Arsoonnoi: Petarung Sitjasing Gym Di ONE Championship

Piter Rudai 01/06/2026 5 min read
Arsoonnoi: Petarung Sitjasing Gym Di ONE Championship

Jakarta – Di dunia Muay Thai, tidak semua petarung lahir dari jalan yang langsung terang. Ada yang menanjak lewat kemenangan beruntun, tetapi ada pula yang dibentuk oleh benturan, oleh kekalahan yang mengajarkan banyak hal, lalu oleh keberanian untuk kembali ke ring dan membuktikan diri. Arsoonnoi Sitjasing termasuk dalam kelompok kedua itu. Ia adalah petarung Muay Thai asal Thailand yang lahir pada 3 November 2000, bernaung di Sitjasing Gym, dan kini menjadi salah satu nama yang mulai dikenal di rangkaian ONE Friday Fights. Profil resmi ONE mencatat Arsoonnoi berasal dari Thailand, memiliki tinggi sekitar 165 cm, dan saat ini berusia 25 tahun.

Yang membuat Arsoonnoi menarik bukan sekadar angka hasil, melainkan bentuk perjalanan yang membangun angka itu. Ia bukan petarung yang dibesarkan oleh kemenangan cepat semata. Dari hasil yang bisa diverifikasi di ONE, terlihat bahwa ia sudah merasakan dua pengalaman yang sangat berbeda: kalah lewat knockout dari lawan yang sangat agresif, lalu bangkit dengan kemenangan lewat keputusan juri. Untuk petarung muda Muay Thai, dua pengalaman seperti ini sering jauh lebih penting daripada sekadar rekor rapi, karena itu membentuk mental, ritme, dan kedewasaan bertarung.

Salah satu bab paling keras dalam kisahnya datang pada ONE Friday Fights 112 tanggal 13 Juni 2025, ketika Arsoonnoi menghadapi Samanchai Sor Sommai. Hasilnya sangat tegas: Samanchai menang lewat knockout pada ronde kedua, menit 2:43. Artikel hasil resmi ONE mencatat hasil itu secara jelas, dan cuplikan video resmi ONE juga menyorot bagaimana Samanchai membuka pertarungan dengan tekanan kuat, termasuk teep keras di awal sebelum akhirnya menyelesaikan laga dengan knockout. Kekalahan seperti ini tentu pahit, tetapi dalam dunia Muay Thai, momen seperti ini sering menjadi titik paling penting dalam pembentukan seorang petarung.

Kekalahan dari Samanchai memberi lapisan penting pada cerita Arsoonnoi. Ia menunjukkan bahwa di panggung ONE Friday Fights, lawan datang tanpa banyak ruang belas kasihan. Seorang petarung bisa masuk dengan kepercayaan diri, tetapi satu lawan yang lebih cepat membaca ritme dan lebih berani mengambil momen bisa mengubah malam sepenuhnya. Pada titik ini, Arsoonnoi tampak seperti petarung yang sedang belajar keras tentang level kompetisi yang ia masuki. Dan itu penting, karena dalam olahraga seperti Muay Thai, tidak ada guru yang lebih jujur daripada ring.

Namun justru di situlah nilai Arsoonnoi Sitjasing mulai terasa. Banyak petarung bisa goyah setelah kalah KO. Tidak semua mampu kembali dengan kepala tetap dingin. Arsoonnoi justru menunjukkan bahwa ia tidak datang ke ONE untuk menjadi nama lewat semalam, tetapi untuk benar-benar bertahan dan membentuk dirinya. Jawaban terbaik itu datang saat ia kembali bertarung di ONE Friday Fights 146 dan menghadapi sesama petarung Thailand, Nuapayak Jitmuangnon. Kali ini, hasilnya berbeda: Arsoonnoi menang lewat unanimous decision setelah tiga ronde penuh.

Kemenangan atas Nuapayak sangat penting karena memperlihatkan sisi yang lebih matang dari Arsoonnoi. Ia tidak hanya mampu kembali setelah kekalahan pahit, tetapi juga melakukannya dengan cara yang bersih dan meyakinkan. Menang lewat unanimous decision dalam Muay Thai berarti seorang petarung cukup konsisten sepanjang laga, cukup disiplin menjaga ritme, dan cukup efektif untuk membuat seluruh juri berpihak padanya. Ini memberi kesan bahwa Arsoonnoi bukan sekadar petarung yang bisa bertarung keras, melainkan atlet yang juga mampu belajar dari pengalaman lalu kembali dengan bentuk yang lebih terkendali.

Aspek lain yang membuat Arsoonnoi menarik adalah identitas gym-nya, Sitjasing. Profil resmi ONE versi Indonesia dan Inggris sama-sama menempatkan gym itu sebagai rumah latihannya. Dalam Muay Thai Thailand, nama gym bukan sekadar tempat berlatih, melainkan pusat pembentukan identitas. Ketika seorang petarung membawa nama gym ke atas ring, ia juga membawa filosofi latihan, tradisi, dan ekspektasi teknik dari tempat itu. Dalam kasus Arsoonnoi, afiliasi ini memberi konteks bahwa ia tumbuh dalam lingkungan yang memang serius membentuk petarung Muay Thai, bukan sekadar atlet yang datang tanpa fondasi.

Dari sisi gaya, deskripsi tentang Arsoonnoi sebagai petarung dengan fokus striking terasa sangat sesuai dengan data yang tersedia. Semua hasil resminya yang terlihat di ONE lahir di bawah aturan Muay Thai, bukan MMA atau kickboxing, dan seluruh narasi seputar pertarungannya berputar di sekitar pukulan, tendangan, ritme, dan kemampuan menahan tekanan. Walau profil resmi ONE tidak menuliskan stance secara eksplisit di hasil pencarian yang saya temukan, citra Arsoonnoi sebagai petarung Muay Thai murni dengan basis striking tetap sangat jelas.

Yang juga menarik adalah konteks waktu dalam kariernya. Lahir pada tahun 2000 berarti Arsoonnoi masih berada di usia yang sangat produktif untuk Muay Thai. Ia sudah cukup dewasa untuk menyerap pengalaman keras di ring, tetapi masih cukup muda untuk berkembang lebih jauh. Kombinasi ini sering sangat penting dalam ONE Friday Fights, karena banyak petarung yang justru mulai terlihat matang setelah melewati satu-dua benturan besar di awal perjalanan mereka. Dalam kasus Arsoonnoi, kemenangan atas Nuapayak setelah kekalahan KO dari Samanchai memberi sinyal bahwa ia punya salah satu kualitas paling berharga dalam olahraga tarung: kemampuan bangkit.

Soal kiprahnya yang lebih baru, sumber pertandingan pihak ketiga menunjukkan bahwa Arsoonnoi juga tampil melawan Suajan Sor Isarachot di ONE Friday Fights 152 pada 1 Mei 2026, dan laga itu dikategorikan sebagai Flyweight. Namun karena saya tidak menemukan artikel hasil resmi ONE untuk pertarungan tersebut dalam penelusuran ini, saya tidak akan memastikan detail hasilnya di sini. Yang jelas, keberadaan laga itu sendiri menunjukkan bahwa Arsoonnoi masih aktif di jalur ONE dan tetap dipercaya untuk tampil di panggung Friday Fights, sesuatu yang penting bagi petarung yang sedang membangun namanya.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Arsoonnoi Sitjasing belum memiliki gelar besar atau status bintang utama di ONE. Namun fondasinya sudah cukup menarik untuk diperhatikan. Ia telah bangkit dari kekalahan KO, mencetak kemenangan resmi lewat unanimous decision atas petarung Thailand lain, dan tetap berada dalam orbit kompetitif ONE Friday Fights. Untuk petarung Muay Thai yang sedang meniti jalannya, ini adalah bekal yang sangat berarti. Banyak nama besar dalam olahraga tarung memulai cerita mereka dengan pola yang mirip: kalah, belajar, lalu perlahan mengeras.

Pada akhirnya, Arsoonnoi Sitjasing adalah kisah tentang petarung Muay Thai Thailand yang sedang tumbuh lewat jalur yang jujur. Ia lahir pada 3 November 2000, berasal dari Sitjasing Gym, bertarung di lintasan Muay Thai ONE, dan sudah merasakan dua hal paling penting dalam olahraga ini: kalah dengan keras dan bangkit dengan bersih. Ia mungkin belum menjadi nama besar, tetapi justru di situlah pesonanya. Ia masih berada di fase ketika setiap pertarungan bisa membentuk masa depannya. Dan untuk petarung seperti itu, kisah terbaik biasanya belum selesai ditulis.

Loading next article...