Jakarta – Pada tanggal 7 Juli 2019, sebuah momen tak terlupakan tercipta di T-Mobile Arena, Las Vegas, Nevada. Dalam ajang UFC 239, Jorge Masvidal mencetak rekor UFC yang mungkin tidak akan pernah terpecahkan: KO tercepat dalam sejarah promosi, hanya dalam waktu lima detik. Korban dari tendangan lutut terbang nan ikonik tersebut adalah Ben Askren, seorang petarung yang dikenal dengan gaya gulat dominannya dan rekor tak terkalahkan yang mengesankan.
Pertarungan antara Masvidal dan Askren adalah salah satu yang paling dinanti di kartu UFC 239. Askren, dengan rekor sempurna 19-0 dan reputasi sebagai salah satu pegulat terbaik di MMA, baru saja mengalahkan Robbie Lawler dalam debut UFC-nya yang kontroversial. Di sisi lain, Masvidal datang dengan momentum besar setelah dua kemenangan KO berturut-tanut atas Darren Till dan Nate Diaz, yang kemudian memberinya julukan “Gamebred” dan menjadikannya salah satu figur paling karismatik di divisi welterweight. Pertarungan ini dipandang sebagai bentrokan klasik antara gaya striker-grappler, dengan banyak pengamat memprediksi Askren akan mencoba membawa pertarungan ke bawah secepat mungkin.
Namun, yang terjadi pada malam itu jauh melampaui prediksi siapa pun. Begitu bel berbunyi, menandakan dimulainya pertarungan, Masvidal tidak membuang waktu. Dengan cepat, ia berlari ke depan dan meluncurkan tendangan lutut terbang yang sempurna, tepat mengenai dagu Askren yang sedang merunduk untuk melakukan takedown. Dampaknya begitu brutal dan seketika. Askren roboh ke kanvas, tak sadarkan diri, bahkan sebelum tubuhnya menyentuh matras sepenuhnya.
Masvidal kemudian melompat untuk memberikan dua pukulan tambahan yang tidak perlu ke kepala Askren yang sudah tidak berdaya, sebuah tindakan yang memicu kontroversi kecil tetapi dengan cepat dibayangi oleh kehebatan KO itu sendiri. Wasit Herb Dean segera menghentikan pertarungan, dan waktu yang tercatat adalah lima detik. Tiga detik lebih cepat dari rekor sebelumnya yang dipegang oleh Duane Ludwig.
Reaksi di dalam T-Mobile Arena dan di seluruh dunia MMA sungguh luar biasa. Penonton meledak dalam sorakan tak percaya, dan media sosial dibanjiri dengan rekaman ulang tendangan lutut yang mendefinisikan karier Masvidal tersebut. Itu bukan hanya KO tercepat, tetapi juga salah satu yang paling dramatis dan tak terduga. Sebuah gambaran sempurna tentang dinamika tak terduga dalam olahraga pertarungan, di mana satu pukulan atau satu gerakan bisa mengubah segalanya dalam sekejap mata.
Bagi Jorge Masvidal, kemenangan ini adalah puncak dari kebangkitan kariernya yang luar biasa. Dari seorang veteran yang dihormati menjadi superstar global, “Gamebred” telah menemukan kembali kekejamannya dan menjadi salah satu daya tarik terbesar di UFC. KO atas Askren bukan hanya memberinya rekor baru, tetapi juga membuktikan bahwa ia adalah ancaman serius bagi siapa pun di divisi welterweight. Itu adalah pernyataan tegas bahwa ia ada di sini untuk menjadi yang terbaik.
Sementara itu, bagi Ben Askren, kekalahan ini adalah pukulan telak pertama dalam kariernya. Meskipun ia akan kembali bertarung, aura tak terkalahkannya telah hancur. Namun, bahkan dalam kekalahan, ia tetap menjadi bagian dari sejarah UFC, dikenang sebagai korban dari salah satu momen paling mengejutkan dalam olahraga ini.
Tanggal 7 Juli 2019 akan selalu dikenang sebagai hari di mana Jorge Masvidal menulis ulang buku rekor UFC. Lima detik yang mengubah kariernya, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu knockout artist paling berbahaya, dan memberikan salah satu momen paling spektakuler dalam sejarah olahraga pertarungan. Ini adalah bukti nyata bahwa dalam dunia MMA, segalanya bisa terjadi, dan kadang-kadang, hanya butuh waktu lima detik untuk menciptakan legenda.
(EA/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda