Como 1907 Menjadi Kuda Hitam Serie A Musim Ini

Yahya Pahlevy 25/11/2025 2 min read
Como 1907 Menjadi Kuda Hitam Serie A Musim Ini

Jakarta – Klub yang belum lama ini promosi ke kasta tertinggi sepakbola Italia, Como 1907, kini  bukan lagi tim biasa di serie A musim ini. Di bawah Cesc Fabregas, mereka mendominasi penguasaan bola dan menekan paling intens di Italia bahkan di Eropa. Dengan permainan kolektif dan strategi jitu racikan sang pelatih, Como tidak lagi dipandang sebelah mata. Kemenangan meyakinkan atas Juventus dan hasil imbang di kandang Napoli menjadi bukti nyata bahwa mereka siap bersaing dengan para raksasa. Di balik kesuksesan instan ini, terdapat data statistik mendalam dan peran vital pemain muda seperti Nico Paz yang menjadi motor serangan tim.

Hanya dalam 11 pertandingan musim ini, I Lariani baru menelan satu kekalahan dan mengumpulkan 18 poin — rekor terbaik klub di kasta tertinggi sejak era 1949/50. Namun, bukan hanya hasil akhir yang membuat mata dunia tertuju pada mereka, melainkan cara mereka bermain. Fàbregas telah menanamkan filosofi modern yang menggabungkan dominasi penguasaan bola ala Guardiola dengan intensitas pressing yang mencekik lawan.

Baca juga: Bersinar Bersama Como, Madrid Ingin Pulangkan Nico Paz

Sebagai klub yang belum lama bermain di Serie A, posisi ketujuh di klasemen sudah merupakan pencapaian luar biasa bagi Como. Namun, data Expected Points (xPts) dari Opta mengungkapkan realitas yang lebih menakutkan bagi para rival: Como seharusnya berada di peringkat keempat. Grafik statistik menunjukkan bahwa kualitas performa mereka sebenarnya setara dengan tim-tim zona Liga Champions, jauh melampaui status mereka sebagai tim yang baru promosi dua musim lalu.

Konsistensi adalah kunci utama dari lonjakan ini. Sejak jeda internasional Maret, Como menjadi tim yang paling sulit dikalahkan di Italia, dengan hanya menelan dua kekalahan dari 20 pertandingan liga terakhir. Ini adalah rekor terbaik dibandingkan tim Serie A manapun dalam periode yang sama. Fàbregas tidak membangun tim untuk sekadar bertahan hidup; ia membangun mesin poin yang efisien.

Berbeda dengan tim promosi pada umumnya yang cenderung “parkir bus” di kotak penalti sendiri, Como justru menjauhkan bahaya dari gawang. Dengan menekan di depan dan memasang garis tinggi di belakang, mereka mempersempit ruang bermain lawan secara ekstrem. Ini membutuhkan koordinasi tingkat tinggi dari para bek agar tidak mudah dieksploitasi bola panjang.

Keberhasilan sistem ini membuktikan kapasitas Fàbregas dalam melatih organisasi pertahanan. Meski bermain terbuka dan menyerang, Como tidak lantas menjadi rapuh. Sebaliknya, pertahanan mereka adalah salah satu yang paling sulit ditembus di Italia saat ini, sebuah anomali bagi tim dengan filosofi menyerang yang begitu kental. Hal ini membuat mereka layak dijuluki sebagai kuda hitam Serie A di musim ini.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...