Julia Polastri: Perjalanan “Psycho” Dari Duque de Caxias

Piter Rudai 29/08/2025 4 min read
Julia Polastri: Perjalanan “Psycho” Dari Duque de Caxias

Jakarta – Brasil adalah negeri yang tak pernah kehabisan pejuang. Dari jalanan keras Rio de Janeiro, gym sederhana di pelosok negeri, hingga panggung megah UFC, selalu ada kisah petarung yang lahir dari disiplin, darah, dan keringat. Salah satunya adalah kisah Julia Polastri, petarung muda penuh ambisi yang lahir pada 5 Maret 1998 di Duque de Caxias, Rio de Janeiro.

Kini, Polastri adalah salah satu nama baru di divisi Strawweight wanita UFC, divisi yang dikenal penuh dengan bakat, teknik, dan persaingan ketat. Ia membawa gaya striking ortodoks yang agresif dan teknis, dilengkapi dengan kemampuan grappling solid yang membuatnya menjadi ancaman nyata bagi siapa pun. Julukannya, “Psycho”, lahir bukan tanpa alasan—ia bertarung dengan intensitas tinggi, tanpa kompromi, dan selalu mengincar penyelesaian.

Dari Duque de Caxias ke Arena Bela Diri

Tumbuh di Duque de Caxias, kota yang terkenal dengan kultur keras di wilayah metropolitan Rio, Julia Polastri sejak kecil sudah terbiasa menghadapi realitas yang menuntut keberanian. Lingkungan yang menantang justru membentuk karakternya: ulet, pekerja keras, dan tidak mudah menyerah.

Ia mulai mengenal seni bela diri di usia remaja, berawal dari olahraga striking untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kebugaran. Namun, semangat kompetitifnya segera menuntunnya ke dunia Mixed Martial Arts (MMA). Ia bergabung dengan gym lokal, berlatih tinju, Muay Thai, serta Brazilian Jiu-Jitsu, dan perlahan membentuk fondasi sebagai petarung serba bisa.

Karier Awal: Meniti Jalan dari Ajang Regional hingga Invicta FC

Polastri memulai kiprahnya di ajang regional Brasil, menghadapi lawan-lawan tangguh yang sebagian besar juga bercita-cita masuk ke UFC. Meski awalnya menghadapi berbagai kesulitan, gaya bertarungnya yang agresif dan teknis mulai membawanya pada kemenangan.

Namanya semakin dikenal ketika ia tampil di Invicta Fighting Championships (Invicta FC), salah satu organisasi MMA wanita paling bergengsi di dunia. Di sana, Polastri menunjukkan keberanian untuk menghadapi lawan internasional dan memperlihatkan kemampuannya sebagai striker yang disiplin serta grappler yang berbahaya. Penampilannya di Invicta FC menjadi batu loncatan penting yang membuka jalannya ke panggung yang lebih besar.

Dana White’s Contender Series: Pintu Masuk ke UFC

Kesempatan emas datang pada 12 September 2023, ketika Julia Polastri dipanggil untuk tampil di Dana White’s Contender Series (DWCS). Ajang ini sering kali menjadi jalur utama bagi petarung muda untuk masuk ke UFC, dan tekanan yang datang bersama kesempatan ini tentu sangat besar.

Namun, Polastri tidak gentar. Ia masuk ke oktagon dengan determinasi penuh. Dari awal ronde pertama, ia langsung menekan lawan dengan kombinasi striking agresif. Di ronde kedua, ia melihat celah dan dengan cepat mengeksekusi rear-naked choke yang membuat lawannya menyerah. Kemenangan submission impresif ini membuat para penggemar terkesima dan sekaligus memastikan kontraknya bersama UFC.

Gaya Bertarung: “Psycho” yang Teknis dan Mematikan

Julukan “Psycho” mencerminkan intensitas Julia Polastri di dalam oktagon. Ia adalah tipe petarung yang tidak memberi ruang bagi lawan untuk mengatur ritme.

    • Striking Ortodoks: Mengandalkan jab tajam, kombinasi hook-cross, dan tendangan rendah yang efektif.
    • Agresif & Teknis: Tidak sekadar menyerang membabi buta, tetapi selalu memperhitungkan waktu dan jarak.
    • Kemampuan Grappling: Mampu menutup laga lewat submission seperti rear-naked choke atau arm-triangle choke.
    • Fleksibel & Seimbang: Bisa menekan lawan di stand-up fight, tetapi juga nyaman bermain di ground.

Polastri adalah contoh petarung modern yang komplet, kombinasi striker berbahaya dan grappler cerdas.

Prestasi dan Pencapaian

    • Petarung divisi Strawweight UFC asal Brasil.
    • Lahir pada 5 Maret 1998 di Duque de Caxias, Rio de Janeiro.
    • Julukan: “Psycho”.
    • Masuk UFC melalui Dana White’s Contender Series (12 September 2023).
    • Menang via submission (rear-naked choke) di ronde kedua saat DWCS.
    • Pernah bertarung di ajang bergengsi seperti Invicta FC.

Prospek Cerah di Divisi Strawweight UFC

Divisi Strawweight UFC dikenal sebagai salah satu kelas paling kompetitif di MMA wanita. Dengan nama-nama besar seperti Zhang Weili, Rose Namajunas, dan Jessica Andrade, persaingan di level ini selalu sengit. Namun, Julia Polastri memiliki modal untuk bersaing: usia muda, gaya bertarung komplet, dan mental baja.

Di usianya yang baru 26 tahun, Polastri masih berada di awal kariernya di UFC. Jika ia mampu terus berkembang, menjaga konsistensi, serta mengasah teknik grappling dan striking secara seimbang, bukan tidak mungkin ia akan menjadi penantang sabuk juara di masa depan.

Lebih dari itu, Julia Polastri kini juga menjadi bagian dari kebanggaan Brasil, melanjutkan tradisi panjang negaranya dalam melahirkan juara-juara UFC.

Julia Polastri, si “Psycho”, adalah wajah baru dari MMA wanita Brasil. Lahir dan besar di Duque de Caxias, Rio de Janeiro, ia menapaki jalan panjang dari ajang regional hingga akhirnya menembus UFC lewat kemenangan submission di Dana White’s Contender Series.

Dengan gaya striking ortodoks yang agresif, kombinasi teknik grappling solid, dan mentalitas tanpa kompromi, Polastri menjadi prospek yang sangat menjanjikan di divisi Strawweight. Dunia MMA kini menantikan bagaimana perjalanan “Psycho” berikutnya, apakah ia mampu naik ke jajaran elit dan bahkan merebut sabuk juara UFC.

(PR/timKB).

Sumber foto: youtube

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...