Dorian Perez: Mantan Atlet Football Yang Berkarier Di Power Slap

Piter Rudai 17/07/2026 4 min read
Dorian Perez: Mantan Atlet Football Yang Berkarier Di Power Slap

Jakarta – Di balik kerasnya persaingan divisi heavyweight Power Slap, terdapat sosok yang membawa kisah berbeda dari kebanyakan atlet. Dorian “Disturbing the Peace” Perez bukan hanya dikenal karena kekuatan pukulannya, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang dipenuhi semangat keluarga, kerja keras, dan tekad untuk membangun nama besar melalui olahraga. Berasal dari San Ysidro, California, Amerika Serikat, Perez menjelma menjadi salah satu petarung kelas berat yang disegani berkat perpaduan tenaga eksplosif dan kecepatan yang jarang dimiliki atlet bertubuh besar. Dengan tinggi sekitar 185 sentimeter, berat bertanding 120 kilogram, serta tangan kanan sebagai senjata utamanya, ia berhasil mencatatkan rekor profesional 8 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 hasil imbang, termasuk 2 kemenangan melalui knockout.

Sejak kecil, Dorian tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi kerja keras. Kehidupan di San Ysidro mengajarkannya arti disiplin dan tanggung jawab sejak usia muda. Selain aktif berolahraga, ia juga banyak membantu aktivitas keluarga, termasuk usaha kuliner yang kemudian berkembang menjadi bisnis barbecue (BBQ). Nilai-nilai keluarga inilah yang terus ia bawa sepanjang perjalanan kariernya.

Masa mudanya diwarnai oleh kecintaan terhadap olahraga football Amerika. Berkat postur tubuh besar, kekuatan fisik, dan kecepatan yang dimilikinya, Perez mampu tampil kompetitif di lapangan. Football mengajarkannya pentingnya daya tahan, koordinasi tubuh, serta mental bertanding di bawah tekanan. Meski tidak berlanjut ke level profesional tertinggi, pengalaman tersebut membentuk karakter atletis yang kelak sangat membantunya saat memasuki dunia olahraga tarung.

Ketertarikannya terhadap dunia pertarungan semakin berkembang ketika ia mulai berlatih tinju. Perez kemudian aktif mengikuti ajang Streetbeefs West Coast Boxing, sebuah kompetisi yang dikenal sebagai wadah lahirnya banyak petarung berbakat. Di sana, ia berhasil menunjukkan kualitasnya hingga meraih status juara Streetbeefs West Coast. Pengalaman bertanding di atas ring membuatnya semakin percaya diri menghadapi tekanan sekaligus mengasah teknik memukul yang efektif.

Saat Power Slap mulai berkembang di bawah naungan UFC, Perez melihat peluang baru untuk menguji kemampuannya. Dengan latar belakang football dan tinju, ia merasa memiliki kombinasi kekuatan, keseimbangan, dan keberanian yang cocok dengan karakter olahraga tersebut. Ia pun memutuskan fokus berlatih slap fighting dan mengikuti seleksi menuju panggung profesional.

Debutnya di Power Slap menjadi awal dari perjalanan yang menarik. Sejak pertandingan pertama, Perez langsung dikenal sebagai atlet yang memiliki tenaga pukulan besar namun tetap mampu menjaga kecepatan ayunan tangan. Kombinasi itu membuat lawan-lawannya harus menghadapi ancaman serius setiap kali giliran Perez melepaskan slap. Meski sempat mengalami pasang surut, ia terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

Kariernya meningkat secara bertahap hingga berhasil mencatatkan rekor 8 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 hasil seri. Dua di antara kemenangan tersebut diraih melalui knockout yang menunjukkan betapa berbahayanya kekuatan pukulannya. Sementara kemenangan lainnya lahir berkat konsistensi, teknik yang semakin matang, dan kemampuan mempertahankan performa selama pertandingan berlangsung.

Di sepanjang kariernya, Perez menghadapi sejumlah lawan tangguh di divisi heavyweight. Beberapa kemenangan penting membuat namanya semakin dikenal sebagai salah satu penantang serius di kelas berat. Walaupun belum berhasil menguasai divisi, ia terus menunjukkan perkembangan yang membuat banyak pengamat menilai dirinya sebagai salah satu atlet yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar di masa depan.

Salah satu aspek yang paling menarik dari perjalanan Perez adalah motivasi pribadinya. Ia beberapa kali menyampaikan bahwa dirinya bertanding untuk menghormati warisan sang ayah sekaligus menjadi contoh bagi adiknya. Baginya, setiap kemenangan bukan hanya milik dirinya sendiri, melainkan juga persembahan bagi keluarga yang selalu mendukung sejak awal karier. Di luar arena, Perez juga berusaha membantu dan melanjutkan bisnis BBQ keluarga, menunjukkan bahwa kehidupan profesionalnya tidak terlepas dari nilai kebersamaan yang ditanamkan sejak kecil.

Julukan “Disturbing the Peace” menggambarkan gaya bertarungnya yang agresif dan penuh tekanan. Ia dikenal mampu menghasilkan pukulan keras tanpa kehilangan kecepatan. Berbeda dengan sebagian petarung heavyweight yang hanya mengandalkan tenaga, Perez memiliki koordinasi tubuh yang baik sehingga setiap slap dilepaskan dengan efisien. Keseimbangan kaki, rotasi pinggul, dan ledakan tenaga dari otot inti menjadi kunci utama kekuatan pukulannya.

Untuk mempertahankan performanya, Perez menjalani latihan fisik yang intensif. Programnya mencakup latihan beban, power training, penguatan bahu dan leher, serta latihan koordinasi tubuh. Ia juga tetap mempertahankan unsur-unsur latihan tinju untuk menjaga kecepatan tangan dan akurasi. Selain latihan fisik, simulasi pertandingan dilakukan secara rutin agar mampu mengontrol emosi ketika menghadapi tekanan di arena.

Mentalitas kompetitif menjadi salah satu kekuatan terbesar Perez. Ia percaya bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk membuktikan hasil kerja keras sekaligus menghormati orang-orang yang selalu mendukungnya. Filosofi tersebut membuatnya tetap rendah hati, bahkan setelah meraih berbagai kemenangan penting. Kekalahan yang pernah dialaminya pun tidak dianggap sebagai kegagalan, melainkan pelajaran untuk terus berkembang.

Perjalanan Dorian Perez di Power Slap masih jauh dari selesai. Dengan pengalaman sebagai mantan atlet football, juara Streetbeefs West Coast Boxing, serta salah satu heavyweight paling berbahaya di organisasi, ia terus membangun reputasinya sebagai petarung yang mampu memberikan pertunjukan menarik setiap kali naik ke panggung. Selama mampu mempertahankan perkembangan teknik dan konsistensi performanya, “Disturbing the Peace” memiliki peluang besar untuk terus bersaing di papan atas sekaligus mengejar impian menjadi juara dunia Power Slap.

(PR/timKB).
Sumber foto: youtube
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...