Manfaat Pijat Untuk Kesehatan Mental

Eva Amelia 23/07/2025 5 min read
Manfaat Pijat Untuk Kesehatan Mental

Pijat tidak hanya bermanfaat untuk meredakan ketegangan otot dan pegal-pegal. Lebih dari itu, pijat juga memiliki segudang manfaat positif bagi kesehatan mental. Sentuhan lembut dan tekanan yang diberikan saat pijat ternyata dapat memicu berbagai respons fisiologis yang berdampak baik bagi pikiran dan jiwa kita. Berikut adalah beberapa manfaat pijat untuk kesehatan mental yang perlu Anda ketahui:

    1. Meredakan Stres dan Kecemasan: Pijat dapat menjadi penawar alami untuk stres dan kecemasan. Saat tubuh mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Pijat membantu menurunkan kadar hormon kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres. Saat tubuh rileks, produksi kortisol menurun, sehingga perasaan cemas dan tegang pun berkurang secara signifikan. Selain itu, pijat juga dapat meningkatkan produksi hormon serotonin dan dopamin, yaitu neurotransmitter yang berperan penting dalam mengatur suasana hati dan perasaan bahagia. Dengan meningkatnya kadar kedua hormon ini, perasaan tenang, nyaman, dan bahagia akan lebih terasa.
    2. Meningkatkan Kualitas Tidur: Stres dan kecemasan seringkali menjadi penyebab utama masalah tidur. Pikiran yang terus-menerus berkecamuk dan ketegangan otot dapat membuat kita sulit terlelap atau tidur nyenyak. Dengan mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi, pijat dapat membantu memperbaiki kualitas tidur secara signifikan. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan mental yang optimal. Saat tidur, tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri, sehingga kita bangun dengan perasaan segar dan siap menghadapi hari.
    3. Meredakan Gejala Depresi: Beberapa penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa pijat dapat membantu meredakan gejala depresi. Pijat dapat memberikan rasa nyaman dan dukungan emosional, serta membantu mengurangi perasaan kesepian dan isolasi yang seringkali menyertai depresi. Sentuhan manusia yang lembut dan penuh perhatian selama pijat dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan perasaan terhubung dengan orang lain. Selain itu, pijat juga dapat membantu meningkatkan produksi endorfin, yaitu hormon yang memiliki efek pereda nyeri dan penambah suasana hati alami.
    4. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus: Pijat tidak hanya bermanfaat untuk tubuh, tetapi juga untuk pikiran. Pijat dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan konsentrasi dan fokus. Ketika aliran darah ke otak lancar, pasokan oksigen dan nutrisi ke sel-sel otak meningkat, sehingga fungsi kognitif seperti memori, konsentrasi, dan kemampuan belajar menjadi lebih baik. Selain itu, pijat juga dapat membantu mengurangi gangguan pikiran dan meningkatkan perasaan tenang, yang sangat penting untuk menjaga fokus dan produktivitas sepanjang hari.
    5. Meningkatkan Kepercayaan Diri: Pijat dapat menjadi pengalaman yang memberdayakan dan meningkatkan kepercayaan diri. Pijat dapat membantu meningkatkan kesadaran tubuh dan penerimaan diri. Perasaan nyaman dan rileks setelah pijat dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri. Ketika kita merasa nyaman dengan tubuh kita sendiri, kita cenderung lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan orang lain dan menghadapi tantangan hidup.
    6. Memperbaiki Suasana Hati: Pijat dapat menjadi cara yang efektif untuk memperbaiki suasana hati dan mengurangi perasaan mudah marah atau tersinggung. Pijat dapat meningkatkan perasaan bahagia dan sejahtera secara keseluruhan. Dengan mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi, pijat membantu menciptakan keseimbangan emosional yang positif.

Jenis Pijat yang Direkomendasikan

Ada berbagai jenis pijat yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Beberapa di antaranya adalah:

    1. Pijat Relaksasi: Pijat ini menggunakan teknik lembut dan lambat untuk merilekskan otot-otot tegang dan mengurangi ketegangan fisik. Ini membantu mengurangi stres dan kecemasan dengan memberikan rasa nyaman.
    2. Pijat Refleksi: Pijat ini difokuskan pada titik-titik refleksi di telapak tangan atau kaki. Teknik ini dianggap dapat merangsang berbagai bagian tubuh dan mengurangi stres secara menyeluruh.
    3. Pijat Shiatsu: Berasal dari Jepang, teknik ini menggunakan tekanan jari dan tapotemen untuk meningkatkan aliran energi dalam tubuh. Ini dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan keseimbangan.
    4. Pijat dengan Minyak Aromaterapi: Menggabungkan pijatan dengan minyak aromaterapi dapat meningkatkan efek relaksasi. Minyak esensial seperti lavender dan kamomil dapat membantu meredakan stres dan kecemasan.
    5. Pijat Batu Panas: Menggunakan batu yang dipanaskan untuk memberikan tekanan hangat pada titik-titik tertentu di tubuh. Ini membantu merilekskan otot-otot dan meningkatkan perasaan ketenangan.

Setiap orang mungkin memiliki respons yang berbeda terhadap jenis pijat yang berbeda, jadi penting untuk mencoba beberapa jenis pijat dan melihat mana yang paling efektif untuk Anda.

Seberapa Sering Seseorang Harus Dipijat Untuk Mendapatkan Manfaat Untuk Mengatasi Kecemasan?

Frekuensi pijat yang ideal untuk mengatasi kecemasan bisa bervariasi tergantung pada kebutuhan individu, tingkat kecemasan, dan respons tubuh terhadap terapi pijat. Namun, umumnya, disarankan untuk menerima pijat setiap satu hingga dua minggu sekali untuk memperoleh manfaat yang optimal dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Beberapa orang mungkin menemukan bahwa sesi pijat yang lebih sering, seperti sekali seminggu, dapat memberikan dampak yang lebih signifikan, terutama jika mereka sedang mengalami tingkat stres atau kecemasan yang tinggi. Di sisi lain, ada juga yang merasakan manfaatnya dengan pijat yang lebih jarang, misalnya setiap dua minggu atau sebulan sekali.

Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh Anda dan berkonsultasi dengan terapis pijat profesional untuk menentukan jadwal yang paling cocok untuk Anda. Setiap orang berbeda, jadi penting untuk menyesuaikan frekuensi pijat dengan kebutuhan dan respons tubuh Anda.

Kapan Harus Menghindari Pijat

Meskipun pijat memiliki banyak manfaat, ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari pijat. Pijat tidak disarankan pada saat mengalami demam atau infeksi akut, karena tekanan dan manipulasi pada tubuh dapat memperburuk kondisi dan menyebarkan infeksi lebih lanjut. Selain itu, jika seseorang memiliki kondisi peradangan, seperti arthritis atau cedera akut, pijat dapat memperparah peradangan dan menyebabkan rasa sakit yang lebih besar. Orang dengan masalah kulit yang parah, seperti luka terbuka, infeksi kulit, atau kondisi kulit menular, juga sebaiknya menghindari pijat untuk mencegah infeksi menyebar atau memperburuk kondisi kulit. Kehamilan dengan risiko tinggi juga merupakan kondisi yang harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Meskipun pijat prenatal dapat bermanfaat bagi banyak ibu hamil, mereka yang memiliki kehamilan berisiko tinggi harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima pijat, untuk memastikan bahwa pijat tidak akan menimbulkan risiko bagi ibu atau janin.

Pijat bukan hanya sekadar perawatan tubuh, tetapi juga merupakan terapi yang efektif untuk menjaga kesehatan mental. Dengan mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki suasana hati, pijat dapat membantu kita merasa lebih baik secara fisik dan mental. Jangan ragu untuk mencoba pijat sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental Anda, karena relaksasi dan kesejahteraan yang dihasilkan dari pijat dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam hidup Anda. Dengan menyempatkan diri untuk mendapatkan pijat secara teratur, Anda sedang berinvestasi dalam kesehatan mental dan fisik Anda, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...