Perjalanan Pettasuea Seeopal Di Panggung ONE Friday Fights

Piter Rudai 18/06/2026 5 min read
Perjalanan Pettasuea Seeopal Di Panggung ONE Friday Fights

Jakarta – Di dunia Muay Thai, tidak semua petarung tumbuh lewat jalan yang lurus. Ada yang melesat cepat, ada yang harus jatuh lebih dulu, lalu bangkit lagi dengan wajah yang lebih matang. Pettasuea Seeopal adalah salah satu nama yang terasa lahir dari jalan seperti itu. Ia datang dari Thailand, membawa gaya Muay Thai orthodox, lalu menapaki panggung ONE Championship dengan kisah yang tidak dibangun oleh kemudahan, melainkan oleh pertarungan-pertarungan keras di bawah sorot lampu ONE Friday Fights.

Yang membuat kisah Pettasuea menarik bukan sekadar angka, melainkan bentuk perjalanan yang membangun angka itu. Dari profil resmi ONE dan catatan pendukung Muay Thai Records, terlihat bahwa ia bukan petarung yang hanya hidup dari satu momen. Ia pernah menang KO ronde pertama, menang KO ronde kedua, lalu juga mengalami kekalahan angka dan kekalahan knockout. Itu artinya, Pettasuea adalah petarung yang sudah merasakan hampir semua warna penting dalam olahraga ini: kemenangan meyakinkan, kekalahan pahit, dan kebutuhan untuk terus membangun diri ulang setiap kali cerita tidak berjalan sesuai harapan.

Salah satu momen paling penting dalam karier Pettasuea yang terdokumentasi publik datang pada ONE Friday Fights 45 tanggal 15 Desember 2023, ketika ia menghadapi Singmanee Surasakmontri. Hasilnya sangat tegas. Profil resmi lawannya di ONE menunjukkan bahwa Pettasuea menang lewat knockout ronde pertama pada 1:14. Sumber yang lain untuk laga yang sama juga menegaskan detail pertandingannya di 120 lbs (54,4 kg) di Lumpinee Stadium. Kemenangan ini sangat penting, karena memberi gambaran awal tentang siapa Pettasuea sebenarnya: petarung muda Thailand yang tidak datang untuk bermain aman, tetapi untuk membuat lawan merasakan tekanan dan bahaya sejak menit-menit awal.

Kemenangan atas Singmanee terasa seperti perkenalan ideal. Dalam Muay Thai, menang KO di ronde pertama selalu punya dampak psikologis yang besar. Itu bukan sekadar menambah angka di kolom menang, tetapi juga menciptakan identitas. Pettasuea tidak hanya menang, ia menang dengan cara yang membuat namanya langsung lebih mudah diingat. Ia menunjukkan bahwa ketika ritmenya terbentuk, ia punya kemampuan untuk merusak pertahanan lawan dengan cepat dan tegas.

Momentum itu berlanjut beberapa bulan kemudian pada ONE Friday Fights 59. Di event itu, Pettasuea menghadapi Prom Yor Andaman dalam duel 118 lbs Muay Thai, dan hasil resminya kembali sangat meyakinkan: menang KO ronde kedua. Halaman event resmi ONE menuliskan hasil tersebut secara jelas, sementara Muay Thai Records juga mengonfirmasi kemenangan knockout ronde kedua pada bobot yang sama. Ini adalah kemenangan yang sangat penting, karena memperlihatkan bahwa kemenangan atas Singmanee bukanlah satu malam keberuntungan. Pettasuea mulai terlihat sebagai petarung yang benar-benar punya daya rusak nyata.

Dua kemenangan knockout beruntun seperti itu selalu mengubah cara publik membaca seorang petarung. Pettasuea tidak lagi tampak sebagai nama baru yang kebetulan tampil bagus. Ia mulai tampak seperti striker Thailand yang benar-benar memiliki naluri penyelesaian. Dalam olahraga seperti Muay Thai, kemampuan untuk memenangkan duel dengan keputusan juri memang penting, tetapi kemampuan untuk menghentikan lawan tetap memberi bobot berbeda. Dan pada fase itu, Pettasuea sudah menunjukkan bahwa ia punya sisi berbahaya tersebut.

Namun, sebagaimana banyak kisah petarung lainnya, jalan Pettasuea tidak terus menanjak dengan mulus. Setelah dua kemenangan KO tersebut, ia menghadapi salah satu ujian paling keras pada ONE Friday Fights 76 tanggal 23 Agustus 2024, ketika berhadapan dengan Petchakrit Gavingym. Kali ini, hasil berbalik. Artikel hasil resmi ONE menulis bahwa Petchakrit mengalahkan Pettasuea lewat knockout pada ronde pertama menit 2:44. Muay Thai Records dan halaman lawan di ONE juga mengonfirmasi hasil yang sama. Kekalahan seperti ini sangat penting dalam membentuk seorang petarung, karena ia memaksa mereka melihat bahwa di panggung ONE Friday Fights, satu malam buruk bisa menghapus seluruh momentum yang sudah dibangun.

Kekalahan dari Petchakrit memberi warna baru pada kisah Pettasuea. Ia menunjukkan bahwa dirinya bukan petarung yang hidup di dunia sempurna. Ia bisa menang cepat, tetapi ia juga bisa dihukum cepat. Dan justru di situ letak daya tariknya. Banyak petarung tampak menarik saat semua berjalan sesuai rencana. Tidak semua tetap menarik ketika harus menghadapi sisi keras dari olahraga ini. Pettasuea, dengan segala naik turunnya, justru terasa lebih nyata sebagai petarung.

Ujian itu berlanjut pada ONE Friday Fights 103 tanggal 4 April 2025, saat ia menghadapi Suajan Sor Isarachot. Profil resmi ONE saat ini menampilkan hasil laga tersebut sebagai kekalahan unanimous decision untuk Pettasuea. Muay Thai Records juga mengonfirmasi bahwa Suajan mengalahkannya lewat keputusan juri, sementara sumber lain menempatkan duel itu di bobot 119 lbs (54,0 kg). Kekalahan angka setelah sebelumnya kalah KO memberi makna penting: Pettasuea tidak hanya menghadapi lawan yang bisa menghentikannya, tetapi juga lawan yang bisa mengunggulinya secara ritme dan teknik selama tiga ronde.

Kalau dibaca secara naratif, perjalanan Pettasuea di ONE seperti sebuah kurva pembelajaran yang jujur. Ia memulai dengan dua kemenangan KO yang sangat menjanjikan, lalu mengalami dua kekalahan beruntun yang menunjukkan betapa sulitnya menjaga momentum di level ini. Ini bukan cerita tentang petarung yang sudah selesai dibentuk. Ini adalah cerita tentang petarung yang sedang ditempa. Dan justru karena masih berada dalam fase itu, kisahnya terasa jauh lebih hidup untuk diikuti.

Dari sisi gaya bertarung, deskripsi tentang Pettasuea sebagai petarung Muay Thai orthodox terasa sangat masuk akal. Seluruh jejak resminya di ONE berada dalam format Muay Thai, dan pola hasilnya memperlihatkan striker yang nyaman memburu penyelesaian ketika ritme berjalan baik. Dua kemenangan KO beruntun menegaskan sisi eksplosifnya, sementara dua kekalahan setelahnya menunjukkan bahwa ia masih perlu mengasah konsistensi serta manajemen pertarungan. Dalam Muay Thai modern, kombinasi antara keberanian menyerang dan kemampuan bertahan dalam ritme tiga ronde memang sering menjadi pembeda paling besar.

Soal afiliasi gym, Ia konsisten dengan nama bertarung yang ia bawa, Pettasuea Seeopal. Dalam tradisi Muay Thai Thailand, hal seperti ini sangat penting. Nama kamp bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari identitas bertarung, tradisi teknik, dan cara seorang petarung dibentuk sejak awal.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Pettasuea belum memegang sabuk besar atau status bintang utama di ONE Championship. Tetapi fondasinya tetap sangat layak diperhatikan. Ia sudah mencatat dua kemenangan knockout resmi di ONE Friday Fights, satu di ronde pertama dan satu di ronde kedua, yang menunjukkan potensi finishing yang tidak bisa diremehkan. Pada saat yang sama, dua kekalahan setelahnya memberi pelajaran keras yang bisa menjadi bahan pertumbuhan. Untuk petarung Muay Thai muda, kombinasi pengalaman seperti ini sering menjadi dasar terbaik untuk berkembang menjadi versi yang lebih matang.

Pada akhirnya, Pettasuea Seeopal adalah kisah tentang petarung Muay Thai Thailand yang sedang dibentuk oleh kerasnya panggung nyata. Pettasuea adalah striker Thailand yang sudah menunjukkan kemampuan knockout, sudah merasakan pahitnya kekalahan, dan masih berada di fase ketika setiap pertarungan bisa mengubah cara orang melihat masa depannya. Dalam olahraga seperti Muay Thai, petarung seperti inilah yang sering paling menarik untuk terus diikuti.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...