Luo Chao: Kisah Petarung Tiongkok Di ONE Championship

Piter Rudai 13/05/2026 5 min read
Luo Chao: Kisah Petarung Tiongkok Di ONE Championship

Jakarta – Di tengah geliat kickboxing Tiongkok yang terus berkembang, nama Luo Chao muncul sebagai salah satu sosok yang menarik untuk diperhatikan. Ia bukan hanya petarung muda dengan jumlah laga yang banyak, tetapi juga representasi dari generasi baru striker Tiongkok yang tumbuh dari perpaduan kickboxing dan sanda, lalu membawa identitas itu ke panggung internasional. Luo Chao berasal dari Tiongkok, memiliki tinggi sekitar 180 cm, berada di batas berat 155 lbs / 70,3 kg, dan bernaung di Shengli Fight Club. Ia lahir pada 13 Februari 2001 di Nanchang, China, bertarung dengan stance orthodox, dan berafiliasi dengan Shenzhen Shengli Renhe Fight Club.

Kalau melihat dasar tekniknya, Luo Chao memang terasa seperti produk khas ekosistem striking Tiongkok modern. Ia datang dengan fondasi kickboxing dan sanda, dua disiplin yang membuat permainannya tampak eksplosif tetapi tetap terstruktur. Data mencatat gaya bertarungnya sebagai perpaduan kickboxing dan sanda, sementara wawancara Beyond Kick menggambarkannya sebagai petarung muda yang dikenal dengan gaya agresif dan kematangan teknik yang menonjol untuk usianya. Kombinasi ini penting, karena sanda memberinya kenyamanan dalam ritme tempur Tiongkok, sedangkan kickboxing membentuk ketajaman kombinasi serangannya di level internasional.

Yang membuat Luo Chao semakin menarik adalah angka rekornya. Sumber publik yang paling lengkap saat ini mencatat rekornya di 42 kemenangan, 11 kekalahan, dan 1 hasil imbang, dengan 19 kemenangan KO dalam kickboxing profesional. Angka itu menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, ia sudah sangat berpengalaman meski usianya masih muda. Kedua, ia bukan petarung yang hanya menang tipis, karena cukup banyak dari kemenangannya datang lewat penyelesaian. Beyond Kick bahkan menyorot bahwa ia memiliki tingkat penyelesaian lebih dari 40 persen atas total kemenangan yang sudah ia kumpulkan.

Perjalanan Luo Chao tidak lahir dari ruang kosong. Sebelum dikenal lebih luas, ia sudah lebih dulu meniti jalur kompetitif di Tiongkok. Data mencatat bahwa ia pernah menjuarai MMC Asian Cup -77 kg pada 2019, menjadi runner-up Wu Lin Feng China New Kings Tournament -70 kg pada 2020, meraih gelar China -70 kg 4-man Tournament Champion di Wu Lin Feng pada 2022, dan bahkan mendapatkan penghargaan Wu Lin Feng KO of the Year 2022. Rekam jejak ini memberi gambaran bahwa Luo bukan sekadar petarung muda potensial, tetapi atlet yang benar-benar dibentuk oleh sistem kompetisi yang keras dan padat.

Menariknya, fondasi Luo Chao tidak hanya dibangun dari kickboxing profesional. Data juga mencatat bahwa ia merupakan lima kali juara Jiangxi Province Sanda Championship pada periode 2011–2015. Selain itu, ia menjuarai China National Kickboxing Championship 75 kg pada 2022 dan 2024, menjuarai China National Muay Thai Championship 75 kg pada 2023, serta meraih medali perunggu WAKO Asian Kickboxing Championships 2024. Itu berarti perjalanan Luo tidak hanya terbatas pada satu panggung profesional, melainkan juga disokong legitimasi kuat dari level amatir nasional dan regional Asia.

Kalau ditarik ke konteks yang lebih luas, Luo Chao tampak sebagai petarung yang tumbuh dari tradisi kerja keras Tiongkok, bukan dari sorotan besar yang terlalu dini. Salah satu laga awal yang tercatat dalam ringkasan kariernya adalah kemenangan atas Jiao Zhou di Kunlun Fight 84 pada 2019 lewat keputusan mutlak. Setelah itu, ia terus menambah pengalaman di panggung domestik dan regional, sampai akhirnya mulai dikenal sebagai salah satu nama paling menjanjikan di kelas 70 kilogram Tiongkok. Beyond Kick menyebutnya sebagai salah satu prospek terpanas dari China dan petarung yang dipandang sebagai ancaman serius untuk level elite.

Luo Chao juga bukan petarung yang hanya bersandar pada satu periode baik. Rekor 2024 miliknya menunjukkan ia menang atas Aleksei Ulianov lewat keputusan mutlak pada Wu Lin Feng 546, lalu pada hari yang sama di Wu Lin Feng 550 MAX Qualifier Tournament ia menumbangkan Jamal Yusupov lewat TKO akibat low kick dan mengalahkan Masoud Minaei lewat TKO pukulan. Rangkaian hasil seperti ini memperlihatkan bahwa Luo bukan petarung yang hanya bisa unggul dalam tempo pelan. Ia mampu menang dalam ritme padat, menghadapi lawan yang berbeda, dan tetap menyelesaikan laga dengan striking.

Masuk ke 2025, jalurnya juga tidak sepenuhnya mulus. Data mencatat bahwa ia kalah dari Ouyang Feng di semifinal Wu Lin Feng 2025 Global Kung Fu Festival MAX Tournament pada Januari 2025, lalu pada Oktober 2025 kalah TKO dari Yodwicha Por.Boonsit dalam perebutan gelar EM-Legend 70 kg Intercontinental. Kekalahan-kekalahan ini penting karena menunjukkan bahwa Luo Chao bukan petarung yang dibangun dari rekor steril tanpa hambatan. Justru di sinilah kualitas ceritanya: ia sudah merasakan benturan dengan lawan kuat, merasakan kegagalan di laga besar, tetapi tetap berada di jalur atas.

Respons terhadap masa sulit itu kemudian datang dengan cukup tegas. Data mencatat bahwa pada 6 Februari 2026, Luo Chao menang atas Fernando Martin Sanchez lewat KO body punches ronde pertama, sekaligus merebut gelar ISKA K-1 Intercontinental Super-welterweight (70 kg) Champion. Gelar ini memberi arti penting dalam kariernya, karena memperlihatkan bahwa ia tidak tenggelam setelah kalah di dua laga besar sebelumnya. Sebaliknya, ia berhasil bangkit dengan kemenangan cepat dan gelar baru.

ONE Championship, menempatkannya sebagai atlet di roster dengan batas berat 155 lbs / 70,3 kg, tinggi 180 cm, dan afiliasi Shengli Fight Club. Selain itu, hasil pencarian terbaru juga menunjukkan bahwa Luo Chao telah mengumumkan penandatanganan kontrak dengan ONE Championship, sementara sebuah sumber bahkan mencantumkan jadwal pertarungan melawan Denis Souza Jr. di ONE Fight Night 43 pada 15 Mei 2026. Karena jadwal semacam ini bisa berubah, bagian yang paling aman untuk ditegaskan adalah bahwa ia memang sudah berada dalam orbit ONE dan sedang bergerak menuju panggung global yang lebih besar.

Kalau berbicara soal prestasi, Luo Chao sudah punya daftar yang sangat layak diperhatikan. Ia adalah 5 kali juara provinsi sanda, juara nasional kickboxing Tiongkok dua kali, juara nasional Muay Thai Tiongkok, peraih medali WAKO Asia, juara Wu Lin Feng 4-man tournament, dan pemegang gelar ISKA K-1 Intercontinental 70 kg. Dipadukan dengan rekor 42-11-1, semua itu memberi gambaran bahwa Luo bukan sekadar petarung yang sedang “naik”, tetapi sosok yang sudah punya dasar prestasi kuat sebelum benar-benar dikenal luas secara internasional.

Pada akhirnya, Luo Chao adalah kisah tentang petarung yang dibentuk oleh disiplin, kompetisi keras, dan ambisi besar. Ia lahir di Nanchang pada 13 Februari 2001, tumbuh dari latar sanda dan kickboxing, bertarung dengan stance orthodox, berlatih di Shenzhen Shengli Renhe Fight Club, lalu mengumpulkan puluhan kemenangan sampai menjadi salah satu striker Tiongkok paling menonjol di kelas 70 kilogram. Ia belum selesai menulis kisahnya. Justru sekarang, ketika jalannya mulai bergerak ke panggung ONE Championship, bab yang paling penting tampaknya baru akan dimulai.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget and

Berita Lainnya

Loading next article...