Abdul Rakhman Yakhyaev: Prospek Rusia-Chechnya Di UFC

Piter Rudai 21/05/2026 4 min read
Abdul Rakhman Yakhyaev:  Prospek Rusia-Chechnya Di UFC

Jakarta – Di divisi light heavyweight UFC, selalu ada ruang bagi petarung yang datang membawa satu hal yang paling dicari semua promotor: ancaman nyata. Abdul Rakhman Yakhyaev adalah salah satu nama yang masuk ke kategori itu. Ia lahir pada 3 Januari 2001, punya julukan “The Hunter,” bertarung di kelas light heavyweight, dan datang ke UFC dengan reputasi sebagai petarung yang sangat efisien dalam menyelesaikan lawan. Profil resmi UFC menempatkannya sebagai petarung kelahiran Rusia dengan latar Chechnya, tinggi 188 cm, berat tanding 206 lbs / 93 kg, dan berada di divisi light heavyweight.

Yang membuat Yakhyaev sangat menarik bukan sekadar rekor tak terkalahkannya, tetapi bentuk dari kemenangan-kemenangan itu. UFC menulis bahwa saat masih 8-0, ia sudah mengoleksi enam finis ronde pertama, dan tiga di antaranya selesai dalam waktu kurang dari satu menit. Sebuah sumber juga menampilkan jejak kemenangan seperti guillotine choke, rear-naked choke, dan TKO lewat serangan lutut ke badan serta pukulan. Artinya, Abdul Rakhman Yakhyaev bukan petarung yang hidup dari satu cara. Ia bisa menghukum lawan di atas kaki, tetapi juga sangat berbahaya ketika pertarungan masuk ke wilayah submission.

Dari sisi gaya, deskripsi tentang dirinya sebagai petarung ortodoks dengan fokus pada striking dan submission terasa sangat tepat. Sebuah sumber menampilkan stance-nya sebagai orthodox, sementara artikel UFC menyorot bagaimana standup game-nya terlihat sangat rapi bahkan sebelum debut UFC. Yakhyaev sebagai petarung yang lahir di Chechnya dan bertarung dari Turki, sebuah detail yang menambah warna pada kisahnya: ia membawa akar keras dari kawasan yang sangat kuat tradisi combat sports-nya, tetapi berkembang di jalur internasional yang lebih luas.

Perjalanan karier Abdul Rakhman Yakhyaev sebelum UFC dibangun lewat panggung regional Eropa dan kawasan sekitarnya. Data mencatat bahwa ia sempat menang atas Ilhan Yalin lewat keputusan bulat pada Januari 2023, lalu mulai membangun reputasinya sebagai finisher dengan kemenangan submission atas Nikolay Kovalenko pada Juli 2024 dan Paulin Begai pada September 2024. Fase ini penting, karena menunjukkan bahwa ia tidak datang ke UFC sebagai petarung mentah, melainkan sebagai atlet yang sudah mengembangkan dua sisi permainannya dengan cukup seimbang: striking yang keras dan submission yang sangat tajam.

Momentum besarnya datang saat ia tampil di Dana White’s Contender Series Season 9 Week 3 pada 26 Agustus 2025. Malam itu, Yakhyaev menghadapi Alik Lorenz dan menang lewat TKO pada ronde pertama hanya dalam 30 detik. Data mencatat hasil itu dengan jelas dan menampilkan rincian metode kemenangan tersebut sebagai serangan lutut ke badan dan pukulan. Kemenangan secepat itu langsung membuat namanya menonjol, karena di Contender Series, petarung yang mampu menyelesaikan laga dalam hitungan detik selalu meninggalkan kesan besar.

Kemenangan atas Alik Lorenz bukan hanya soal durasi yang singkat, tetapi juga soal pesan yang dikirimkan. Ia memperlihatkan bahwa dirinya bukan petarung yang ingin membiarkan juri atau drama panjang menentukan nasibnya. Ia datang, melihat celah, lalu mengakhiri laga dengan ketegasan yang sangat jarang dimiliki petarung muda. Itulah jenis kemenangan yang biasanya membuat UFC cepat percaya. Dan benar saja, tak lama setelah itu, Yakhyaev resmi menjadi bagian dari roster UFC.

Yang membuat kisahnya semakin menarik adalah bagaimana ia menindaklanjuti kesempatan itu. Banyak petarung tampil luar biasa di Contender Series, tetapi goyah saat masuk UFC. Abdul Rakhman Yakhyaev justru menunjukkan sebaliknya. Ia membuat debut UFC hanya tiga bulan setelah lolos dari DWCS, dan lawan pertamanya adalah striker Brasil Rafael Cerqueira. Dalam laga itu, UFC menyorot bahwa standup game Yakhyaev terlihat sangat matang sebelum ia akhirnya menyudahi laga dengan submission cepat.

Sesudah itu, salah satu kemenangan yang paling menegaskan posisinya datang pada 4 April 2026 di UFC Fight Night: Moicano vs. Duncan, ketika ia menghadapi Brendson Ribeiro. UFC mencatat Yakhyaev menang lewat submission ronde pertama pada 2:52, dan bahkan menyediakan video resmi kemenangan tersebut. Data memperbarui rekornya menjadi 9-0, sementara sumber lain kemudian menempatkan namanya dalam pembahasan fastest UFC light heavyweight submissions, pertanda bahwa kemenangan itu langsung mengangkat reputasinya di divisi.

Kemenangan atas Brendson Ribeiro sangat penting karena memperlihatkan satu hal besar: Abdul Rakhman Yakhyaev tidak hanya membawa hype, tetapi juga hasil nyata di panggung utama. Ia sudah menang cepat di Contender Series, lalu langsung menang submission di UFC. Untuk petarung light heavyweight muda, kombinasi seperti ini sangat berbahaya bagi lawan-lawan berikutnya. Mereka tidak bisa hanya bersiap menghadapi pukulan, karena ada ancaman grappling yang sama tajamnya. Mereka juga tidak bisa berharap laga akan berjalan lambat, karena Yakhyaev terbukti sangat nyaman memulai pertarungan dengan tempo tinggi.

Aspek lain yang membuat Abdul Rakhman Yakhyaev menarik adalah afiliasinya dengan MMA Nürnberg. Sebuah sumber dan informasinya sama-sama menempatkannya sebagai salah satu nama utama dari sana. Ini memberi konteks bahwa ia bukan hanya talenta individual, tetapi juga produk dari sistem latihan yang serius dan kompetitif. Dalam MMA modern, terutama untuk petarung muda yang bergerak cepat ke UFC, lingkungan latihan seperti ini sering menjadi faktor penting yang membedakan prospek biasa dengan petarung yang benar-benar siap naik level.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Abdul Rakhman Yakhyaev belum punya sabuk besar atau ranking resmi UFC. Namun fondasinya sudah sangat kuat. Ia memiliki rekor profesional 9-0, lolos ke UFC lewat Dana White’s Contender Series, memenangkan debut UFC-nya, dan hampir seluruh kemenangannya datang lewat penyelesaian. UFC sendiri sudah menempatkannya sebagai salah satu prospect to watch dan salah satu fighters on the rise untuk 2026. Itu bukan pujian kecil, apalagi untuk petarung yang baru masuk ke organisasi.

Pada akhirnya, Abdul Rakhman Yakhyaev adalah kisah tentang petarung yang datang ke UFC dengan cara yang sangat efisien: menang cepat, naik cepat, dan langsung terlihat berbahaya. Ia lahir pada 3 Januari 2001, membawa akar Rusia-Chechnya, bertarung di light heavyweight, dan berkembang bersama MMA Nürnberg. Julukannya, “The Hunter,” terasa sangat cocok karena gaya bertarungnya memang seperti pemburu: sabar mencari celah, lalu menutup pertarungan dengan tegas. Jika lajunya terus seperti ini, bukan tidak mungkin nama Yakhyaev akan menjadi salah satu cerita paling menarik di divisi light heavyweight dalam beberapa tahun ke depan.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...