Jakarta – Dalam dunia Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), nama Beatriz Mesquita sudah tak perlu diragukan lagi. Dikenal dengan julukan “Bia”, ia adalah salah satu atlet wanita paling sukses sepanjang sejarah grappling, dengan torehan lebih dari 20 gelar juara dunia di ajang-ajang prestisius seperti IBJJF World Championship dan ADCC Submission Wrestling World Championship. Namun, alih-alih berhenti setelah menguasai panggung grappling, Mesquita memilih menantang dirinya lebih jauh: masuk ke dunia Mixed Martial Arts (MMA), dan kini ia bertarung di panggung terbesar, Ultimate Fighting Championship (UFC).
Dari Anak Rio de Janeiro ke Matras Dunia
Beatriz Mesquita lahir pada 7 April 1991 di Rio de Janeiro, Brasil, sebuah kota yang terkenal sebagai salah satu pusat lahirnya legenda-legenda BJJ. Sejak usia 5 tahun, ia sudah diperkenalkan pada dunia bela diri oleh keluarganya. Apa yang awalnya hanya sekadar hobi masa kecil, perlahan berubah menjadi jalan hidup.
Di usia belia, Bia sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam grappling. Ia memenangkan banyak turnamen junior, memperlihatkan gaya bertarung agresif dan mental kompetitif yang jarang terlihat pada anak seusianya. Saat remaja, ia mulai rutin mengikuti kompetisi internasional, bersaing dengan atlet-atlet yang lebih berpengalaman.
Karier BJJ: Menjadi Legenda Hidup
Karier Beatriz di BJJ adalah salah satu yang paling gemilang dalam sejarah. Ia mendominasi IBJJF World Championship baik dalam kategori gi maupun no-gi, dan juga menorehkan prestasi di ADCC, ajang grappling paling bergengsi di dunia.
Beberapa pencapaiannya di dunia grappling:
-
- 20+ gelar juara dunia IBJJF (gi & no-gi).
- Juara ADCC World Championship, gelar yang hanya bisa diraih grappler kelas dunia.
- Kemenangan melawan nama-nama besar dalam grappling, yang meneguhkan posisinya sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Mesquita dikenal dengan gaya bermain yang efisien, agresif, dan penuh variasi submission. Teknik favoritnya adalah rear-naked choke, armbar, dan triangle choke, yang berkali-kali menjadi penentu kemenangan di kompetisi elit.
Transisi ke MMA: Tantangan Baru
Meski sudah meraih semua gelar yang mungkin diraih di BJJ, Mesquita tidak berhenti mencari tantangan. Ia mulai melirik dunia MMA, di mana BJJ sering menjadi kunci kemenangan. Dengan keinginannya untuk menguji kemampuan di arena yang lebih luas, Bia resmi beralih ke MMA pada akhir dekade 2010-an.
Ia mengawali karier MMA di ajang Legacy Fighting Alliance (LFA). Dalam waktu singkat, ia mencatatkan rekor sempurna 5-0. Dari lima kemenangan tersebut, beberapa diraih lewat KO cepat, namun sebagian besar tetap berakar pada kemampuan grappling-nya dengan submission klasik yang mematikan.
Dari Matras ke Octagon
Performa impresif Mesquita di LFA membuat promotor UFC tak bisa mengabaikannya. Dengan status sebagai legenda BJJ, ia akhirnya mendapatkan kontrak resmi untuk bertarung di divisi Bantamweight UFC.
Debutnya di UFC langsung menyita perhatian, bukan hanya karena namanya yang besar di dunia grappling, tetapi juga karena banyak penggemar penasaran bagaimana ia beradaptasi dengan pertarungan MMA level tertinggi. Dan benar saja, ia menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar grappler satu dimensi. Striking-nya semakin berkembang, sementara transisi ke ground tetap menjadi kekuatan utama.
Grappler yang Kian Komplet
Beatriz Mesquita adalah representasi nyata dari grappler elit yang sukses transisi ke MMA. Beberapa ciri khas gaya bertarungnya antara lain:
-
- Takedown cepat dan efektif, membuka jalan untuk membawa lawan ke ground.
- Kontrol posisi dominan, menjaga lawan tetap terjebak di bawah tekanan.
- Submission presisi, terutama rear-naked choke, armbar, dan triangle choke.
- Striking yang berkembang pesat, hasil latihan intensif untuk menyesuaikan diri dengan MMA modern.
Di dalam oktagon, Mesquita bukan hanya bertarung dengan teknik, tetapi juga dengan mental baja dan disiplin khas seorang juara dunia.
Prestasi dan Legacy
Hingga kini, Beatriz Mesquita sudah mengukir dua warisan besar:
Sebagai Grappler Legendaris
-
- Juara dunia IBJJF lebih dari 20 kali.
- Medali emas ADCC, turnamen grappling paling prestisius.
- Salah satu grappler wanita terbaik sepanjang sejarah.
Sebagai Petarung UFC
-
- Rekor 5-0 di LFA sebelum masuk UFC.
- Bergabung dengan divisi Bantamweight UFC dengan misi membawa kejayaan BJJ ke panggung MMA.
- Menjadi inspirasi bagi banyak praktisi BJJ yang ingin menapaki karier di MMA.
Perjalanan Beatriz “Bia” Mesquita adalah kisah tentang dedikasi, keberanian, dan ambisi tanpa batas. Dari bocah Rio de Janeiro yang jatuh cinta pada BJJ, ia menjelma menjadi legenda grappling, lalu bertransformasi menjadi salah satu bintang baru di UFC.
Dengan kombinasi pengalaman luar biasa di BJJ dan tekad untuk menaklukkan oktagon, Mesquita berpotensi menjadi ancaman serius bagi siapa pun di divisi Bantamweight. Perjalanannya adalah inspirasi, bukan hanya bagi petarung wanita, tetapi juga bagi seluruh dunia bela diri.
(PR/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda