Decho Por Borirak: Petarung Muay Khao Thailand

Piter Rudai 09/09/2025 4 min read
Decho Por Borirak: Petarung Muay Khao Thailand

Jakarta – Muay Thai telah lama menjadi kebanggaan rakyat Thailand, bukan hanya sebagai olahraga tempur, melainkan juga sebagai warisan budaya. Dari generasi ke generasi, lahir petarung-petarung yang membawa seni bela diri ini ke panggung dunia. Kini, di era modern, salah satu nama yang mencuat adalah Decho Por Borirak, atau dengan nama aslinya Nattawut Nuliteh.

Lahir pada 15 Februari 2003 di distrik Mueang Songkhla, sebuah daerah yang sarat tradisi di Thailand selatan, Decho tumbuh dengan kerasnya latihan Muay Thai sejak usia belia. Dari kampung halamannya, ia menapaki jalan penuh keringat, luka, dan ketekunan hingga akhirnya menjelma menjadi salah satu petarung paling berbahaya di kelasnya. Kini ia tampil di ONE Championship, bertarung di divisi Catchweight, dan dikenal dengan gaya khas Muay Khao, yakni gaya yang mengandalkan clinch serta lutut tajam yang menjadi mimpi buruk lawan-lawannya.

Anak Muda dari Songkhla yang Jatuh Cinta pada Muay Thai

Seperti banyak petarung Thailand lainnya, Nattawut Nuliteh mengenal Muay Thai sejak kecil. Songkhla, tempat ia tumbuh, adalah salah satu wilayah di Thailand dengan kultur Muay Thai yang kuat. Banyak festival lokal menghadirkan pertarungan anak-anak, dan di sanalah Decho kecil mulai menapaki ring pertamanya.

Sejak usia sekolah dasar, ia sudah terbiasa dengan rutinitas berat: bangun pagi untuk berlari, berlatih pad kerja keras bersama pelatih, dan bertanding di stadion-stadion kecil. Hidupnya, sejak awal, diwarnai oleh disiplin keras ala Muay Thai. Tak heran bila stamina, determinasi, dan mental baja menjadi ciri khasnya.

Dari Stadion Lokal ke Gelar Bergengsi

Langkah awal Decho ditempuh di stadion-stadion regional. Namun, kemampuannya cepat menarik perhatian promotor. Ia kemudian tampil di Channel 7 Stadium, salah satu panggung paling bergengsi dalam Muay Thai. Bagi petarung muda, tampil di sana adalah sebuah kehormatan, apalagi memenangkan gelar.

Decho berhasil meraih gelar Juara Super Featherweight Channel 7 Stadium, sebuah pencapaian yang membuktikan dirinya layak disandingkan dengan petarung elit. Gelar ini menjadi batu loncatan penting dalam kariernya, sekaligus membuka jalan menuju pengakuan internasional.

Tidak berhenti di sana, namanya juga tercatat di peringkat elit dunia. WBC Muay Thai dan World Muaythai Organization (WMO) memasukkan Decho ke dalam jajaran petarung terbaik dunia di kelasnya, menjadikan namanya disegani tidak hanya di Thailand, tetapi juga di kancah global.

Panggung Dunia untuk Seni Muay Khao

Keberhasilan domestik membawa Decho ke panggung internasional. Bergabung dengan ONE Championship, ia kini mewakili Thailand dalam seri ONE Friday Fights dan ajang-ajang besar lainnya.

Di ONE, Decho memperlihatkan gaya bertarungnya yang khas: Muay Khao. Lawan-lawannya sering dibuat frustrasi dengan clinch agresifnya yang sulit dilepaskan, diikuti oleh lutut keras yang diarahkan ke tubuh maupun kepala. Staminanya seolah tak habis, membuatnya terus menekan lawan hingga ronde akhir.

Bagi Decho, ONE Championship bukan sekadar tempat bertarung. Ia memandang ajang ini sebagai kesempatan untuk memperkenalkan seni Muay Thai tradisional kepada dunia, menjaga warisan leluhur, sekaligus membuktikan bahwa gaya klasik seperti Muay Khao masih relevan menghadapi gaya modern kickboxing atau MMA hybrid.

Muay Khao yang Tak Kenal Ampun

Ciri khas Decho Por Borirak ada pada keahliannya menguasai clinch dan menyerang dengan lutut.

    • Clinch Kuat: Ia mampu mengendalikan pergerakan lawan di jarak dekat, mematahkan ritme serangan lawan, lalu memanfaatkan momen untuk menghujani lutut.
    • Serangan Lutut: Baik lutut lurus ke arah perut maupun lutut diagonal ke kepala, menjadi senjata andalan yang membuat banyak lawan kewalahan.
    •  Stamina dan Tekanan: Sebagai petarung Muay Khao, Decho terbiasa dengan tekanan konstan. Ia terus maju, memaksa lawan bertahan, hingga akhirnya runtuh oleh intensitasnya.
    • Disiplin Ortodoks: Dengan stance ortodoks, ia menjaga stabilitas dan kekuatan penuh dalam setiap serangan.

Gaya ini menjadikannya lawan berbahaya bagi siapa pun, terutama bagi petarung yang mengandalkan permainan jarak jauh.

Prestasi dan Identitas

    • Nama Lengkap: Nattawut Nuliteh
    • Nama Ring: Decho Por Borirak
    • Tanggal Lahir: 15 Februari 2003
    • Tempat Lahir: Mueang Songkhla, Thailand
    • Usia: 21 tahun
    • Divisi: Catchweight – ONE Championship
    • Gaya: Muay Khao (clinch dan lutut)
    • Stance: Ortodoks
    • Prestasi: Juara Super Featherweight Channel 7 Stadium dan diakui oleh WBC Muay Thai dan WMO sebagai salah satu petarung terbaik dunia di kelasnya

Dari Songkhla ke Panggung Dunia

Di usianya yang masih muda, Decho Por Borirak sudah membuktikan bahwa ia adalah salah satu petarung paling menjanjikan dari Thailand. Dengan pengalaman bertarung di Channel 7 Stadium, gelar bergengsi, dan pengakuan internasional, jalannya kini terbuka lebar untuk menorehkan prestasi lebih besar di ONE Championship.

Banyak penggemar Muay Thai melihat Decho sebagai penerus tradisi Muay Khao yang bisa membawa gaya ini lebih dikenal dunia. Jika ia terus konsisten, bukan mustahil ia akan menjadi salah satu ikon baru Muay Thai internasional, setara dengan nama-nama besar yang lahir dari Thailand.

Decho Por Borirak (Nattawut Nuliteh) adalah simbol dari generasi baru Muay Thai Thailand. Lahir di Songkhla, ia tumbuh dengan disiplin keras, meniti jalan dari stadion kecil hingga menjadi Juara Super Featherweight Channel 7 Stadium. Kini, di ONE Championship, ia membawa gaya khas Muay Khao—clinch kuat dan lutut tajam—ke panggung dunia.

Dengan usia muda, semangat baja, dan pengakuan dari lembaga besar seperti WBC dan WMO, Decho Por Borirak siap melanjutkan tradisi panjang kejayaan Muay Thai Thailand di level global.

(PR/timKB).

Sumber foto: instagram

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...