namun, ternyata Power Slap tidak lepas dari pro dan kontra dari sudut pandang yang lain. Kompetisi ini tentu saja menghadirkan pertunjukan kekuatan fisik yang mengagumkan dan ketahanan luar biasa. Namun, Power Slap juga memiliki resiko cedera yang tinggi, termasuk cedera otak traumatis, patah tulang, dan kerusakan permanen pada wajah. Kritik dari komunitas medis dan keselamatan olahraga mengenai dampak jangka panjang pada kesehatan peserta kerap dilontarkan terhadap olahraga ini.
Selain itu, sebagian orang ada yang menganggap Power Slap sebagai olahraga yang tidak etis dan terlalu brutal yang dikhawatirkan dapat menormalisasi aksi kekerasan dan dampak negatifnya terhadap penonton berusia muda.
(bP/timKB).
Sumber foto: yahoosport
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda