Jakarta – Kapten timnas Mesir yang juga bintang Liverpool, Mohamed Salah dilaporkan menjadi prioritas utama klub Liga Pro Saudi, Al-Ittihad, untuk menggantikan Karim Benzema. Mo Salah mengalami musim mengecewakan di Liverpool ini telah lama diincar klub Arab Saudi. Masa depannya kini menggantung meski baru perpanjang kontrak, usai hanya mencetak enam gol musim ini.
Baca juga: Karim Benzema Hijrah Dari Al Ittihad Ke Al Hilal
Penggemar Liga Pro Saudi dikejutkan pada hari Senin ketika terungkap bahwa Benzema akan meninggalkan Al-Ittihad menuju Al-Hilal. Mantan striker Real Madrid itu telah bersama tim yang berbasis di Jeddah sejak 2023, membantu mereka memenangkan gelar Liga Pro Saudi 2024/25. Namun, upaya mempertahankan gelar berjalan buruk sejauh ini; mereka terpuruk di urutan keenam dengan hanya 34 poin dari 19 pertandingan.
Tim barunya, yang seperti Al-Ittihad juga dimiliki oleh Dana Investasi Publik (PIF), berada dalam posisi yang jauh lebih baik. Al-Hilal duduk di peringkat pertama, unggul satu poin dari Al-Nassr. Penambahan Benzema ke tim yang sudah diperkuat Sergej Milinkovic-Savic, Malcom, Darwin Nunez, dan Theo Hernandez merupakan dorongan besar bagi pelatih kepala Simone Inzaghi.
Al-Ittihad akan membutuhkan pemain bintang baru setelah kepergian Benzema dan Salah sudah lama dikaitkan dengan kepindahan ke Timur Tengah. Sekarang, langkah-langkah dilaporkan sedang disiapkan agar hal itu menjadi kenyataan. Kebutuhan mereka untuk menemukan pemain itu semakin mendesak mengingat pemain sayap Moussa Diaby tampaknya ingin meninggalkan klub di musim panas.
Jendela transfer Arab Saudi sekarang ditutup, yang berarti klub mereka tidak dapat merekrut pemain lagi saat ini, tetapi minat Al-Ittihad mungkin akan berkembang menjadi tawaran konkret di musim panas. Mereka sebelumnya mengajukan tawaran £150 juta ($205 juta) untuk Salah yang ditolak oleh Liverpool pada 2024, dan sang penyerang sendiri mengakui bahwa mereka “serius” selama diskusi yang dia lakukan dengan pejabat tertentu.
Setelah dia mengecam Liverpool karena dianggap “mengorbankannya” pada Desember, minat Al-Ittihad kembali terlihat jelas, meski tidak ada kesepakatan Januari yang hampir terwujud.
(Yp/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda