The Bite Fight: Pertarungan Tyson-Holyfield Yang Tak Terlupakan

Eva Amelia 28/06/2025 3 min read
The Bite Fight: Pertarungan Tyson-Holyfield Yang Tak Terlupakan

Jakarta – Pada tanggal 28 Juni 1997, dunia tinju kembali fokus pada Las Vegas, Nevada, untuk sebuah pertarungan ulang yang sangat dinantikan. Di MGM Grand Garden Arena, dua titan kelas berat, Mike Tyson dan Evander Holyfield, akan berhadapan lagi. Pertandingan pertama mereka, pada November 1996, telah menghasilkan kejutan besar ketika Holyfield, yang dianggap sebagai underdog, berhasil mengalahkan Tyson melalui technical knockout (TKO) di ronde ke-11. Kali ini, harapan publik adalah untuk menyaksikan Tyson membalas dendam atau Holyfield mengukuhkan dominasinya. Namun, apa yang terjadi pada malam itu melampaui semua ekspektasi, bahkan yang paling liar sekalipun, dan selamanya terukir dalam sejarah olahraga sebagai “Gigitan Telinga” yang membuat laga dijuluki The Bite Fight.

Ketegangan sudah terasa bahkan sebelum bel pembuka berbunyi. Tyson, sang “Iron Mike” yang dulunya tak terkalahkan, datang ke pertarungan ini dengan reputasi yang sedikit ternoda setelah kekalahan pertamanya. Ada tekanan besar baginya untuk membuktikan bahwa kekalahan itu hanyalah sebuah anomali. Di sisi lain, Holyfield, “The Real Deal”, tampil dengan kepercayaan diri seorang juara yang telah berhasil menaklukkan “binatang buas” yang ditakuti.

Ronde pertama dimulai dengan intensitas tinggi, seperti yang diharapkan dari dua petinju kelas berat kaliber ini. Kedua petinju bertukar pukulan, mencari celah. Namun, di awal ronde ketiga, suasana di arena mulai berubah. Setelah saling beradu argumen dan berangkulan di clinch beberapa kali, wasit Mills Lane harus berulang kali memisahkan mereka. Tiba-tiba, di tengah clinch yang lain, Tyson melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan: ia menggigit telinga kanan Holyfield. Holyfield menjerit kesakitan, dan wasit menghentikan pertarungan.

Ketika Holyfield berputar dan menunjukkan telinganya yang berdarah kepada wasit, kebingungan dan kemarahan melanda arena. Tyson dikenai pengurangan dua poin oleh wasit Mills Lane dan kemudian didiskualifikasi, meskipun ada perdebatan singkat mengenai apakah pertandingan akan dilanjutkan. Kerumunan penonton riuh, baik dengan teriakan kejutan maupun kemarahan. Potongan telinga Holyfield ditemukan di lantai ring oleh timnya dan sempat dibawa ke rumah sakit, namun tidak dapat disambungkan kembali.

Keputusan diskualifikasi Mike Tyson adalah sebuah gempa bumi dalam dunia tinju. Tidak hanya Tyson kalah dalam pertarungan, tetapi tindakannya menggigit Holyfield merupakan pelanggaran etika dan sportivitas yang sangat serius. Insiden ini dengan cepat menjadi berita utama di seluruh dunia, bahkan melampaui liputan olahraga. Tyson menjadi subjek kecaman luas, dan lisensi tinjunya dicabut oleh Komisi Atletik Nevada, meskipun kemudian dipulihkan beberapa tahun kemudian.

Dampak dari “Gigitan Telinga” ini sangat besar. Bagi Holyfield, insiden ini menambah babak baru dalam kisahnya sebagai seorang petinju tangguh yang tidak hanya mengalahkan Tyson, tetapi juga selamat dari serangan yang tidak konvensional. Bagi Tyson, ini adalah noda besar dalam kariernya yang sudah penuh dengan kontroversi. Tindakannya tersebut seringkali diinterpretasikan sebagai puncak frustrasi dan hilangnya kendali di tengah tekanan untuk merebut kembali statusnya sebagai juara dunia.

Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, momen 28 Juni 1997 di MGM Grand Garden Arena tetap menjadi salah satu peristiwa paling ikonik dan sering dibahas dalam sejarah olahraga. Itu adalah malam di mana Mike Tyson, untuk sesaat, melupakan aturan dan menunjukkan sisi gelap dari tekanan kompetisi tingkat tinggi, meninggalkan luka fisik pada lawan dan luka metaforis pada reputasinya, yang hingga kini masih menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi legendaris tentang “Si Leher Beton”.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...