Mohamed Younes Rabah: Petarung Aljazair Di ONE Championship

Piter Rudai 14/07/2026 4 min read
Mohamed Younes Rabah: Petarung Aljazair Di ONE Championship

Jakarta – Di antara deretan petarung elite yang menghiasi divisi featherweight Muay Thai ONE Championship, nama Mohamed Younes Rabah hadir sebagai representasi kebangkitan olahraga tarung dari Afrika Utara. Berasal dari Aljazair, Rabah dikenal sebagai striker bertubuh jangkung dengan kemampuan knockout yang mematikan. Dengan tinggi sekitar 188 sentimeter dan berat bertanding 70 kilogram, ia memiliki jangkauan yang sangat menguntungkan untuk ukuran divisi featherweight. Julukan “The Eagle” mencerminkan karakter bertarungnya yang tajam, sabar mengamati pergerakan lawan, lalu menyerang dengan presisi ketika melihat celah. Berlatih di Team Mehdi Zatout, salah satu sasana Muay Thai ternama di Prancis, Rabah datang ke ONE Championship dengan modal rekor profesional 13 kemenangan dan 1 kekalahan, termasuk kemenangan sensasional atas Saemapetch Fairtex pada laga debutnya di organisasi tersebut.

Lahir di Aljazair pada 1996 dan tumbuh di lingkungan yang mencintai olahraga, Rabah sejak kecil telah menunjukkan ketertarikan terhadap aktivitas fisik. Awalnya ia mengenal olahraga tarung melalui kickboxing yang cukup populer di kawasan Afrika Utara. Ketika mulai mempelajari Muay Thai, ia langsung terpikat oleh kompleksitas teknik yang memadukan pukulan, tendangan, lutut, dan siku. Perpaduan tersebut membuatnya merasa memiliki ruang untuk memaksimalkan postur tubuhnya yang tinggi sekaligus mengembangkan gaya bertarung agresif yang kemudian menjadi ciri khasnya.

Bakat Rabah berkembang pesat ketika ia memutuskan berlatih secara serius dan bergabung dengan Team Mehdi Zatout, sasana yang dipimpin mantan petarung elite Mehdi Zatout. Di bawah bimbingan pelatih berpengalaman itu, ia tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memahami pentingnya strategi, disiplin, dan pengelolaan ritme pertandingan. Latihan yang keras membentuknya menjadi striker lengkap dengan kombinasi pukulan cepat, tendangan keras, serta kemampuan menjaga jarak menggunakan keunggulan jangkauan lengannya.

Karier profesional Rabah dimulai di berbagai ajang Muay Thai dan kickboxing di Eropa. Menghadapi lawan dari berbagai negara memperkaya pengalamannya sekaligus membentuk mental bertanding yang kuat. Berkat gaya menyerang yang atraktif dan produktivitas knockout yang tinggi, namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu prospek terbaik dari Aljazair. Rentetan kemenangan yang terus bertambah akhirnya menarik perhatian ONE Championship, organisasi yang menjadi rumah bagi banyak petarung Muay Thai terbaik dunia.

Kesempatan tampil di ONE Championship datang pada 2023, dan Rabah langsung mendapat ujian berat dengan menghadapi Saemapetch Fairtex, petarung Thailand yang sarat pengalaman di level elite. Banyak pengamat menjagokan Saemapetch karena pengalaman dan kualitasnya, tetapi Rabah justru memberikan kejutan besar. Dengan memanfaatkan keunggulan jangkauan serta kombinasi pukulan lurus yang tajam, ia berhasil menjatuhkan lawannya melalui knockout. Kemenangan itu langsung mengangkat namanya sebagai salah satu debutan paling menjanjikan di ONE Championship sekaligus membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan petarung terbaik dunia.

Setelah debut yang gemilang, perjalanan Rabah di ONE Championship tidak selalu berjalan mulus. Ia mulai menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang semakin tinggi, sehingga setiap pertandingan menjadi ujian baru bagi perkembangan kemampuannya. Beberapa hasil yang kurang memuaskan menjadi pelajaran penting, terutama dalam menghadapi petarung yang memiliki pengalaman panjang di Muay Thai Thailand. Meski demikian, setiap kekalahan justru membuatnya semakin matang dalam mengatur tempo pertandingan dan memperbaiki aspek pertahanan.

Hingga memasuki pertengahan 2026, Rabah tetap dikenal sebagai salah satu striker paling berbahaya di divisi featherweight. Sebelum bergabung dengan ONE Championship, ia telah mengoleksi 13 kemenangan dan hanya 1 kekalahan, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensinya di level profesional. Sebagian besar kemenangan tersebut diraih melalui knockout, menegaskan reputasinya sebagai petarung dengan daya ledak pukulan dan tendangan yang sangat tinggi.

Gaya bertarung Rabah menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar Muay Thai. Dengan postur yang jauh lebih tinggi dibandingkan banyak lawannya, ia sangat efektif menggunakan jab, straight punch, serta teep kick untuk menjaga jarak. Ketika lawan mulai kehilangan ritme, ia akan meningkatkan tekanan melalui kombinasi pukulan dan tendangan yang cepat. Selain kekuatan fisik, Rabah juga memiliki kemampuan membaca pergerakan lawan dengan baik sehingga serangannya sering kali dilepaskan pada momen yang tepat. Karakter inilah yang membuat julukan “The Eagle” terasa begitu sesuai.

Di balik penampilannya di atas ring, Rabah dikenal sebagai atlet yang disiplin dalam menjalani latihan. Bersama Team Mehdi Zatout, ia menjalani program yang menggabungkan latihan teknik Muay Thai, sparring, penguatan fisik, peningkatan fleksibilitas, hingga latihan daya tahan. Ia juga memberi perhatian besar pada pemulihan tubuh dan pola makan agar mampu mempertahankan performa terbaik setiap kali bertanding. Filosofinya sederhana: kemenangan dibangun melalui kerja keras yang dilakukan jauh sebelum hari pertandingan.

Mentalitas kompetitif Rabah juga menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan kariernya. Ia tidak pernah gentar menghadapi lawan dengan reputasi lebih besar dan selalu memandang setiap pertarungan sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuannya. Baginya, setiap kemenangan adalah hasil dari proses latihan yang panjang, sedangkan setiap kekalahan merupakan bahan evaluasi untuk menjadi petarung yang lebih baik.

Meski belum meraih gelar juara dunia ONE Championship, Mohamed Younes Rabah telah menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan di jajaran elite divisi featherweight Muay Thai. Dari seorang petarung muda asal Aljazair hingga mampu mengalahkan nama besar seperti Saemapetch Fairtex pada debutnya, perjalanan Rabah menjadi bukti bahwa dedikasi, disiplin, dan keberanian dapat membuka jalan menuju panggung tertinggi olahraga tarung dunia. Dengan usia yang masih berada pada masa emas seorang atlet dan kemampuan yang terus berkembang, “The Eagle” memiliki peluang besar untuk terus bersaing memperebutkan posisi teratas di ONE Championship pada tahun-tahun mendatang.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...