Jakarta – Di setiap sudut Thailand, Muay Thai bukan sekadar olahraga. Ia adalah napas kehidupan, cerita budaya, dan warisan yang turun-temurun dijaga dengan penuh kebanggaan. Dari jalanan berdebu di pedesaan hingga gemerlap stadion di Bangkok, Muay Thai merasuk dalam darah anak-anak muda yang berjuang demi keluarga, kehormatan, dan mimpi. Salah satu anak muda yang berhasil mengangkat nama Thailand di panggung dunia itu adalah Rambong Sor Therapat, petarung berusia 28 tahun yang kini tampil memukau di ONE Championship, divisi Catchweight Muay Thai.
Akar Kehidupan: Lahir dalam Napas Tradisi
Rambong lahir di sebuah desa kecil di Thailand utara, jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Ayahnya adalah mantan petani yang bekerja keras di sawah, sedangkan ibunya membantu ekonomi keluarga dengan berjualan makanan di pasar. Seperti banyak anak Thailand lainnya, Rambong diperkenalkan pada Muay Thai sejak kecil, bukan hanya untuk olahraga, tetapi sebagai jalan keluar dari kesulitan ekonomi.
Usia tujuh tahun, ketika anak-anak lain sibuk bermain layangan atau menendang bola di tanah lapang, Rambong sudah mulai berlatih di kamp Muay Thai lokal yang sederhana. Di sanalah dia mulai memahami arti kata “sakit”, “tekad”, dan “pengorbanan”. Setiap pagi, ia berlari puluhan kilometer, menendang ban bekas berulang kali, dan mengulang gerakan clinch sampai tubuhnya memar. Semua itu dilakukan bukan semata-mata demi kemenangan di atas ring, tetapi untuk membantu keluarganya.
Dari Festival Desa ke Stadion Bergengsi
Sebelum masuk ke stadion besar di Bangkok, perjalanan Rambong dipenuhi pertandingan festival lokal yang sederhana. Dengan bayaran seadanya, ia bertarung di ring bambu yang dikelilingi oleh warga desa yang antusias. Meskipun tidak ada kamera televisi atau sorakan ribuan orang, setiap kemenangan menjadi kebanggaan besar bagi kampungnya.
Kemenangan demi kemenangan akhirnya mengantarkannya ke Rajadamnern Stadium dan Lumpinee Stadium—dua tempat suci Muay Thai. Di sini, Rambong mulai dikenal sebagai petarung dengan clinch kuat, tendangan tajam, dan kecepatan serangan yang mengintimidasi lawan. Tak jarang, ia berhasil meng-KO lawan di ronde awal dengan kombinasi serangan lutut dan siku yang mematikan.
Bergabung dengan ONE Championship
Setelah reputasinya semakin meluas di Thailand, promotor internasional mulai meliriknya. Puncaknya, Rambong menandatangani kontrak dengan ONE Championship, salah satu organisasi seni bela diri terbesar di Asia dan dunia. Keputusan ini menjadi titik balik dalam kariernya—dari petarung kampung yang berjuang demi makan sehari-hari, kini ia berada di bawah sorotan global.
ONE Championship memberinya platform untuk memperkenalkan Muay Thai otentik kepada penonton internasional. Rambong membawa gaya bertarung “Muay Khao” (gaya yang mengandalkan clinch dan lutut) yang jarang ditampilkan secara murni di ajang global. Gaya inilah yang membuatnya berbeda dan dihormati oleh lawan-lawannya.
Campuran Seni dan Kekerasan
Di atas ring, Rambong seperti tarian mematikan. Gerakannya penuh ritme dan presisi. Tendangan ke arah paha lawan (low kick) diikuti dengan teep (tendangan dorong) untuk mengatur jarak. Ketika lawan lengah, clinch cepat diambil, dan lutut pun menghujani rusuk lawan tanpa ampun.
Yang membuatnya unik adalah kemampuan membaca tempo. Rambong tidak terburu-buru untuk memukul jatuh lawan. Ia sabar, memancing, dan kemudian menghukum dengan keras saat celah terbuka. Tidak sedikit lawan yang kehabisan napas dan akhirnya menyerah di tengah ronde, bukan karena KO, tetapi karena tekanan mental yang ditanamkan Rambong.
Prestasi dan Pengakuan
Selain kemenangan-kemenangan penting di Thailand, di ONE Championship Rambong berhasil memetik beberapa kemenangan gemilang yang membuat namanya semakin melambung. Walaupun gelar juara dunia ONE Championship belum digenggam, kehadirannya telah membuka mata dunia tentang keindahan Muay Thai sejati.
Rambong Sor Therapat bukan hanya petarung biasa. Ia adalah perwujudan semangat juang rakyat Thailand, simbol ketekunan, dan kebanggaan budaya yang disulut di atas ring. Dengan dedikasi yang tak pernah padam, ia terus menapak tangga menuju puncak, membawa nama Thailand ke panggung dunia, sambil menanamkan inspirasi di hati generasi berikutnya.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda