Jakarta – Sepakbola di Inggris sudah menjadi budaya yang tidak terlepaskan dari kehidupan sehari hari kebanyakan masyarakat Inggris. Terutama para fans garis keras yang membela klubnya secara membabi buta dan menjadikan para lawan adalah musuh yang harus dihabisi. Seperti halnya fans Manchester United yang terkenal militan dan fanatik membela Setan Merah, apapun kondisinya saat ini. Para fans Manchester United bahkan menandai para mantan pemain yang pernah membela MU namun memilih pindah ke klub lain dengan berbagai alasan. Perpisahan yang tidak berjalan baik membuat para pemain tersebut dijadikan musuh dan selalu mendapat sambutan negatif setiap kali datang kembali ke Old Trafford. Menyakiti para pemain MU juga menjadi alasan seorang pemain menjadi musuh besar para fans Setan Merah.
Diantara beberapa mantan pemain yang berubah menjadi musuh besar fans MU adalah Carlos Tevez. Striker yang pernah menjadi idola yang dipuja-puja oleh para pendukung Setan Merah. Namun, semua itu berubah saat ia mengambil keputusan yang dianggap sebagai sebuah pengkhianatan. Pada tahun 2009, Tevez secara mengejutkan menyeberang ke rival sekota, Manchester City. Luka akibat kepindahan itu bahkan masih membekas hingga kini. Buktinya, Tevez masih saja menerima cemoohan saat kembali ke Old Trafford untuk laga amal Soccer Aid. Namun, ia berhasil membalasnya dengan torehan empat gol di laga tersebut.
Nasib serupa juga dialami oleh Romelu Lukaku. Penyerang asal Belgia ini dicemooh oleh fans United saat kembali sebagai pemain Chelsea pada tahun 2022. Meskipun performanya tidak bisa dibilang gagal total, Lukaku memang tidak pernah mencapai puncak permainannya selama di United. Namun, catatan golnya sebenarnya cukup solid. Torehan 42 gol dari 96 penampilan seharusnya menjadi bukti kualitasnya. Sayangnya, hal itu tidak cukup untuk menyelamatkannya dari cemoohan publik Old Trafford.
Pemain lain yang dianggap musuh pleh para fans MU adalah Luis Suarez. Walaupun tidak pernah menjadi pemain MU, namun dari pemain yang datang ke Old Trafford sebagai tamu, tidak ada pemain yang menerima sambutan sepanas Luis Suarez. Momen puncaknya terjadi pada laga di bulan Februari 2012. Suarez, yang baru saja menjalani sanksi larangan bermain akibat kasus rasisme terhadap Patrice Evra, secara sengaja menolak untuk menjabat tangan bek asal Prancis itu. Aksi ini langsung menyulut amarah seisi stadion. Akibatnya, Suarez menjadi sasaran cemoohan tanpa henti sepanjang pertandingan. Sir Alex Ferguson bahkan sampai menyebut tindakan Suarez sebagai aib bagi Liverpool.
Bagi para fans sepakbola iNggris hal tersebut menjadi hal yang lumrah. namun di sepakbola modern seperti saat ini, hal tersebut dianggap berlebihan dan mengurangi nilai sportifitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia sepakbola yang menjadi olahraga paling favorit di banyak negara.
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda