Pertandingan Tenis Terlama Di Australia Open 1991

Eva Amelia 17/10/2025 3 min read
Pertandingan Tenis Terlama Di Australia Open 1991

Jakarta – Pada kalender tenis Grand Slam, Australian Open sering dikenal sebagai “The Happy Slam,” tetapi bagi Boris Becker dan Omar Camporese, turnamen edisi tahun 1991 di Melbourne Park berubah menjadi ajang penyiksaan fisik dan mental yang legendaris. Tanggal 18 Januari 1991 menjadi saksi bisu pertandingan tunggal putra putaran ketiga yang, pada saat itu, menjadi salah satu pertandingan tenis terlama dalam sejarah turnamen, sebuah duel epik yang menguji batas daya tahan kedua pemain hingga melebihi lima jam.

Boris Becker, petenis Jerman yang kala itu berusia 23 tahun, memasuki Australian Open sebagai unggulan kedua dan salah satu favorit kuat. Ia adalah juara bertahan Wimbledon dan US Open, berada di puncak kariernya, dikenal dengan servis keras, permainan voli yang agresif, dan semangat juang yang tak tertandingi. Lawannya di babak ketiga, Omar Camporese, adalah petenis Italia yang kurang dikenal, peringkat ke-45 dunia. Meskipun Camporese dikenal memiliki pukulan forehand yang kuat dan servis yang bagus, hanya sedikit yang memperkirakan bahwa ia akan mendorong “Boom Boom Becker” hingga titik didih.

Pertandingan yang dimainkan di lapangan keras luar ruangan Melbourne ini berlangsung dalam kondisi yang sering kali panas, menambah tantangan fisik yang harus dihadapi kedua pemain. Sejak awal, Camporese menunjukkan bahwa ia tidak gentar dengan reputasi besar Becker. Dua set pertama menjadi pertarungan sengit yang harus diselesaikan melalui tie-break. Becker berhasil memenangkan kedua tie-break tersebut dengan skor $7-6(4)$ dan $7-6(5)$, tampaknya mengamankan keunggulan signifikan 2-0 yang biasanya akan melumpuhkan semangat lawan.

Baca juga : Boris Becker: Sang Legenda Tenis Jerman

Namun, semangat Camporese justru menyala. Dengan punggungnya menempel di dinding, petenis Italia itu mulai menampilkan permainan tenis terbaik dalam hidupnya. Ia menemukan ritme servisnya, dan forehand-nya menjadi senjata yang mematikan. Sementara itu, Becker, mungkin sedikit lengah setelah memenangkan dua set ketat, mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Camporese membalikkan keadaan dengan dominasi yang luar biasa, memenangkan set ketiga dengan skor telak $0-6$, sebuah hasil yang mengejutkan untuk ukuran petenis sekaliber Becker di turnamen major. Momentum berada sepenuhnya di pihak Camporese, yang kemudian merebut set keempat dengan skor $4-6$, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Saat jam menunjukkan waktu yang semakin larut, dan dengan durasi pertandingan telah melewati empat jam, kedua pemain memasuki set kelima yang menentukan. Dalam Grand Slam, set kelima dimainkan tanpa tie-break (kecuali di US Open pada saat itu), yang berarti permainan harus terus berlanjut hingga salah satu pemain memimpin dengan selisih dua game. Aturan ini yang mengubah set penentuan ini menjadi ujian daya tahan dan kegigihan yang brutal.

Set kelima ini adalah sebuah maraton di dalam maraton. Masing-masing pemain bertahan mati-matian, menangkis break point dan berjuang untuk setiap poin, menunjukkan tenis tingkat tinggi meskipun kelelahan fisik yang jelas. Camporese, yang dianggap sebagai underdog, bermain dengan keberanian dan ketenangan yang luar biasa. Angka pada papan skor terus bertambah: $6-6, 8-8, 10-10, 12-12$.
Publik di Melbourne Park dan para penonton di seluruh dunia terpaku pada drama yang tidak berkesudahan ini. Pertandingan ini bukan lagi sekadar perebutan poin, tetapi pertempuran kehendak. Setiap servis, setiap rally panjang, terasa seperti keputusan hidup atau mati. Servis Camporese yang kuat dan pergerakannya yang tak kenal lelah berhasil menahan upaya agresif Becker, yang berusaha keras memanfaatkan pengalamannya dalam situasi tekanan tinggi.

Akhirnya, pada game ke-26, setelah total waktu bermain mencapai lima jam dan sebelas menit, Becker berhasil mendapatkan break yang ia butuhkan. Dengan Camporese yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan ekstrem, Becker berhasil mengamankan break krusial tersebut dan menutup set penentuan dengan skor $14-12$. Skor akhir yang tercetak adalah $7-6(4), 7-6(5), 0-6, 4-6, 14-12$.

Kemenangan Becker ini terasa seperti kemenangan yang pahit. Meskipun ia melaju ke putaran berikutnya, energi dan semangat yang ia tinggalkan di lapangan melawan Camporese adalah sebuah investasi mahal. Pertandingan itu segera dikenang sebagai salah satu maraton tenis paling dramatis. Pada saat itu, $5$ jam $11$ menit menjadikannya pertandingan terlama dalam sejarah Australian Open, sebuah rekor yang baru terlampaui bertahun-tahun kemudian.

Pertandingan antara Boris Becker dan Omar Camporese pada 18 Januari 1991 menjadi sebuah pengingat abadi tentang kedalaman talenta dan kegigihan yang tersembunyi bahkan pada pemain yang kurang diunggulkan. Bagi Camporese, meskipun kalah, ia memperoleh pengakuan dunia atas keberanian dan kualitas tenisnya. Bagi Becker, pertandingan ini adalah ujian brutal yang ia lewati, tetapi mungkin juga menjadi titik balik yang menghabiskan cadangan energi pentingnya di tengah turnamen. Peristiwa di Melbourne itu adalah perwujudan sejati dari pepatah: dalam tenis, terkadang, bertahan hidup adalah kemenangan yang sesungguhnya.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...