Jakarta – Di dunia Mixed Martial Arts (MMA) yang penuh darah, disiplin, dan mimpi, muncul sosok yang tidak hanya bertarung untuk kemenangan pribadi, tetapi juga untuk kehormatan bangsa yang diwakilinya.
Dialah Abdul-Kareem Al-Selwady, petarung profesional kelahiran 10 April 1995 di Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat, yang dikenal dengan julukan “Pride of Palestine.”
Sebagai salah satu wajah baru di Ultimate Fighting Championship (UFC), Al-Selwady membawa lebih dari sekadar teknik bertarung. Ia membawa identitas, semangat, dan kebanggaan Palestina ke dalam setiap langkahnya di oktagon.
Dengan gaya bertarung agresif namun seimbang, menggabungkan striking tajam dan grappling kuat yang dihiasi teknik submission seperti guillotine choke dan armbar, Al-Selwady kini menjadi salah satu petarung paling menarik di divisi Lightweight UFC.
Lahir di Amerika, Berjiwa Palestina
Abdul-Kareem lahir di Baton Rouge, Louisiana, dari keluarga keturunan Palestina. Sejak kecil, ia hidup di antara dua dunia — budaya Barat yang modern dan nilai-nilai Timur Tengah yang sarat dengan identitas serta keteguhan.
Ayahnya, seorang penggemar olahraga, memperkenalkannya pada seni bela diri sejak usia muda.
Meski tumbuh di Amerika, Al-Selwady tak pernah melupakan akar identitasnya. Ia sering mengatakan bahwa setiap kali memasuki oktagon, ia tidak hanya membawa namanya, tetapi juga nama Palestina.
“Saya bukan hanya bertarung untuk diri saya sendiri. Saya membawa seluruh rakyat Palestina bersama saya ke dalam ring,” ujarnya dalam salah satu wawancara.
Filosofi itu menjadi pondasi moralnya — semangat bahwa setiap kemenangan bukan hanya miliknya, tetapi milik bangsa yang ia wakili.
Dari Gym Lokal ke Ajang Internasional
Perjalanan Abdul-Kareem Al-Selwady di dunia bela diri dimulai sejak usia remaja. Ia mempelajari taekwondo dan jiu-jitsu Brasil (BJJ) di usia muda, lalu beralih ke MMA karena tertarik dengan kombinasi berbagai teknik bela diri.
Pada usia 18 tahun, ia mulai berkompetisi di ajang-ajang kecil di Amerika Serikat dan Timur Tengah. Di sinilah potensi besarnya mulai terlihat — kecepatan tangan, kontrol grappling, dan kemampuan adaptasi cepat membuatnya menonjol.
Langkah besar dalam kariernya datang ketika ia bergabung dengan Brave Combat Federation (Brave CF), salah satu organisasi MMA terbesar di Timur Tengah. Di sana, ia menorehkan beberapa kemenangan impresif yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu petarung muda paling menjanjikan di wilayah Arab.
Kemenangan demi kemenangan membuatnya dikenal sebagai simbol kebangkitan petarung Arab di dunia MMA internasional.
Agresif, Efisien, dan Cerdas
Sebagai petarung yang berakar pada banyak disiplin, Abdul-Kareem Al-Selwady dikenal dengan gaya bertarung yang agresif dan seimbang.
Ia bukan hanya striker yang keras, tetapi juga grappler cerdas dengan kemampuan submission yang mematikan.
Ciri khas dari gayanya antara lain:
-
- Striking Tajam dan Variatif: Ia sering membuka pertarungan dengan kombinasi jab cepat dan tendangan rendah untuk mengacaukan ritme lawan.
- Tekanan Konstan: Al-Selwady selalu menekan lawan, memaksa mereka mundur sambil menyiapkan takedown atau clinch.
- Grappling Efisien: Dari posisi bawah, ia mampu melakukan transisi cepat menuju kuncian atau posisi dominan.
- Submission Presisi: Guillotine choke dan armbar menjadi senjata khasnya, sering digunakan untuk mengakhiri laga secara tiba-tiba.
Ia bukan petarung yang hanya mengandalkan kekuatan, tapi juga kecerdikan.
“Abdul-Kareem selalu punya rencana dua langkah ke depan,” ujar salah satu pelatihnya. “Dia bisa membaca pergerakan lawan sebelum mereka menyadarinya sendiri.”
Mimpi yang Menjadi Kenyataan
Perjalanan panjang Al-Selwady akhirnya berbuah hasil pada Agustus 2023, ketika ia tampil di ajang Dana White’s Contender Series, panggung bergengsi bagi para petarung yang ingin menembus UFC.
Dalam laga tersebut, ia menghadapi petarung tangguh asal Inggris, George Hardwick.
Bagi banyak pengamat, Hardwick dianggap favorit, namun Al-Selwady membalikkan ekspektasi. Ia tampil dengan strategi matang — mengendalikan jarak dengan striking, melakukan takedown presisi, dan mempertahankan posisi dominan di ground.
Setelah tiga ronde intens, hasil akhir diumumkan: kemenangan mutlak untuk Abdul-Kareem Al-Selwady.
Penampilannya yang solid membuat Dana White — Presiden UFC — terkesan, dan tak lama kemudian, kontrak UFC resmi diberikan kepadanya.
Malam itu menjadi titik balik kariernya. Dari anak muda yang bermimpi di Baton Rouge, ia kini menjadi bagian dari organisasi MMA terbesar di dunia.
“Saya akan membawa bendera Palestina ke oktagon UFC. Ini bukan hanya kemenangan saya, ini kemenangan untuk semua yang percaya bahwa mimpi tidak mengenal batas,” katanya dengan bangga.”
Etos Latihan dan Filosofi Hidup
Di luar ring, Al-Selwady dikenal sebagai sosok yang disiplin dan rendah hati. Ia menjalani latihan intensif setiap hari, membagi waktunya antara latihan striking, grappling, dan sparring.
Selain fisik, ia juga menekankan pentingnya mental dan spiritual.
Baginya, kemenangan sejati bukan hanya soal memukul lebih keras, tapi tentang mengalahkan rasa takut dan ego diri sendiri.
“MMA mengajarkanku kerendahan hati. Setiap kali kau naik ke oktagon, kau tahu bahwa satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya.”
Etosnya ini membuat banyak rekan atlet menaruh hormat padanya. Tak heran, banyak penggemar menyebutnya sebagai “warrior with a cause” — seorang pejuang yang membawa misi lebih besar dari sekadar sabuk juara.
Julukan “Pride of Palestine” dan Arti di Baliknya
Julukan “Pride of Palestine” bukan sekadar slogan promosi — itu adalah representasi dari jati diri dan kebanggaan Al-Selwady.
Setiap kali ia memasuki arena UFC, ia membawa bendera Palestina dengan penuh keyakinan.
Dalam wawancaranya, ia sering mengatakan bahwa ia ingin menjadi simbol harapan bagi generasi muda Palestina, menunjukkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang sulit, seseorang bisa mencapai panggung tertinggi dunia dengan kerja keras dan keyakinan.
“Saya ingin setiap anak Palestina tahu bahwa mereka bisa menjadi apa pun yang mereka impikan,” ucapnya. “Setiap kali saya bertarung, saya membawa mereka bersamaku.”
Profil dan Statistik Abdul-Kareem Al-Selwady
-
- Nama Lengkap: Abdul-Kareem Al-Selwady
- Julukan: Pride of Palestine
- Tanggal Lahir: 10 April 1995
- Tempat Lahir: Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat
- Kewarganegaraan: Palestina-Amerika
- Divisi: Lightweight
- Organisasi: Ultimate Fighting Championship (UFC)
- Gaya Bertarung: Striking tajam dan grappling teknikal
- Teknik Unggulan: Guillotine choke, armbar, takedown kontrol
- Masuk UFC Melalui: Dana White’s Contender Series (Agustus 2023)
- Kemenangan Penting: Unanimous Decision vs George Hardwick
Menuju Takhta UFC dan Inspirasi Dunia
Sebagai bagian dari generasi baru petarung Timur Tengah di UFC, Abdul-Kareem Al-Selwady memiliki masa depan yang cerah.
Dengan kecepatan, kekuatan, dan kecerdasan taktis, ia dianggap sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di divisi Lightweight, salah satu kelas paling kompetitif dalam UFC.
Namun, bagi Al-Selwady, gelar juara bukanlah tujuan akhir.
“Gelar bisa hilang. Tapi kehormatan dan warisan akan selalu abadi,” katanya.”
Ia ingin terus menjadi inspirasi bagi para petarung muda di dunia Arab dan komunitas Palestina di seluruh dunia — membuktikan bahwa mimpi besar bisa dicapai tanpa melupakan asal-usul dan nilai-nilai yang membentuk diri.
Sang Pejuang dari Baton Rouge untuk Palestina
Dari gym sederhana di Louisiana hingga panggung megah UFC, perjalanan Abdul-Kareem Al-Selwady adalah kisah tentang mimpi, dedikasi, dan identitas.
Setiap kali ia melangkah ke oktagon, ia bukan hanya seorang petarung — ia adalah simbol perjuangan dan kebanggaan bangsa.
Dengan semangat tanpa henti dan tekad yang membara, “Pride of Palestine” kini menulis babak baru dalam sejarah olahraga bela diri dunia.
Dan seperti yang selalu ia katakan sebelum naik ke ring:
“Saya tidak hanya bertarung untuk menang. Saya bertarung untuk memberi arti pada setiap kemenangan.”
(PR/timKB).
Sumber foto: instagram
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda