Abby Montes, “Brave” Di Divisi Wanita Power Slap

Eva Amelia 16/07/2026 4 min read
Abby Montes, “Brave” Di Divisi Wanita Power Slap

Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan Power Slap sebagai cabang olahraga yang terus menarik perhatian dunia, nama Abby Montes muncul sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di divisi wanita. Atlet asal Meksiko yang memiliki julukan “Brave” ini bukan sekadar dikenal karena kekuatan pukulannya, tetapi juga keberaniannya menghadapi lawan-lawan berpengalaman sejak awal karier. Dengan tinggi 168 sentimeter, berat bertanding sekitar 66 kilogram, dan berlatih di Millennia MMA, Montes berkembang menjadi salah satu wajah baru yang diproyeksikan menjadi bintang masa depan organisasi tersebut. Hingga pertengahan 2026, ia masih mempertahankan rekor sempurna 2 kemenangan tanpa kekalahan, terdiri atas 1 kemenangan melalui KO dan 1 kemenangan lewat keputusan juri. Rekor tersebut membawanya menuju kesempatan bersejarah untuk memperebutkan gelar perdana Power Slap Women’s Featherweight Championship.

Perlu dicatat bahwa terdapat sejumlah informasi yang beredar mengenai profil pribadi Abby Montes, terutama terkait tahun kelahirannya. Organisasi Power Slap belum merilis secara resmi tanggal lahir lengkapnya. Yang diketahui secara luas adalah ia berasal dari Meksiko dan membangun karier olahraga tarung di Amerika Serikat bersama Millennia MMA, salah satu pusat pelatihan yang melahirkan banyak atlet MMA berkualitas.

Sebelum memasuki dunia Power Slap, Montes telah lama mengenal olahraga tarung. Ia aktif berlatih di lingkungan yang dipenuhi atlet seni bela diri campuran, sehingga terbiasa dengan disiplin latihan fisik, penguatan mental, serta pentingnya teknik dalam menghasilkan tenaga maksimal. Pengalaman tersebut memberinya keuntungan ketika memutuskan mencoba Power Slap, olahraga yang tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga keseimbangan tubuh, ketahanan menerima benturan, dan kemampuan menjaga fokus di bawah tekanan.

Berlatih di Millennia MMA membuat Montes mendapatkan pendekatan latihan yang cukup berbeda dibanding sebagian besar atlet Power Slap lainnya. Selain memperkuat otot bahu, lengan, leher, dan inti tubuh, ia juga menjalani latihan koordinasi, keseimbangan, serta pengondisian fisik layaknya atlet MMA profesional. Baginya, menghasilkan satu pukulan yang sempurna membutuhkan perpaduan teknik, waktu yang tepat, dan pengendalian emosi.

Kesempatan besar datang ketika ia mendapat kontrak untuk tampil di Power Slap 13. Debut tersebut langsung menjadi momen yang mengubah arah kariernya. Menghadapi Jackie Thomas, Montes tampil percaya diri meski baru pertama kali naik ke panggung terbesar Power Slap. Ia hanya membutuhkan satu slap untuk menjatuhkan lawannya dan meraih kemenangan KO yang spektakuler. Penampilan tersebut langsung menarik perhatian penggemar karena menunjukkan kombinasi teknik dan kekuatan yang jarang dimiliki petarung debutan.

Kemenangan impresif itu membuat namanya mulai diperhitungkan di divisi wanita. Banyak pengamat menilai Montes memiliki potensi besar karena selain memiliki pukulan keras, ia juga mampu menjaga ketenangan saat berada di bawah sorotan publik. Debut yang sempurna tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Pertandingan keduanya berlangsung di Power Slap 15 melawan Jackie Cataline, salah satu atlet yang lebih berpengalaman. Berbeda dengan laga debutnya yang berakhir cepat, kali ini Montes dipaksa menjalani pertandingan penuh. Ia menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan sangat baik, tetap disiplin menjalankan strategi, dan mampu mempertahankan konsistensi pukulannya sepanjang pertandingan. Setelah seluruh ronde selesai, para juri memberikan kemenangan mutlak (unanimous decision) kepada Montes. Hasil tersebut membuktikan bahwa dirinya bukan hanya spesialis knockout, tetapi juga mampu memenangkan duel yang berlangsung lebih panjang.

Dua kemenangan beruntun membuat rekor profesionalnya tetap sempurna. Meski jumlah pertandingannya belum banyak, performanya sudah cukup untuk menempatkannya sebagai salah satu kandidat utama di divisi featherweight wanita. Organisasi Power Slap kemudian memberikan kepercayaan besar dengan menjadwalkannya menghadapi Sheena Bathory dalam perebutan gelar perdana Women’s Featherweight Championship pada Power Slap 22. Pertandingan tersebut dipandang sebagai salah satu laga paling penting dalam sejarah divisi wanita karena akan menentukan juara pertama di kelas tersebut.

Gaya bertarung Abby Montes sesuai dengan julukannya, “Brave.” Ia tampil tanpa rasa takut, berani mengambil risiko, tetapi tetap memperlihatkan teknik yang terukur. Ketika berada di arena, Montes tidak terburu-buru melepaskan pukulan. Ia fokus menjaga keseimbangan tubuh, mengatur pernapasan, lalu memaksimalkan rotasi pinggul dan bahu agar tenaga yang dihasilkan benar-benar optimal. Kombinasi teknik tersebut membuat pukulannya memiliki daya ledak tinggi meski tidak selalu terlihat berlebihan.

Di balik performanya di arena, Montes menjalani rutinitas latihan yang disiplin. Selain latihan kekuatan menggunakan beban dan resistance training, ia juga memperkuat otot leher untuk meningkatkan kemampuan menyerap benturan saat menerima slap dari lawan. Latihan koordinasi, refleks, dan simulasi pertandingan menjadi bagian penting dari persiapannya. Ia juga menjaga pola makan dan pemulihan fisik secara ketat agar selalu berada dalam kondisi terbaik menjelang pertandingan.

Secara mental, Montes dikenal sebagai atlet yang tenang dan percaya diri. Ia tidak mudah terpengaruh tekanan maupun sorotan media. Baginya, setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan hasil kerja keras selama menjalani latihan. Filosofi tersebut membuatnya selalu fokus pada proses, bukan sekadar hasil akhir. Ia percaya bahwa keberanian sejati bukan hanya berani memukul lawan, tetapi juga berani menerima tantangan yang lebih besar demi terus berkembang.

Perjalanan Abby Montes di Power Slap memang masih berada pada tahap awal, tetapi pencapaiannya sudah menunjukkan bahwa ia memiliki masa depan yang sangat cerah. Dengan rekor sempurna, kemenangan KO yang mengesankan pada debutnya, serta kesempatan memperebutkan gelar dunia melawan Sheena Bathory, Montes telah berkembang menjadi salah satu nama paling menarik di divisi wanita. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus meningkatkan kualitas tekniknya, “Brave” berpeluang besar menjadi salah satu ikon baru Power Slap sekaligus membuka babak baru dalam sejarah kompetisi wanita di olahraga tersebut.

(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...