Alex Pereira Sang “Poatan” Dari Brasil

Piter Rudai 03/06/2026 2 min read
Alex Pereira Sang “Poatan” Dari Brasil

Jakarta – Alex Sandro Silva Pereira, atau yang dikenal dengan julukan Poatan, adalah petarung MMA asal Brasil yang lahir pada 7 Juli 1987 di São Bernardo do Campo, São Paulo. Ia berkompetisi di UFC dan dikenal sebagai mantan juara dua divisi, Middleweight dan Light Heavyweight. Poatan memiliki rekor profesional 13 kemenangan dan 3 kekalahan, dengan mayoritas kemenangan diraih lewat KO/TKO berkat latar belakang kickboxing yang kuat.

Sebelum meniti karier sebagai petarung profesional, Pereira bekerja sebagai tukang ban di Brasil. Kehidupan keras dan kebiasaan buruk seperti kecanduan alkohol sempat membayangi masa mudanya. Namun pada tahun 2009, ia memutuskan untuk mengubah jalan hidup dengan mulai berlatih kickboxing. Keputusan ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga sebagai cara untuk keluar dari lingkaran kebiasaan buruk. Dari sinilah kariernya mulai berkembang pesat.

Pereira kemudian menorehkan prestasi besar di dunia kickboxing, termasuk menjadi juara dunia di Glory Kickboxing pada kelas Middleweight dan Light Heavyweight. Dominasi dan gaya bertarung agresifnya membuat UFC tertarik merekrutnya, dan pada tahun 2021 ia resmi bergabung. Debutnya di UFC langsung mencuri perhatian dengan kemenangan atas Andreas Michailidis, lalu berlanjut dengan kemenangan spektakuler atas Sean Strickland yang membuka jalan menuju perebutan sabuk.

Foto: youtube.com

Puncak kariernya datang pada November 2022 ketika ia merebut gelar Middleweight dengan menaklukkan Israel Adesanya lewat TKO ronde kelima di UFC 281. Meski kehilangan sabuk tersebut dalam laga ulang di UFC 287, Pereira bangkit dengan naik ke divisi Light Heavyweight. Pada November 2023, ia merebut sabuk dengan mengalahkan Jiří Procházka, kemudian mempertahankannya dengan kemenangan atas Jamahal Hill dan Procházka lagi. Ia juga menjalani duel sengit melawan Magomed Ankalaev pada 2025.

Kini, Alex Pereira dijadwalkan kembali bertarung pada 14 Juni 2026 melawan Ciryl Gane di ajang UFC White House – Freedom 250: Topuria vs. Gaethje yang digelar di Washington. Pertarungan ini akan menjadi laga perebutan gelar di divisi Light Heavyweight dan menjadi ujian besar berikutnya bagi Poatan.

Dengan gaya kickboxing agresif, kombinasi tinju yang tajam, serta persentase KO yang tinggi, Pereira dianggap sebagai salah satu pemukul paling berbahaya di UFC modern. Dari pekerja tukang ban hingga menjadi juara dua divisi UFC, kisah hidup Poatan adalah contoh nyata bagaimana tekad dan disiplin bisa mengubah nasib seseorang.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...