Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang perlahan membangun kariernya, dan ada pula yang hadir seperti badai — cepat, mematikan, dan meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Josias Musasa termasuk kategori kedua. Dengan rekor kemenangan yang mayoritas berakhir lewat KO/TKO cepat, petarung asal Republik Demokratik Kongo ini telah mencuri perhatian dunia.
Julukannya, “The KO Wizard”, bukan sekadar gimmick promosi. Ia benar-benar seperti penyihir di atas kanvas — menghilangkan peluang lawan hanya dengan satu serangan tepat sasaran. Kisahnya dari gang-gang di Lubumbashi hingga panggung megah Ultimate Fighting Championship (UFC) adalah perjalanan yang penuh ketekunan, disiplin, dan keyakinan pada potensi diri.
Profil Singkat
-
- Nama Lengkap: Josias Musasa
- Tanggal Lahir: 10 Oktober 1998
- Tempat Lahir: Lubumbashi, Republik Demokratik Kongo
- Kebangsaan: Kongo
- Julukan: The KO Wizard
- Divisi: Bantamweight (61,2 kg)
- Gaya Bertarung: Kickboxing (stance southpaw)
- Rekor Profesional: 8-0 (7 KO/TKO)
- Organisasi Saat Ini: Ultimate Fighting Championship (UFC)
- Prestasi Amatir: Juara Tinju Amatir Regional Katanga dan Juara MMA Amatir Kongo (2 kali)
Awal Mula di Dunia Olahraga
Josias lahir dan besar di Lubumbashi, kota terbesar kedua di Republik Demokratik Kongo. Seperti banyak anak muda di wilayah tersebut, masa kecilnya diwarnai keterbatasan fasilitas olahraga. Namun, di tengah keterbatasan itu, semangat kompetitifnya justru tumbuh subur.
Sejak kecil, ia menyukai olahraga yang melibatkan kontak fisik. Awalnya, sepak bola menjadi kegemarannya, tetapi pada usia 14 tahun ia mulai tertarik pada tinju setelah menyaksikan pertandingan Mike Tyson dan Manny Pacquiao di televisi. Sosok-sosok ini menjadi inspirasi, mendorongnya untuk masuk ke sasana tinju lokal.
Menjadi Juara Tinju Amatir Regional
Bakat Josias di tinju segera terlihat. Dalam dua tahun pertama berlatih, ia sudah memiliki timing, kekuatan pukulan, dan keberanian untuk bertarung melawan lawan yang lebih berpengalaman. Ia mengikuti berbagai turnamen amatir dan pada usia 18 tahun berhasil menjadi Juara Tinju Amatir Regional Katanga.
Gelar ini memberinya kepercayaan diri, sekaligus membuka pintu menuju dunia bela diri yang lebih luas. Pelatihnya saat itu melihat potensi besar Josias di MMA, terutama dengan kombinasi kekuatan tangan dan kecepatan refleksnya.
Dari Ring ke Oktagon
Sekitar tahun 2018, Josias memutuskan untuk memperluas keterampilannya. Ia mulai mempelajari kickboxing untuk memperkuat kemampuan serangan kaki, serta Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) untuk menghadapi pertarungan di ground.
Langkah ini terbukti tepat. Dalam waktu singkat, ia berhasil menguasai dasar-dasar grappling dan takedown defense, sehingga mampu mempertahankan pertarungan di area yang menjadi kekuatannya: striking jarak menengah.
Karier Amatir MMA yang Gemilang
Selama di level amatir, Josias mendominasi lawan-lawannya. Ia mencatatkan dua gelar Juara MMA Amatir Kongo, dengan gaya bertarung agresif yang membuat penonton selalu antusias. Mayoritas kemenangannya di level ini berakhir dalam satu ronde, bahkan beberapa hanya memakan waktu kurang dari 30 detik.
Lonjakan di Level Profesional
Saat beralih ke profesional, Josias langsung menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar petarung biasa. Dari total 8 kemenangan profesional, 7 berakhir KO/TKO, dengan 6 di antaranya terjadi di ronde pertama.
Beberapa kemenangan terkenalnya antara lain:
-
- KO 23 detik dengan straight kiri mematikan.
- Head kick KO yang viral di media sosial, memamerkan fleksibilitas dan presisi.
- Combination finish yang menghentikan lawan dalam waktu 52 detik.
Catatan ini membuat namanya dikenal di berbagai ajang MMA Afrika dan mengundang perhatian pencari bakat internasional.
Dana White’s Contender Series: Gerbang Menuju UFC
Puncak dari performanya di sirkuit regional datang ketika ia diundang ke Dana White’s Contender Series (DWCS). Di ajang ini, Josias tampil tanpa rasa gentar. Sejak bel pertama berbunyi, ia langsung menekan lawan dengan kombinasi pukulan dan tendangan.
Pertarungan berakhir dengan kemenangan tegas, dan Dana White sendiri memuji gaya bertarungnya yang “tidak memberi ruang bagi lawan untuk bernapas”. Tak lama kemudian, kontrak UFC resmi diberikan.
Gaya Bertarung dan Senjata Andalan
Sebagai petarung southpaw, Josias memiliki keunggulan sudut serangan yang tidak lazim bagi lawan dengan stance ortodoks. Beberapa senjata utamanya meliputi:
-
- Straight kiri keras – senjata KO favoritnya.
- Low kick menghukum – memperlambat pergerakan lawan sejak awal ronde.
- Hook kanan cepat – efektif di jarak dekat.
- Clinch singkat dengan uppercut – untuk mengejutkan lawan yang mencoba mendekat.
- Tekanan terus-menerus – membuat lawan terpaksa bermain di tempo yang ia tentukan.
Prestasi Penting dalam Karier
-
- Juara Tinju Amatir Regional Katanga
- Juara MMA Amatir Kongo (2 kali)
- Rekor 8-1 profesional dengan 7 KO/TKO
- Tiga kemenangan di bawah 60 detik
- Kontrak UFC melalui DWCS
Mentalitas dan Filosofi Pertarungan
Bagi Josias, pertarungan bukan sekadar adu teknik, tapi juga pertarungan mental. Ia percaya bahwa intimidasi psikologis sebelum dan selama laga dapat memengaruhi performa lawan. Oleh karena itu, ia selalu menjaga kontak mata dan menggunakan bahasa tubuh agresif di oktagon.
Dalam wawancaranya, ia pernah berkata:
“Jika kamu memberiku satu celah, aku akan mengakhirinya sebelum kamu sempat berpikir.”
Ambisi di UFC dan Masa Depan
Masuk ke UFC hanyalah langkah awal. Josias memiliki target yang jelas:
-
- Masuk ke peringkat 10 besar Bantamweight dalam waktu 3 tahun.
- Menjadi petarung Afrika pertama di divisi Bantamweight yang memperebutkan gelar.
- Memecahkan rekor KO tercepat di UFC.
Dengan usia yang masih relatif muda, kombinasi power dan mental juara, Josias Musasa memiliki semua bahan untuk menjadi bintang besar berikutnya di MMA.
Josias Musasa adalah perwujudan dari kekuatan alami yang diasah dengan disiplin dan strategi. Dari ring tinju di Katanga hingga sorotan kamera UFC, perjalanannya adalah bukti bahwa kerja keras dan keyakinan dapat mengantarkan seseorang dari titik nol ke panggung dunia.
Bagi penonton, setiap kali “The KO Wizard” memasuki oktagon, satu pesan yang perlu diingat: jangan berkedip — karena KO spektakuler bisa terjadi kapan saja.
(PR/timKB).
Sumber foto: instagram
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda