Isaac Mohammed: Peterung Muda Aljazair-Prancis

Piter Rudai 24/04/2026 5 min read
Isaac Mohammed: Peterung Muda Aljazair-Prancis

Jakarta – Di panggung Muay Thai modern, ada petarung yang tumbuh dari tradisi Thailand, dan ada pula petarung dari luar negeri yang datang bukan sekadar untuk ikut bertanding, melainkan untuk benar-benar menguasai seni itu. Isaac Mohammed termasuk nama yang paling menarik dari gelombang kedua tersebut. Ia adalah petarung muda asal Aljazair/Prancis yang dikenal dengan julukan “Petnueng”, bernaung di Petch Muay Thai Gym, dan kini mulai mencuri perhatian di ONE Championship lewat gaya bertarung Muay Thai yang agresif, teknis, dan sangat tajam. Profil resmi ONE mencatat Isaac bertanding di batas berat 116,6 lbs / 52,9 kg, memiliki tinggi 169 cm, berasal dari Aljazair/Prancis, dan memperkuat Petch Muay Thai Gym. Rekor ONE-nya saat ini: 4 kemenangan tanpa kekalahan.

Isaac lahir pada tahun 2006 sebagai sosok muda yang membawa semangat besar sejak awal perjalanan hidupnya. Kehadirannya menjadi titik awal sebuah cerita panjang yang penuh potensi. Meski masih sangat muda, ia telah menunjukkan kedewasaan dan tekad yang jarang dimiliki pada usia tersebut. Dari kelahirannya, tersimpan harapan besar bahwa langkah-langkahnya ke depan akan semakin kokoh, penuh pencapaian, dan memberi inspirasi bagi banyak orang. Masa depan Isaac bukan hanya tentang apa yang sudah ia capai, tetapi juga tentang bagaimana ia akan terus tumbuh, berkembang, dan menorehkan jejak yang lebih berarti di dunia.

Yang membuat Isaac Mohammed begitu menonjol bukan hanya usianya, tetapi juga kualitas resume yang ia bawa. Ada yang menyebut rekornya 38 kemenangan, 13 kekalahan, dan 2 hasil seri. Di sisi lain, artikel resmi ONE menjelang laga-laga terbarunya sempat menyebut angka yang sedikit berbeda pada fase berbeda: sebelum ONE Friday Fights 107, ONE menulis rekornya menjadi 33-13 setelah menang atas Antonio Piana, sementara setelah ONE Friday Fights 116, ONE menyebut ia meningkat ke 34-13. Perbedaan angka seperti ini cukup lazim di dunia Muay Thai karena pembaruan rekor bisa bergerak cepat dan tidak selalu seragam di semua halaman. Tetapi seluruh sumber itu tetap menggambarkan satu hal yang sama: Isaac datang ke ONE bukan sebagai pemula, melainkan sebagai petarung muda dengan jam terbang yang sudah sangat tinggi.

Dalam soal gaya bertarung, Isaac terasa seperti perpaduan yang sangat menarik antara ketenangan teknik Eropa-Afrika Utara dan kekasaran efektif Muay Thai Thailand. Artikel resmi ONE menjelang pertarungannya melawan Rittidet Lukjaoporongtom menggambarkan dirinya sebagai petarung yang bisa merusak lawan dengan low kick ke dua kaki, body kick, serangan balasan, serta tekanan clinch yang diakhiri siku. Isaac bukan petarung yang hidup dari satu senjata. Ia bisa menyerang kaki, tubuh, kepala, bermain di jarak menengah, lalu masuk ke clinch dan tetap berbahaya. Untuk petarung seusianya, kelengkapan seperti ini sangat mengesankan.

Perjalanan Isaac ke panggung yang lebih besar juga terasa istimewa karena ia bukan sekadar petarung asing yang berlatih Muay Thai, tetapi petarung asing yang benar-benar menembus jantung olahraga itu. ONE menulis bahwa ia adalah Rajadamnern Stadium World Champion, dan artikel resmi menjelang ONE Friday Fights 150 bahkan menyebut duel antara Isaac dan Rittidet sebagai bentrokan antara dua juara dunia Rajadamnern. ONE juga menuliskan bahwa Isaac merebut gelar Rajadamnern saat masih berusia 17 tahun, lalu menambah gelar Channel 7, serta dipilih sebagai Channel 7’s Fans’ Favorite Fighter pada 2025. Itu adalah pencapaian yang sangat besar, terutama untuk petarung non-Thai yang berkarier di pusat Muay Thai Thailand.

Masuk ke ONE Championship, Isaac langsung menunjukkan bahwa reputasinya bukan hasil romantisme masa lalu. Debut resminya di ONE terjadi pada ONE Friday Fights 107 tanggal 9 Mei 2025, ketika ia menghadapi Antonio “Pecorino” Piana dalam laga 117 lbs Muay Thai. Hasilnya benar-benar meledak. ONE menulis bahwa Isaac menjatuhkan lawannya dengan siku kanan hanya dalam 17 detik, lalu pertarungan berubah menjadi perang knockdown yang liar sebelum ia akhirnya mengamankan kemenangan TKO ronde kedua pada 1:37. Kemenangan itu bukan hanya menandai debut yang sukses, tetapi juga langsung memperlihatkan identitasnya di panggung global: agresif, berani, dan sangat berbahaya dengan senjata siku.

Setelah debut yang heboh itu, Isaac kembali tampil pada ONE Friday Fights 116 tanggal 18 Juli 2025 melawan Haruyuki Tanitsu. Kali ini, ia kembali memberi pernyataan keras. ONE mencatat ia menang KO ronde pertama pada 2:54 setelah lebih dulu menjatuhkan lawan dengan pukulan untuk delapan hitungan, lalu mengakhirinya lewat high kick ke leher. Artikel resmi ONE menulis bahwa kemenangan itu membuat petarung Petch Muay Thai Gym itu meningkat menjadi 34-13, sementara halaman hasil event menegaskan metode finish-nya sebagai KO ronde pertama. Kemenangan ini penting karena menunjukkan bahwa Isaac tidak hanya berbahaya di pertarungan kacau jarak dekat, tetapi juga punya akurasi dan timing untuk mengakhiri laga dengan tendangan kepala bersih.

Di ONE Friday Fights 142 pada 13 Februari 2026, Isaac menghadapi Jurai Ishii dari Jepang dan meraih kemenangan split decision. Hasil ini justru menarik karena memberi warna lain pada kariernya. Setelah dua kemenangan finish yang eksplosif, ia kini menunjukkan bahwa dirinya juga bisa melewati pertarungan ketat selama tiga ronde dan tetap keluar sebagai pemenang. Halaman profil resminya menampilkan kemenangan itu sebagai salah satu dari empat kemenangan beruntunnya di ONE, sementara hasil resmi event menegaskan metode kemenangan tersebut. Ini penting karena memperlihatkan sisi lain dari Isaac: bukan hanya finisher, tetapi juga petarung yang bisa bertahan dalam duel teknis dan tetap menang saat laga berjalan rapat.

Puncak sorotan terbaru dalam kiprahnya datang pada ONE Friday Fights 150 & The Inner Circle tanggal 10 April 2026, ketika Isaac menghadapi Rittidet Lukjaoporongtom dalam laga strawweight Muay Thai yang disebut ONE sebagai pertarungan antara dua juara dunia Rajadamnern. Di laga ini, Isaac kembali membuktikan kualitasnya dengan menang KO ronde ketiga pada 0:45. Hasil resmi ONE menyatakan kemenangan itu secara jelas, dan unggahan promosi ONE juga menyebut bahwa ia kini bergerak ke 4-0 di ONE lewat kemenangan knockout ronde ketiga tersebut. Untuk petarung muda, mengalahkan lawan Thailand sekaliber Rittidet di panggung seperti ini adalah pernyataan yang sangat besar.

Kalau melihat seluruh rangkaian penampilannya di ONE sejauh ini, ada pola yang sangat jelas. Isaac belum terkalahkan dengan rekor 4-0, dengan rincian dua KO, satu TKO, dan satu kemenangan split decision. Profil resminya juga menunjukkan finish rate 75 persen, angka yang sangat tinggi untuk petarung Muay Thai muda yang baru mulai membangun nama di organisasi sebesar ONE. Statistik ini memberi gambaran bahwa Isaac bukan hanya prospek, melainkan petarung yang sudah mulai mewujudkan potensinya ke dalam hasil nyata.

Kalau berbicara soal prestasi, Isaac Mohammed jelas sudah punya daftar yang tidak biasa untuk usianya. Ia adalah juara dunia Rajadamnern Stadium, pemegang gelar Channel 7, pemenang Fans’ Favorite Fighter Channel 7 tahun 2025, dan kini masih sempurna 4-0 di ONE Championship. Semua ini terjadi saat ia masih sangat muda. Itu sebabnya kisahnya terasa sangat kuat untuk media olahraga online. Ia bukan cuma petarung muda berbakat, tetapi salah satu nama yang bisa menjadi simbol generasi baru Muay Thai internasional: petarung non-Thai yang datang ke Thailand, mempelajari tradisinya, menaklukkan panggung-panggung paling keras, lalu membawa semua itu ke penonton global.

Pada akhirnya, Isaac Mohammed adalah kisah tentang bakat besar yang bertemu dengan sistem yang tepat. Lahir dari latar Aljazair/Prancis, diasah di Petch Muay Thai Gym, lalu dibentuk oleh pengalaman di stadium-stadium besar Thailand, ia telah tumbuh menjadi petarung yang bukan hanya atraktif, tetapi juga sah secara teknis dan historis. Ia menyerang dengan agresif, bertarung dengan teknik tinggi, dan menang dengan cara yang membuat orang sulit mengabaikannya. Selama laju ini terus berjalan, nama “Petnueng” Isaac Mohammed tampaknya bukan hanya akan menjadi salah satu bintang muda di ONE Championship, tetapi juga salah satu wajah paling menarik dari masa depan Muay Thai dunia.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...